slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

1 Suro Apa Sama Dengan Tahun Baru Islam? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang datangnya bulan Muharam, banyak orang bertanya, 1 Suro apa sama dengan Tahun Baru Islam? Pertanyaan ini sering muncul lantaran keduanya dirayakan bersamaan, terlebih di kalangan masyarakat Jawa.

Istilah 1 Suro sendiri sangat terkenal terutama oleh masyarakat Jawa. Sementara itu, 1 Muharam merupakan awal tahun dalam almanak Hijriah nan digunakan umat Islam di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya memang menandai awal tahun, tapi apakah artinya sama? Jawabannya perlu dipahami dari dua perspektif pandang, ialah dari sisi keislaman dan kebudayaan.

Lantas, 1 suro apa sama dengan tahun baru Islam? Simak penjelasannya.

Apa itu 1 Muharam?

Dalam Islam, 1 Muharam merupakan awal tahun baru dalam almanak Hijriah. Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci nan disebut dalam Al Quran, berbareng dengan Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Keutamaannya disebutkan dalam QS At-Taubah ayat 36, nan menyatakan bahwa bulan-bulan ini kudu dijaga dari perbuatan dosa dan aniaya.

Tahun Baru Islam bukanlah seremoni nan penuh euforia, tetapi momen untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan.

Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk puasa Tasu'a (9 Muharam) dan Asyura (10 Muharam), nan dipercaya sebagai hari penuh pembebasan dan berkah dari Allah SWT.


Lalu, bagaimana dengan 1 Suro?

Sementara itu, 1 Suro adalah hari pertama dalam almanak Jawa, nan secara historis diadaptasi dari almanak Hijriah oleh Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam.

Ia menyatukan penanggalan Hijriah dengan sistem Saka untuk memperkuat kesatuan masyarakat Jawa nan saat itu tetap terpecah.

Kata "Suro" sendiri berasal dari kata "Asyura" dalam bahasa Arab. Artinya, memang ada kaitan langsung antara 1 Suro dan 10 Muharam (Asyura) dalam Islam.

Namun dalam konteks budaya Jawa, 1 Suro menjadi lebih luas maknanya. Malam 1 Suro dianggap sakral dan penuh mistik, sering dikaitkan dengan pantangan, tirakat, dan aktivitas spiritual seperti tapa dan ziarah.


1 Suro apa sama dengan tahun baru Islam?

Secara kalendar, 1 Suro memang bertepatan dengan 1 Muharam sehingga banyak nan menganggapnya sama. Namun secara makna dan langkah memperingatinya, keduanya mempunyai perbedaan.

1 Muharam lebih konsentrasi pada makna keagamaan dalam Islam, seperti refleksi hijrah dan kebaikan ibadah. Sementara 1 Suro lebih kental dengan budaya Jawa, nan diwarnai oleh mitos, laku prihatin, dan budaya spiritual.

Dengan kata lain, 1 Suro adalah jenis lokal dari peringatan 1 Muharam nan disesuaikan dengan kultur Jawa.

Meski tidak bertentangan, krusial untuk memahami konteks keduanya agar tidak mencampuradukkan nilai budaya dengan aliran kepercayaan secara sembarangan. Semoga bermanfaat.

(gas/fef)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru