Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu langkah untuk mengasah khayalan anak adalah dengan membacakan mereka cerita dongeng anak. Biasanya, orang tua membacakan anaknya kisah dongeng di malam hari agar mereka bisa tertidur.
Namun, membacakan dongeng juga rupanya bisa membikin anak memahami bahasa, belajar empati, dan membikin mereka lebih dekat dengan orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh lantaran itu, tak ada salahnya untuk membacakan anak-anakmu dongeng berikut.
Kumpulan cerita dongeng anak
Melansir dari banyak sumber, berikut kumpulan cerita dongeng anak nan bisa Anda bacakan untuk si kecil, komplit dengan pesan moralnya.
1. Si Kancil dan Buaya
Pada suatu hari nan panas, Si Kancil mau menyeberangi sungai untuk mencari buah-buahan di seberang hutan. Tapi sungai itu penuh buaya. Ia berpikir keras lampau mendapat buahpikiran cerdik.
Ia berbicara pada para buaya, "Hai buaya! Raja Hutan mengadakan pesta dan mau mengundang kalian. Tapi saya kudu menghitung jumlah kalian dulu."
Buaya-buaya pun senang dan berderet dari tepi sungai ke seberang. Si Kancil melompat dari punggung satu buaya ke buaya lainnya sembari berpura-pura menghitung.
"Terima kasih, buaya! Sekarang saya bisa menyeberang tanpa basah!" katanya sembari berlari ke hutan.
Para buaya baru sadar mereka telah dibohongi, tapi Kancil sudah menghilang.
Pesan moral: Kecerdikan bisa membantu keluar dari masalah, tapi jangan gunakan untuk menipu terus-menerus.
2. Ayam Jago nan Sombong
Setiap pagi, Ayam Jago berkokok dengan lantang dari atas pagar. Ia sangat bangga lantaran semua hewan bangun setelah mendengar suaranya. "Kalau saya tidak berkokok, mentari tak bakal terbit!" katanya sombong.
Suatu hari, dia tertidur dan tidak sempat berkokok. Tapi mentari tetap muncul, dan desa tetap bangun seperti biasa. Ayam Jago merasa malu. Ia menyadari bahwa bukan dia nan membikin hari dimulai.
Sejak itu, Ayam Jago tetap berkokok setiap pagi, tapi tidak lagi menyombongkan diri. Ia mengerti bahwa setiap makhluk punya tugas, namun tidak lebih krusial dari nan lain.
Pesan moral: Jangan sombong atas peranmu, setiap orang punya bagian penting, tanpa perlu membanggakan diri berlebihan.
3. Tikus dan Singa
Di hutan, seekor tikus mini tanpa sengaja menginjak tubuh singa nan sedang tidur. Singa terbangun dan menangkap tikus itu. "Berani sekali kau menggangguku!" geramnya. Tikus gemetar, "Maafkan aku, Tuan Singa. Suatu hari saya mungkin bisa membantumu!"
Singa tertawa, tapi akhirnya melepaskannya. Beberapa hari kemudian, Singa terperangkap jaring pemburu dan mengaum minta tolong. Tikus mendengar dan datang menggigit jaring hingga putus. Singa pun bebas.
Singa terkejut, "Kau benar, makhluk mini pun bisa jadi penolong besar." Sejak itu, Singa dan Tikus menjadi sahabat.
Pesan moral: Jangan meremehkan nan kecil, lantaran semua makhluk punya kekuatan dan perannya masing-masing.
4. Gajah nan Baik Hati
Gajah besar dikenal sebagai hewan nan ramah dan suka menolong. Ia menyiram tanaman nan kekeringan, mengangkat kayu nan menghalangi jalan, dan membantu kura-kura menyeberang sungai. Semua hewan menyukai Gajah.
Suatu hari, Gajah terperosok ke dalam lubang lumpur. Ia mencoba keluar, tapi makin tenggelam. Ia pun memanggil minta tolong. Tak lama, hewan-hewan datang: semut menggali pinggiran lubang, monyet mengikat tali dari akar pohon, dan burung membantu menarik.
Berkat kerja sama mereka, Gajah sukses keluar. Ia sangat terharu.
"Terima kasih teman-teman. Kebaikan kalian sungguh luar biasa."
Pesan moral: Kebaikan nan kita berikan bakal kembali pada kita di saat paling dibutuhkan.
5. Si Rusa dan Bayangannya
Rusa sering mengagumi tanduknya nan besar dan bercabang, tetapi dia membenci kakinya nan kurus. "Tandukku indah, tapi kakiku jelek," keluhnya setiap hari.
Suatu pagi, seekor harimau muncul dan mengejarnya. Rusa langsung berlari secepat kilat, melewati semak dan batu. Kakinya nan kurus rupanya sangat kuat dan cepat. Namun, saat dia mencoba berlindung di kembali pohon, tanduknya tersangkut ranting. Harimau nyaris menangkapnya.
Dengan susah payah, Rusa akhirnya bebas dan lolos. Ia pun sadar, tanduk indahnya nyaris membahayakan, sedangkan kaki nan dia tidak suka justru menyelamatkannya.
Pesan moral: Jangan menilai sesuatu hanya dari penampilan. Karena nan tidak menarik pun bisa sangat berguna.
6. Burung Pipit dan Badai
Burung Pipit mini tinggal di pohon tinggi di pinggir hutan. Ia senang menyanyi setiap pagi. Suatu hari, langit gelap dan angin bertiup kencang. Badai besar bakal datang. Pipit ketakutan, dia belum pernah menghadapi angin besar sebelumnya.
Pohon tempat tinggalnya berbicara lembut, "Peluk saya erat dengan sayapmu. Jangan takut."
Pipit memeluk batang pohon dan bertahan. Angin menderu, hujan turun deras, petir menyambar. Tapi Pipit tidak terlepas. Saat angin besar usai, Pipit tetap hidup, meski bulunya basah.
Ia pun berterima kasih dan tahu, keberanian serta percaya pada support bisa menyelamatkan nyawa.
Pesan moral: Dalam keadaan sulit, tetap tenang dan percaya pada perlindungan nan tulus.
7. Kura-Kura nan Sabar
Kura-Kura sering diejek lantaran jalannya lambat. "Kau tidak bakal pernah menang lomba," ejek kelinci. Suatu hari, lomba lari diadakan di hutan. Kura-Kura dan Kelinci ikut serta. Semua percaya Kelinci bakal menang.
Saat lomba dimulai, Kelinci langsung melesat jauh ke depan. Tapi lantaran terlalu percaya diri, dia berakhir dan tidur di bawah pohon.
Kura-Kura terus melangkah perlahan, tidak berhenti. Ia melewati Kelinci nan sedang tidur dan akhirnya mencapai garis finish terlebih dahulu. Semua hewan bersorak.
Kelinci terbangun dan menyesal. Kura-Kura tersenyum, "Lambat bukan berfaedah tak bisa menang."
Pesan moral: Kesabaran dan ketekunan bisa membawa kita ke garis akhir lebih baik daripada kesombongan.
8. Semut dan Belalang
Saat musim panas tiba, Semut bekerja keras mengumpulkan makanan. Ia menyimpan biji-bijian di dalam sarangnya. Belalang malah menyanyi dan bermain sepanjang hari. "Untuk apa bekerja di saat menyenangkan?" tanya Belalang.
"Musim dingin bakal datang," jawab Semut.
Ketika musim dingin tiba, tanah tertutup salju. Belalang kelaparan dan tak punya tempat berlindung. Ia pergi ke rumah Semut dan memohon bantuan.
Semut terkenang gimana Belalang dulu malas, tapi dia tetap membagi makanannya. Belalang berterima kasih dan berjanji bakal berubah.
Pesan moral: Bekerja keras saat ada kesempatan adalah bekal krusial untuk masa depan.
9. Ikan Kecil nan Pemberani
Di sebuah lautan biru, seekor ikan mini mau tahu tentang bumi di luar terumbu karang. Teman-temannya berkata, "Di luar sana berbahaya!" Tapi ikan mini tetap mau mencoba.
Ia berenang melewati rumput laut, berjumpa ubur-ubur bercahaya, dan memandang buntang kapal tua. Di perjalanan, dia nyaris dimakan gurita, tapi sukses lolos.
Saat kembali, dia menceritakan pengalamannya. Semua ikan mendengarkan dengan kagum. Kini mereka tidak takut lagi mencoba perihal baru.
Pesan moral: Keberanian membuka jalan pada pengetahuan dan pengalaman berharga.
10. Bunga nan Suka Membandingkan Diri
Di taman, Bunga Mawar selalu iri pada Bunga Matahari. "Kau tinggi dan selalu menghadap matahari. Aku hanya mini dan tak terlihat."
Suatu hari, kupu-kupu terbang ke Mawar. "Aku lebih suka nektarmu, harummu menenangkan." Burung mini pun berlindung di kembali daunnya.
Mawar tersenyum, "Ternyata saya juga punya keelokan nan tak dimiliki kembang lain."
Ia tak iri lagi dan tumbuh dengan penuh percaya diri.
Pesan moral: Setiap makhluk punya keistimewaan. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.
Demikian kumpulan cerita dongeng anak nan menarik dengan pesan moralnya. Semoga bermanfaat.
(sac/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·