Jakarta, CNN Indonesia --
Homonim banyak dijumpai dalam bahasa Indonesia. Melansir dari kitab Cendekia Berbahasa untuk Kelas XII Program Bahasa, homonim berfaedah kata nan penulisan dan pengucapannya sama, tetapi berbeda dari segi arti.
Menurut master bahasa Abdul Chaer, homonim adalah dua buah kata alias satuan ujaran nan kebetulan bentuknya sama tetapi maknanya berbeda lantaran masing-masing merupakan kata alias corak ujaran nan berlainan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh homonim misalnya, 'kepala' nan bisa mempunyai dua makna berbeda walapun pengucapan dan penulisannya sama. Kepala bisa berfaedah seorang pemimpin alias salah satu organ pada tubuh.
Istilah homonim berasal dari kata homos berfaedah sejenis alias sama dan onuma nan berfaedah nama. Singkatnya homonim adalah nama nan sama untuk barang lain.
Supaya lebih memahaminya, simak beberapa contoh homonim nan bisa dipelajari sekaligus penggunaannya dalam sebuah kalimat.
Contoh homonim bahasa Indonesia
Berikut contoh homonim dalam bahasa Indonesia dan penggunaannya dalam kalimat.
1. Pacar
Pacar bisa berfaedah kekasih alias kawan musuh jenis dalam hubungan asmara, sedangkan pacar juga bisa berfaedah daun inai nan digunakan untuk pewarna kuku.
Contoh kalimat:
- Pacarnya selalu memberikan bingkisan mewah dan sebuah buket kembang setiap bulan.
- Mewarnai kuku dengan pacar bisa menjadi corak selflove
2. Bisa
Bisa dapat berfaedah bisa alias dapat melakukan sesuatu, sedangkan bisa juga bisa berfaedah unsur racun nan terdapat pada binatang.
Contoh kalimat:
- Adikku sudah bisa membaca sejak usianya 4 tahun.
- Ular itu mempunyai bisa nan sangat mematikan.
3. Hak
Hak bisa berfaedah kepemilikan alias kewenangan nan merujuk pada telapak sepatu di bagian tumit nan tinggi.
Contoh kalimat:
- Berbagai jenjang pendidikan berkuasa mendapatkan pekerjaan nan manusiawi.
- Tidak semua wanita terbiasa menggunakan sepatu kewenangan tinggi.
4. Kali
Kata kali bisa menyatakan jumlah, kelipatan, alias frekuensi. Namun juga bisa berfaedah sungai.
Contoh kalimat:
- Harga peralatan kebutuhan pokok pada tahun ini dua kali lebih mahal daripada tahun lalu.
- Hujan deras menyebabkan Kali Ciliwung meluap dan menyebabkan banjir sampai setinggi 2 meter.
5. Tawar
Tawar dapat berfaedah tidak ada rasa, sedangkan tawar juga bisa berfaedah negosiasi.
Contoh kalimat:
- Tehmu ini rasanya terlalu tawar, coba tambahkan sedikit gula agar lebih manis.
- Saat shopping di pasar tradisional, biasanya pembeli bakal tawar separuh nilai terlebih dulu kepada penjual.
6. Pukul
Pukul dapat berfaedah saat menyatakan waktu alias pukul berfaedah memukul dengan sesuatu.
Contoh kalimat:
- Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul tiga sore.
- Siswa dilarang saling pukul saat bermain di sekolah.
7. Rapat
Rapat dapat berfaedah pertemuan alias sidang. Rapat juga bisa berfaedah erat alias tidak bercelah.
Contoh kalimat:
- Siswa pengurus menggelar rapat tentang persiapan pelantikan calon personil OSIS nan baru.
- Tutup stoples itu dengan rapat agar kerupuk tidak sigap melempem.
8. Massa
Massa bisa berfaedah ukuran berat alias juga bisa kumpulan orang.
Contoh kalimat:
- Massa nan demo di depan gedung DPR semakin bertambah.
- Benda itu mempunyai ukuran massa nan lebih berat dibanding batu.
9. Genting
Genting bisa berarti gawat, tapi juga bisa mempunyai makna penutup genting rumah.
- Sekarang ini keadaannya sedang genting lantaran semua orang marah kepadanya.
- Genting di rumah sudah mulai banyak nan bocor dan perlu diganti.
10. Bulan
Bulan bisa berfaedah nama satelit bumi, namun juga bisa berfaedah rentang waktu dalam 30 hari.
Contoh kalimat:
- Bulannya terlihat sangat bagus dengan bentuknya nan bulat sempurna.
- Selama bulan Desember hujan tidak pernah berakhir pagi sampai malam.
Selain beberapa kata tersebut, juga tetap ada kata-kata lainnya seperti gendang, malang, kijang, palu, bunga, kepala, organ, gelar, suling dan lainnya.
Itulah beberapa contoh homogen nan seringkali digunakan dalam bahasa sehari-hari.
(via/fef)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·