CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Tempe jadi salah satu makanan nan mengandung probiotik tinggi dan sehat. (iStockphoto/danikancil)
Jakarta, CNN Indonesia --
Makanan nan mengandung probiotik kian mendapat perhatian lantaran perannya dalam menjaga kesehatan pencernaan sekaligus daya tahan tubuh.
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup nan memberikan faedah kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup, terutama dalam menjaga keseimbangan kuman baik di usus.
Bakteri baik ini diketahui mempunyai beragam faedah bagi tubuh dan otak, mulai dari meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung kesehatan jantung, memperkuat sistem imun, hingga membantu memperbaiki suasana hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu langkah paling alami untuk memperoleh probiotik adalah melalui makanan hasil fermentasi. Melansir Healthline, berikut sejumlah makanan nan diketahui mengandung probiotik dan dapat dikonsumsi sebagai bagian dari style hidup sehat:
1. Yogurt
Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik paling populer. Makanan ini dibuat dari susu nan difermentasi oleh kuman baik, terutama kuman masam laktat dan bifidobacteria, nan membantu menjaga keseimbangan mikroba di saluran cerna.
Konsumsi yogurt kerap dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, tulang, dan jantung. Namun, tidak semua yogurt mengandung kuman hidup. Proses pengolahan tertentu dapat menghilangkan probiotik, sehingga krusial memilih yogurt dengan label live cultures alias active cultures, serta memperhatikan kandungan gula tambahannya.
2. Kefir
Kefir adalah minuman susu fermentasi nan dibuat dengan menambahkan butiran kefir ke dalam susu sapi alias kambing. Minuman ini mengandung kombinasi kuman masam laktat dan ragi nan bentuknya menyerupai kembang kol.
Beragam jenis probiotik dalam kefir membuatnya berfaedah bagi kesehatan pencernaan dan perlindungan terhadap infeksi. Kefir juga umumnya lebih mudah ditoleransi oleh orang dengan intoleransi laktosa lantaran sebagian laktosanya telah terurai selama proses fermentasi.
3. Tempe
Tempe merupakan produk fermentasi kedelai unik Indonesia nan sekarang dikenal luas di dunia. Proses fermentasi memberikan tempe tekstur padat serta cita rasa gurih nan khas.
Selain mengandung probiotik, fermentasi tempe membantu meningkatkan penyerapan mineral dan menghasilkan vitamin B12, nutrisi nan relatif jarang ditemukan pada pangan nabati. Hal ini menjadikan tempe sebagai sumber protein nabati berbobot tinggi.
4. Sauerkraut alias asinan kubis
Sauerkraut adalah kubis nan difermentasi menggunakan kuman masam laktat. Selain mengandung probiotik, makanan ini juga kaya serat serta vitamin C dan K.
Untuk mendapatkan faedah kuman baiknya secara optimal, sauerkraut sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi tidak dipasteurisasi lantaran proses pemanasan dapat membunuh mikroorganisme hidup di dalamnya.
5. Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi unik Korea nan biasanya terbuat dari kubis dan dibumbui dengan cabai, bawang putih, jahe, serta garam. Proses fermentasi menghasilkan kuman masam laktat nan baik bagi kesehatan usus.
Tak hanya mendukung pencernaan, kimchi juga mengandung beragam vitamin dan mineral penting. Kandungan antioksidan dari bahan-bahan alaminya turut menjadikan kimchi bagian dari pola makan sehat.
Ilustrasi. Kimchi. (AFP/ANTHONY WALLACE)
6. Miso
Miso adalah pasta fermentasi dari kedelai nan umum digunakan dalam masakan Jepang, terutama sebagai bahan dasar sup. Fermentasi miso dilakukan dengan support jamur koji nan menghasilkan rasa umami khas.
Selain probiotik, miso mengandung protein, serat, mineral, serta vitamin K. Konsumsi miso juga dikaitkan dengan penurunan akibat kanker, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
7. Kombucha
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh hitam alias teh hijau dengan kuman dan ragi. Minuman ini mempunyai rasa asam-manis dan semakin terkenal dalam beberapa tahun terakhir.
Meski tetap memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai faedah klinisnya, kombucha tetap mengandung mikroorganisme hasil fermentasi nan berpotensi mendukung kesehatan pencernaan jika dikonsumsi secara wajar.
8. Acar
Acar mentimun nan difermentasi secara alami dalam larutan garam mengandung kuman masam laktat. Proses ini berbeda dengan acar berbasis cuka nan umumnya tidak mengandung probiotik hidup.
Meski rendah kalori dan mengandung vitamin K, acar fermentasi biasanya tinggi natrium. Karena itu, konsumsinya perlu dibatasi, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.
9. Buttermilk
Buttermilk merupakan sisa cairan dari proses pembuatan mentega dan secara alami mengandung probiotik. Minuman ini telah lama dikonsumsi di beberapa wilayah Asia Selatan.
Buttermilk dikenal rendah lemak serta mengandung kalsium, fosfor, riboflavin, dan vitamin B. Namun, buttermilk bungkusan modern umumnya sudah tidak lagi mengandung kuman hidup.
10. Natto
Natto adalah makanan fermentasi kedelai asal Jepang nan mempunyai tekstur lengket dan aroma khas. Proses fermentasinya menghasilkan kuman Bacillus subtilis nan berfaedah bagi tubuh.
Natto kaya vitamin K2 nan berkedudukan krusial dalam kesehatan tulang dan pembuluh darah. Meski rasanya tidak umum bagi sebagian orang, konsumsi natto secara rutin dikaitkan dengan penurunan akibat osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause.
11. Keju tertentu
Tidak semua keju mengandung probiotik. Namun, beberapa jenis seperti cheddar, mozzarella, dan gouda tetap mempertahankan kuman hidup selama proses pematangan.
Selain probiotik, keju juga merupakan sumber protein serta beragam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B6, B12, D, K, kalsium, dan magnesium nan krusial untuk kesehatan tulang. Meski begitu, konsumsi keju tetap perlu disesuaikan lantaran kandungan lemak dan garamnya.
(nga/tis)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·