Jakarta, CNN Indonesia --
Ada beragam gangguan pada organ pencernaan yang sering dialami manusia, contohnya seperti diare hingga sembelit.
Gangguan-gangguan tersebut dapat disebabkan oleh infeksi, pola makan nan tidak sehat, stres, kurang serat alias cairan, alias masalah struktural pada organ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem pencernaan merupakan rangkaian organ krusial nan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus.
Organ-organ tersebut bekerja sama untuk mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa nan tidak dibutuhkan tubuh.
Namun, lantaran menjadi pintu masuk unsur dari luar, sistem pencernaan rentan terserang beragam gangguan dan penyakit. Gangguan ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang, apalagi membahayakan kesehatan jika tidak segera ditangani.
Melansir dari kitab Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas XI oleh Nur Risnawati Kusuma dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut adalah beberapa gangguan pada sistem pencernaan manusia.
1. Diare
Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan nan paling umum. Kondisinya ditandai dengan buang air besar acapkali dengan feses encer.
Penyebab utama diare biasanya adalah jangkitan kuman alias virus dari makanan dan minuman nan tidak higienis. Selain itu, iritasi pada usus besar juga dapat memicu diare.
Jika feses bercampur darah alias nanah, kondisi ini bisa berkembang menjadi disentri, ialah peradangan usus besar akibat jangkitan kuman Shigella. Jika tidak segera diatasi, diare dapat menyebabkan dehidrasi serius.
2. Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada tembok lambung. Penyakit ini bisa berkarakter akut maupun kronis. Gastritis biasanya dipicu oleh tingginya kadar masam lambung, konsumsi makanan nan terkontaminasi bakteri, alias penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.
Gejalanya meliputi nyeri pada perut bagian atas, mual, muntah, hingga rasa penuh setelah makan sedikit. Jika dibiarkan, gastritis dapat berkembang menjadi tukak lambung.
3. Maag
Maag merupakan istilah umum untuk nyeri lambung akibat peningkatan masam lambung. Gejalanya adalah perih pada perut, mual, muntah, perut kembung, serta rasa panas di dada (heartburn).
Penyebab utama maag adalah pola makan tidak teratur, stres, konsumsi makanan pedas alias asam, serta jangkitan kuman Helicobacter pylori. Maag nan kronis bisa sangat mengganggu aktivitas harian jika tidak segera ditangani.
4. Sembelit alias konstipasi
Sembelit adalah gangguan pencernaan nan membikin feses keras dan susah dikeluarkan. Jika sering terjadi, sembelit dapat menimbulkan komplikasi seperti wasir alias robekan mini di anus.
Kondisi ini terjadi ketika usus besar menyerap terlalu banyak air, biasanya lantaran kurang mengonsumsi serat, kurang minum, alias kebiasaan menunda buang air besar.
5. Hemoroid alias wasir
Hemoroid adalah pembengkakan pembuluh darah di area anus alias rektum. Gejalanya berupa nyeri saat buang air besar, gatal, dan terkadang disertai perdarahan.
Hemoroid biasanya dipicu oleh sembelit kronis, kebiasaan mengejan berlebihan, kehamilan, alias obesitas. Meskipun sebagian besar kasus tergolong ringan, hemoroid bisa sangat mengganggu kenyamanan penderita.
6. Parotitis epidemika alias gondongan
Gangguan ini menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis, akibat jangkitan virus. Gejalanya berupa pembengkakan di pipi, rasa nyeri, serta demam.
Penyakit ini dapat menular melalui air liur, sehingga sangat mudah menyebar. Parotitis juga dapat menyebabkan komplikasi pada organ lain jika tidak ditangani.
7. Karies gigi alias gigi berlubang
Karies gigi disebabkan oleh kuman Streptococcus nan mengubah sisa makanan mengandung gula menjadi masam laktat. Asam ini perlahan-lahan merusak email gigi, menimbulkan lubang, dan akhirnya menyebabkan nyeri dahsyat jika mencapai saraf gigi.
Menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi setelah makan adalah langkah terbaik untuk mencegah karies.
8. Apendisitis alias radang usus buntu
Apendisitis adalah peradangan pada umbai cacing alias usus buntu akibat sumbatan sisa makanan. Gejalanya meliputi nyeri dahsyat di perut kanan bawah, mual, muntah, dan demam. Jika tidak segera dioperasi, usus buntu bisa pecah dan memicu jangkitan serius di rongga perut.
9. Tukak lambung
Tukak lambung adalah luka pada tembok lambung, usus halus, alias kerongkongan akibat terkikisnya lapisan pelindung oleh masam lambung.
Gejalanya meliputi nyeri perut, mual, muntah darah, hingga penurunan berat badan. Tukak lambung bisa rawan jika menyebabkan perdarahan dalam.
10. Sariawan
Sariawan adalah luka mini pada rongga mulut nan terasa perih, terutama saat makan. Penyebabnya bisa lantaran kekurangan vitamin C, kondisi tubuh nan lemah, alias iritasi pada mulut. Meski terlihat sepele, sariawan dapat mengganggu asupan makanan seseorang.
11. Kolik
Kolik adalah rasa nyeri perut nan muncul secara tiba-tiba dan lenyap timbul. Penyebabnya bisa lantaran sumbatan pada usus, saluran empedu, alias saluran kencing. Rasa nyeri biasanya sangat dahsyat sehingga penderita susah beraktivitas normal.
12. Malnutrisi
Malnutrisi alias gizi jelek terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan gizi nan cukup. Malnutrisi rawan lantaran dapat melemahkan sistem imun dan menghalang pertumbuhan.
Kondisi ini bisa disebabkan pola makan jelek alias gangguan pada enzim pencernaan nan membikin tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik.
13. Keracunan makanan
Keracunan makanan biasanya disebabkan oleh makanan nan terkontaminasi kuman seperti Salmonella. Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, hingga demam.
Jika parah, keracunan bisa menyebabkan dehidrasi berat dan memerlukan perawatan medis segera.
14. Cacingan
Cacingan adalah jangkitan parasit pada usus nan sering menyerang anak-anak, meski orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Gejalanya berupa perut buncit, nafsu makan menurun, lemas, dan gatal di anus. Infeksi ini biasanya disebabkan kebersihan nan kurang terjaga.
Demikian beberapa gangguan pada sistem pencernaan manusia nan sering terjadi. Dengan mengetahuinya, diharapkan kita dapat lebih menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.
(juh/sac/juh)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·