CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2026 07:20 WIB
Ilustrasi. Contoh cerita Hari Raya Idul Fitri sering jadi referensi buat siswa nan mendapat tugas menulis karangan tentang Lebaran. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Contoh cerita Hari Raya Idul Fitri sering menjadi referensi bagi siswa ketika mendapat tugas menulis karangan tentang pengalaman Lebaran. Berikut beberapa buahpikiran nan bisa Anda sontek.
Tak dipungkiri, setiap orang tentu mempunyai pengalaman berbeda ketika merayakan Idulfitri. Ada nan mudik ke kampung halaman, berkumpul dengan family besar, hingga menghabiskan waktu liburan di tempat wisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen kebersamaan tersebut sering kali menjadi kenangan bagus nan susah dilupakan. Oleh lantaran itu, pengalaman tersebut sangat cocok dijadikan bahan cerita.
Jika Anda sedang mencari inspirasi untuk menulis cerita tentang Lebaran, berikut beberapa contoh cerita nan bisa dijadikan referensi. Contoh cerita Hari Raya Idul Fitri ini penuh dengan imajinasi.
1. Hari raya paling berkesan di kampung laman nenek
Libur Lebaran tahun ini terasa sangat spesial bagi saya dan keluarga. Setelah tahun sebelumnya merayakan Lebaran di Jakarta, kali ini ayah memutuskan untuk pulang ke kampung laman nenek di Cimahi, Bandung.
Keputusan tersebut membikin saya sangat senang lantaran tempat itu menyimpan banyak kenangan masa kecil.
Sebelum berangkat, saya dan ibu menyiapkan beragam bingkisan Lebaran. Kami membeli kue-kue serta beberapa bingkisan mini untuk family dan teman-teman di Cimahi. Saya juga menyiapkan bingkisan unik untuk tiga sahabat masa mini saya, ialah Putri, Ila, dan Nina.
Dahulu, ketika tetap tinggal di Cimahi, kami sering menghabiskan waktu bersama. Kami pergi ke sekolah bersama, bermain di laman rumah, hingga mengaji di sore hari. Bahkan saat bulan Ramadan, kami mempunyai kebiasaan mencari buah-buahan di kebun kakek untuk berbuka puasa.
Ketika malam takbiran tiba, kami juga sering berbagi makanan dengan tetangga menggunakan rantang. Tradisi sederhana ini membikin hubungan kami dengan tetangga menjadi sangat akrab.
Saat kembali ke Cimahi di Lebaran tahun ini, saya merasa sangat senang lantaran bisa bernostalgia dengan teman-teman lama.
Kami berjalan-jalan mengelilingi kota sembari mengenang masa mini nan penuh keceriaan. Rumah nenek selalu menjadi tempat nan penuh kenangan dan kehangatan keluarga.
2. Lebaran seru dengan berkumpul di rumah
Ilustrasi. Contoh cerita Hari Raya Idul Fitri. (iStockphoto)
Tidak seperti biasanya, tahun ini family kami memutuskan untuk tidak mudik. Sebaliknya, rumah kami justru menjadi tempat berkumpul bagi seluruh family besar.
Beberapa hari sebelum Lebaran, kami sudah mulai sibuk mempersiapkan beragam kebutuhan.
Ibu memasak beragam hidangan unik Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang. Sementara itu, saya membantu menata ruang tamu dan menyiapkan kue-kue Lebaran untuk para tamu nan datang.
Pada pagi hari Idulfitri, kami sekeluarga berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Id berbareng penduduk sekitar. Setelah pulang dari masjid, kami melakukan tradisi saling bersalaman dan meminta maaf satu sama lain. Suasana terasa sangat hangat dan penuh haru.
Menjelang siang, rumah kami mulai ramai dengan kehadiran paman, tante, dan sepupu. Kami makan berbareng sembari berbual dan berbagi cerita. Setelah itu, saya bermain dengan sepupu-sepupu sembari menikmati kue nastar dan kastengel.
Malam harinya, kami menyalakan kembang api di laman rumah. Cahaya warna-warni nan menghiasi langit membikin suasana Lebaran semakin meriah.
Meskipun tidak pergi ke mana-mana, Lebaran tahun ini tetap terasa sangat menyenangkan lantaran dihabiskan berbareng family tercinta.
3. Lebaran penuh haru berbareng keluarga
Ilustrasi. Contoh cerita Hari Raya Idul Fitri. (iStockphoto/ferlistockphoto)
Lebaran tahun ini menjadi momen nan sangat mengharukan bagi family kami. Soalnya, ayah baru saja sembuh dari penyakit nan dideritanya selama beberapa tahun terakhir.
Kami semua merasa sangat berterima kasih bisa kembali merayakan Lebaran berbareng dalam keadaan lengkap.
Pagi hari saat Idulfitri, kami bangun lebih awal untuk bersiap pergi ke masjid. Kami mengenakan busana baru dengan warna nan serasi. Setelah melaksanakan salat Id, kami saling berpelukan dan meminta maaf satu sama lain.
Suasana rumah terasa penuh kebahagiaan. Kami makan berbareng sembari bercerita tentang perjalanan ayah selama masa penyembuhan. Banyak momen haru nan membikin kami semakin menyadari pentingnya kebersamaan keluarga.
Di siang hari, beberapa kerabat datang berjamu ke rumah. Kami berbincang santuy sembari menikmati hidangan Lebaran.
Meski tidak melakukan perjalanan jauh, kebersamaan sederhana tersebut terasa sangat berarti.
Lebaran kali ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kebahagiaan terbesar bukanlah perjalanan alias liburan mewah, melainkan kesempatan untuk berkumpul berbareng family dalam keadaan sehat dan penuh rasa syukur.
Dengan membaca contoh cerita Hari Raya Idul Fitri di atas, Anda bisa mendapatkan gambaran gimana menyusun cerita nan menarik dan mudah dipahami.
(gas/asr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·