slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

4 Desa Di Donggala Sulteng Banjir, 3 Rumah Hanyut Dan Jembatan Putus

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Sebanyak empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) terendam banjir hingga 3 rumah milik penduduk dilaporkan hanyut terbawa arus air.

"Iya, ada empat desa di Kecamatan Tanantovea terendam banjir," kata Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Donggala. Sejumlah desa nan terendam ialah Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo.

"Hujan lebat meningkatkan debit sungai sehingga air meluap dan merusak pondasi jembatan di wilayah itu," ungkapnya.

Asbudianto menyebut ada tiga rumah penduduk di Desa Wani 1 hanyut. Sementara ini, tetap dalam pendataan untuk rumah terdampak akibat banjir.

"Saat ini, akibat banjir di Desa Wani 2, Desa Wani 3 mengalami satu rumah rusak dan jembatan penghubung desa terputus. Kemudian tetap didata kondisi di Desa Wani Lumbumpetigo," ujarnya.

Sementara ini, kata Asbudianto, tim BPBD Donggala telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan pendataan dan memantau letak terdampak banjir.

"Saat ini, jembatan darurat dan support logistik dibutuhkan," katanya.

Puluhan penduduk mengungsi di Makassar

Sementara itu banjir juga meredam area Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 14 kepala family alias 53 jiwa kudu mengungsi ke instansi lurah.

"Tercatat 14 KK dengan total 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang," kata Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, Minggu (11/1).

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Makassar, kata Fadli banjir tersebut terjadi pada Sabtu (10/1) akibat curah hujan nan tinggi sehingga air mulai menggenangi di wilayah Kompleks Kodam 3 nan diketahui merupakan wilayah langganan banjir jika musim penghujan tiba.

"Ketinggian air di letak tersebut berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Meski terjadi genangan, akses jalan tetap dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi cuaca dilaporkan cerah dan situasi secara umum kondusif serta terkendali," ungkapnya.

Fadli menuturkan bahwa pihaknya bergerak sigap sejak awal terpantau adanya potensi banjir dan luapan air.

"Begitu ada potensi membahayakan, kami datang untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, dan memastikan kondisi tetap terkendali," katanya.

(fra/mir/fra)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru