Jakarta, CNN Indonesia --
Jerawat barangkali masalah kulit nan dialami nyaris semua orang. Sejumlah makanan dituding jadi penyebabnya. Padahal, tidak semuanya menyebabkan jerawat namalain hanya mitos.
Jerawat bukan hanya persoalan remaja. Masalah kulit nan satu ini bisa muncul bahkan di usia dewasa.
Saking umum dan membingungkannya, banyak mitos nan berkembang, terutama nan mengaitkan jerawat dengan pola makan tertentu. Sayangnya, tidak semua info tersebut terbukti betul secara ilmiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitos makanan penyebab jerawat
Ada beberapa makanan nan disebut bisa memicu jerawat sehingga dihindari mereka nan memiliki kulit rentan berjerawat (acne prone). Anggapan ini sebaiknya ditinggalkan karena belum ada cukup bukti ilmiah.
1. Cokelat
Kabar baik untuk para pecinta cokelat. Melansir dari Healthline tidak ada bukti kuat nan menyatakan bahwa cokelat secara langsung menyebabkan jerawat.
Beberapa studi memang menemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan munculnya jerawat, tapi hasilnya tidak konsisten.
Masalah sebenarnya bukan pada cokelat itu sendiri, melainkan pada kandungan gula dan susu nan bisa memicu peradangan kulit. Jika merasa jerawat muncul setelah makan cokelat, maka coba beranjak ke dark chocolate nan lebih rendah gula.
2. Produk susu
Hubungan antara susu dan jerawat memang tetap menjadi bahan perdebatan. Beberapa studi mengindikasikan bahwa susu, terutama jenis skim bisa memengaruhi produksi hormon nan memperparah jerawat.
Akan tetapi, hasilnya belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa susu adalah penyebab utama jerawat.
Jika merasa kulit memburuk setelah konsumsi produk susu, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan mahir gizi untuk mengevaluasi pola makan Anda.
3. Makanan berminyak
Makanan berminyak termasuk gorengan selama ini dituduh menyebabkan jerawat. Sebenarnya dugaan ini belum terbukti secara ilmiah. (Gita Welastiningtias)
Meski makanan berminyak seperti gorengan sering disalahkan, belum ada penelitian nan membuktikan bahwa makanan tersebut secara langsung menyebabkan jerawat.
Hanya saja, pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah nutrisi memang bisa memicu peradangan nan berakibat pada kulit.
Hal nan lebih penting, hindari menyentuh wajah dengan tangan berminyak lantaran bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat.
4. Gluten
Menghindari gluten tanpa argumen medis seperti penyakit celiac justru bisa menimbulkan stres dan kekurangan nutrisi. Kondisi ini malah bisa memperparah jerawat.
Tidak ada bukti ilmiah nan menunjukkan bahwa diet bebas gluten otomatis memperbaiki kondisi kulit. Sebaiknya konsentrasi pada pola makan seimbang, bukan mengikuti tren diet nan belum terbukti manfaatnya bagi kesehatan kulit.
(tis/els)
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·