Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak empat pemain diaspora Timnas Indonesia nan memihak klub masing-masing sedang berjuang keluar dari ancaman area degradasi.
Saat ini penggawa skuad Garuda tersebar di penjuru Eropa. Tak sedikit dari mereka nan berkompetensi di kasta tertinggi liga domestik seperti Serie A, Bundesliga, Ligue 1, dan Eredivisie.
Namun beberapa dari pemain diaspora sedang berupaya melepaskan tim dari terkaman lembah degradasi. Tentunya turun kasta bukan bagian dari misi bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain klub nan terancam degradasi, adapula tim nan berada di papan bawah namun tetap berkesempatan merangkak ke tempat nan lebih tinggi.
Berikut empat pemain diaspora nan berada di periode degradasi.
Emil Audero Mulyadi (Cremonese)
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi sekarang sedang memperkuat Cremonese dengan status pinjaman dari Como. Namun penjaga gawang kelahiran Lombok itu sedang berjuang keluar dari ancaman degradasi.
Saat ini Cremonese ada di ranking ke-17 alias garis terakhir area aman. Namun perolehan poin mereka sama dengan Lecce nan ada di posisi ke-18.
Cremonese belum menang dari 12 laga terakhir. Ujian berat tetap bakal mereka hadapi lantaran melawan AC Milan pada akhir pekan ini.
Ragnar Oratmangoen berebut bola dengan Daiki Hashioka dalam laga Timnas Indonesia vs Jepang di SUGBK, Jumat (15/11). (CNNIndonesia.com/Adhi Wicaksono)
Ragnar Oratmangoen (FCV Dender)
Ragnar Oratmangoen saat ini berseragam FCV Dender, klub kasta tertinggi Liga Belgia. Namun posisi timnya sedang sangat terancam.
Kini tim nan dimiliki oleh politikus Indonesia Sihar Sitorus itu ada di ranking ke-16 alias dasar klasemen. Torehan 17 poin nampak begitu jauh dari posisi ke-12 nan ditempati Zulte Waregem dengan 29 angka.
Sudah 10 laga terakhir tanpa kemenangan. Jika terus demikian, bukan tak mungkin klub bakal kembali ke kasta kedua.
Kevin Diks (Monchengladbach)
Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks sedang berjuang berbareng Borussia Monchengladbach agar tetap di Bundesliga. Tugas berat menanti pemain 29 tahun itu.
Saat ini Monchengladbach memang belum menyentuh area merah. Mereka ada di tangga ke-14 dengan 22 poin.
Persoalannya, Kevin Diks dan rekan-rekan hanya terpaut tiga nomor dari Werder Bremen nan ada di ranking ke-17 alias area degradasi.
Ole Romeny dan Oxford United berjuang lolos degradasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Ole Romeny (Oxford United)
Striker Timnas Indonesia Ole Romeny kembali mendapatkan menit bermain di Oxford United. Namun tim nan dimiliki Menpora RI dan Ketua PSSI, Erick Thohir itu sedang semenjana.
Oxford United berada di ranking ke-23 alias tempat kedua terendah di klasemen Championship, kasta kedua Liga Inggris. Rentetan hasil jelek membikin The Yellows terancam ambruk ke bagian ketiga.
Mereka tetap terpaut lima nomor dari area kondusif alias posisi ke-21 nan ditempati West Bromwich Albion. Tim didikan Matt Bloomfield itu belum menang dari enam pertandingan.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/ikw/jun)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·