CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 07:45 WIB
Ilustrasi. Sakit kepala selama puasa bisa dicegah dengan beberapa langkah berikut ini. (Getty Images/Elena Gromova)
Jakarta, CNN Indonesia --
Berhadapan dengan rasa haus dan lapar sudah pasti. Namun berpuasa sembari berhadapan dengan sakit kepala tentu mengganggu produktivitas. Berikut beberapa langkah mencegah sakit kepala selama berpuasa.
Jelang sore di bulan Ramadhan, beberapa orang mengeluhkan sakit kepala ringan. Gejala ini kadang diikuti kelopak mata berat, mudah marah, dan kelelahan. Apa Anda juga mengalaminya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas, sakit kepala dipandang sebagai perihal nan lumrah selama berpuasa. Padahal, sakit kepala bisa dicegah dengan strategi hidrasi, asupan, dan rehat nan tepat.
Cara mencegah sakit kepala selama berpuasa
Kamu perlu perencanaan tepat agar sakit kepala tak mengganggu selama berpuasa. Hal ini mulai dari menu nan tepat untuk sahur, strategi hidrasi, dan tidur siang.
1. Atur asupan cairan
Hidrasi jadi satu perihal krusial nan kerap dilupakan selama Ramadhan. Hidrasi tidak menyoal Anda minum sebanyak mungkin agar tidak dehidrasi. Namun minum air secara bertahap.
Orang dewasa disarankan mengonsumsi sekitar 2-2,5 liter cairan antara berbuka dan sahur. Secara rinci, berikut pembagian konsumsi cairan selama Ramadhan.
- 2-3 gelas saat buka puasa
- 1-2 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur
Hindari minuman nan mengandung pemanis buatan nan bisa memicu dehidrasi alias lonjakan kadar gula darah nan cepat.
2. Sisipkan makanan tinggi kandungan air
Buah dan sayuran dengan kandungan air nan tinggi dapat mendukung keseimbangan cairan dan mengurangi akibat kram serta kelelahan.
"Air tetap menjadi pilihan terbaik, tetapi hidrasi juga dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, mentimun, jeruk, beri, yogurt, dan sup," kata Jimmy Joseph, ahli penyakit dalam dan Diabetologi di Aster Specialist Medical Centre, mengutip dari Gulf News.
Tambahkan beberapa menu seperti, semangka, ketimun, jeruk, beri, yogurt, alias sup di meja makan. Deret makanan tersebut mengandung lebih dari 85 persen air berbareng dengan elektrolit dan serat.
Ilustrasi. Menu sahur nan tinggi karbohidrat kompleks dapat mencegah penurunan daya mendadak dan sakit kepala. (Freepik.com)
Hidrasi bekerja maksimal saat dipasangkan dengan nutrisi seimbang. Sebaiknya pilih menu sahur nan melepaskan daya perlahan lewat karbohidrat kompleks misal, oatmeal, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.
Agar terhindar dari penurunan daya mendadak, sahur sebaiknya memasukkan karbohidrat kompleks, protein minim lemak (telur, yogurt, polong-polongan), dan lemak sehat (kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat).
Ide kombinasi menu sahur nan sehat misalnya, oatmeal dengan biji chia, pisang dan selai kadang, roti dari biji-bijian utuh serta alpukat dan telur rebus, kemudian yogurt dan beri.
4. Buka puasa tanpa kekenyangan
Buka puasa dengan menu nan sederhana misal, kurma dengan air juga beberapa butir kacang. Kemudian ikuti dengan menu gizi seimbang nan mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan sayuran.
5. Tidur cukup
Ilustrasi. Selama berpuasa, Anda bisa mencukupi kebutuhan tidur di siang hari. Tidur siang singkat membantu tubuh tetap segar dan terhindar dari sakit kepala. (Natasha Riyandani)
Masalah sakit kepala selama berpuasa kadang disebabkan pola tidur. Selama Ramadhan, pola tidur berubah karena kudu bangun lebih awal untuk sahur, lampau tetap terjaga untuk tarawih.
Selain tidur malam nan cukup, sediakan waktu untuk napping alias tidur siang singkat. Istirahat sangat krusial untuk keseimbangan metabolisme, daya tahan tubuh, dan fokus.
Kurang tidur dapat meningkatkan kelelahan di siang hari, sensitif, dan tekanan terhadap metabolisme tubuh sehingga puasa lebih berat.
(els)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·