CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026 06:30 WIB
Ilustrasi. Umat Islam disunahkan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal lantaran mempunyai banyak keutamaan. Apa saja keistimewaan puasa Syawal? (iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah merayakan Idul Fitri, salah satu ibadah nan dianjurkan adalah puasa Syawal.
Umat Islam disunahkan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal lantaran mempunyai banyak keutamaan. Apa saja keistimewaan puasa Syawal?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mazhab Imam Syafii, Imam Ahmad, dan ustadz lainnya, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Syawal selama enam hari.
Bila memungkinkan, puasa bisa dilakukan secara langsung enam hari berturut-turut pada 2-7 Syawal. Namun, puasa Syawal juga bisa dilakukan meski tidak berturut-turut.
Salah satu keistimewaan puasa Syawal dijelaskan dalam sebuah sabda nan berbunyi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Siapa saja nan berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).
Berikut ini beberapa keistimewaan puasa Syawal lainnya bagi umat Islam nan mengerjakan, melansir beragam sumber.
1. Penyempurna puasa Ramadhan
Mengutip NU Online, dalam Islam ibadah salat fardu disempurnakan dengan melaksanakan shalat sunah rawatib, ialah qabliyah dan bakdiyah.
Dengan melaksanakan salat sunah rawatib, maka salat fardu bakal menjadi sempurna. Begitu pun puasa sunah Syawal nan dapat menyempurnakan puasa Ramadhan.
2. Tanda diterimanya puasa Ramadhan
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa melakukan ibadah sunah setelah ibadah wajib merupakan indikasi bahwa ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT.
Oleh lantaran itu, puasa Syawal mencerminkan kemauan seorang Muslim untuk mempertahankan kebaikan saleh dan menjaga konsistensi ibadah.
3. Pahala puasa satu tahun
Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda di atas, salah satu keistimewaan puasa Syawal adalah dijanjikan pahala seperti pahala berpuasa selama satu tahun.
4. Menjaga konsistensi ibadah
Mengutip Muhammadiyah, Ramadhan merupakan waktu untuk melatih diri dalam beragama secara intensif.
Karena itu, melanjutkannya dengan puasa Syawal dapat menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar berkarakter musiman, melainkan kebiasaan nan terus dipelihara.
5. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Melalui ibadah sunah seperti puasa Syawal, seorang hamba dapat semakin dekat dengan Allah SWT. Dalam sabda Qudsi disebutkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya nan senantiasa mendekat dengan amalan-amalan sunah.
Selain itu, puasa Syawal dapat menjadi sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas hidayah nan melimpah di bulan Ramadhan berupa puasa, salat malam), amal dan lain-lain.
Itulah beberapa keistimewaan puasa Syawal nan perlu diketahui
(pua/fef)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·