Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras hingga rokok tetap menjadi penyumbang utama garis kemiskinan, di mana jumlahnya mencapai 23,36 juta orang hingga September 2025.
Dari info nan dirilis Kamis (5/2), beras berkontribusi sebesar 21,10 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan 24,62 persen untuk wilayah perdesaan. Hal itu mencerminkan besarnya shopping masyarakat nan dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok tersebut.
Komoditas selanjutnya adalah rokok kretek filter, ini memberikan sumbangan terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 10,41 persen di perkotaan dan 9,11 persen di perdesaan. Komoditas lainnya adalah telur ayam ras dengan andil 4,48 persen di perkotaan dan 3,71 persen di perdesaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, daging ayam ras memberikan andil 4,35 persen di perkotaan dan 3,42 persen di perdesaan. Disusul oleh komoditas kopi serbuk & kopi instan (sachet) dengan kontribusi 2,39 persen di perkotaan dan 2,38 persen di perdesaan terhadap kemiskinan.
Sementara itu, komoditas bukan makanan nan memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan adalah perumahan sebanyak 9 persen di perkotaan dan 9,08 persen di perdesaan. Adapula bensin dengan kontribusi 2,88 persen di perkotaan dan 2,90 persen di perdesaan, sementara listrik menyumbang 2,65 persen di perkotaan dan 1,64 persen di perdesaan.
Garis Kemiskinan
Penduduk miskin adalah masyarakat nan mempunyai rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan nan per September 2025 adalah sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.
Dibandingkan Maret 2025, garis kemiskinan tercatat naik 5,30 persen. Sementara jika dibandingkan September 2024, terjadi kenaikan sebesar 7,76 persen.
Hal itu mencerminkan bahwa 23,36 juta orang nan tercatat sebagai orang miskin adalah mereka nan pengeluarannya di bawah Rp641 ribu per bulan.
[Gambas:Video CNN]
(ldn/ins)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·