Jakarta, CNN Indonesia --
Penyakit lambung nan sering dialami manusia perlu untuk diketahui, karena penyakit-penyakit ini kerap diabaikan padahal bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berakibat fatal.
Lambung merupakan salah satu organ vital dalam sistem pencernaan manusia nan berfaedah untuk mencerna makanan secara kimiawi menggunakan masam dan enzim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kembali perannya nan begitu penting, sering kali lambung mengalami gangguan nan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti style hidup nan tidak sehat, pola makan nan tidak teratur, serta stres nan berlebihan.
Penyakit lambung saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan nan paling umum dialami oleh manusia di beragam usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Dirangkum dari beragam sumber, berikut lima penyakit lambung nan sering dialami manusia, komplit dengan indikasi dan langkah mencegahnya.
1. Gastritis (Radang lambung)
Gastritis adalah peradangan pada tembok lambung nan disebabkan oleh jangkitan kuman Helicobacter pylori, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), alias pola makan nan tidak teratur.
Gejala pada penyakit ini meliputi nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, serta kehilangan nafsu makan, seperti dikutip dari buku Mengenal Penyakit Organ Cerna: Gastritis (Penyakit Maag).
Agar terhindar dari radang lambung sebaiknya hindari makan pedas, asam, serta minuman berkafein dan alkohol, lantaran semua itu dapat memicu terjadinya radang lambung.
2. Maag (Dispepsia)
Maag adalah salah satu penyakit lambung nan paling sering kita dengar dan dialami oleh sebagian besar manusia.
Maag merupakan istilah umum nan menggambarkan rasa tidak nyaman alias nyeri di area lambung akibat peningkatan masam lambung alias iritasi. Kondisi ini sering muncul lantaran kebiasaan terlambat makan alias stres.
Gejala umum pada penderita maag berupa rasa perih di ulu hati, sering beserdawa, dan perut terasa penuh alias kembung meski makan sedikit.
Untuk mencegah maag cobalah untuk makan nan teratur meskipun dalam porsi mini dan juga hindari makanan pemicu asam.
3. Tukak Lambung (Ulkus peptikum)
Tukak lambung adalah istilah penyakit lambung nan terjadi ketika lapisan pelindung lambung rusak sehingga menyebabkan luka terbuka akibat paparan masam lambung nan berlebihan.
Penyebabnya bisa lantaran jangkitan H. pylori dan penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. Penyakit ini juga bisa muncul andaikan maag dan radang lambung nan sering diabaikan sehingga memperburuk keadaan.
Adapun indikasi nan dialami adalah nyeri dahsyat di perut bagian atas, mual, muntah darah, alias tinja berwarna hitam. Untuk mengobatinya gunakan obat antibiotik dan obat penurun masam lambung.
4. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Penyakit lambung nan sering dialami manusia selanjutnya adalah GERD. Gastroesophageal Reflux Disease alias nan lebih dikenal dengan istilah GERD merupakan penyakit refluks masam nan terjadi ketika masam lambung naik ke kerongkongan secara berulang.
Ditambahkan dari kitab A to Z Penyakit GERD: Pertolongan Pertama Mengenal dan Menuntaskan GERD, indikasi GERD terkadang mirip dengan penyakit jantung. Perbedaannya, nyeri pada GERD biasanya disertai rasa panas di dada.
Gejalanya seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), batuk kering, dan rasa masam di mulut. Penyebab muncul GERD bisa lantaran kelebihan berat badan, kebiasaan berebahan setelah makan, alias konsumsi kafein berlebihan.
Untuk menghindarinya usahakan jaga berat badan ideal, hindari makan sebelum tidur, dan kurangi makanan berlemak.
5. Gastroparesis
Selanjutnya adalah Gastroparesis ialah kondisi ketika lambung susah mengosongkan isinya ke usus mini akibat gangguan pada saraf lambung.
Penyebab nan paling umum adalah diabetes, pengaruh samping obat, alias kerusakan saraf vagus. Sementara itu indikasi nan dialami berupa perut kembung, sigap kenyang, mual, dan muntah setelah makan.
Untuk menanganinya ubah pola makan menjadi porsi mini tapi sering dan juga gunakan pengobatan sesuai rekomendasi dokter.
Itulah lima penyakit lambung nan sering dialami manusia nan perlu kita ketahui. Untuk menghindarinya, jaga pola makan, terapkan style hidup sehat, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Semoga bermanfaat!
(mrs/juh)
[Gambas:Video CNN]
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·