CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 06:30 WIB
Ilustrasi. Tanpa pengaturan pola makan nan tepat, berat badan berisiko meningkat selama Ramadhan. (iStock/tortoon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa sering dianggap sebagai momen nan tepat untuk menurunkan berat badan. Namun, tanpa pengaturan pola makan nan tepat, berat badan justru berisiko meningkat selama Ramadhan.
Dokter ahli gizi Johanes Chandrawinata mengatakan, kenaikan berat badan saat puasa umumnya terjadi lantaran asupan kalori berlebih, terutama ketika berbuka. Tanpa pengendalian porsi dan pemilihan makanan nan tepat, puasa bisa menjadi periode makan berlebihan nan tidak disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa tips dari master gizi agar puasa tetap kondusif tanpa memicu kenaikan berat badan.
1. Kendalikan asupan kalori saat berbuka
Masalah utama kenaikan berat badan selama puasa sering terjadi saat berbuka. Rasa lapar nan menumpuk seharian membikin banyak orang makan berlebihan begitu azan berkumandang.
Johanes mengingatkan, agar momen berbuka tidak dijadikan arena balas dendam. Misalnya, terlalu sering menghadiri aktivitas buka berbareng di restoran alias hotel.
2. Awali berbuka dengan buah dan minuman tanpa gula
Mengawali berbuka dengan buah membantu menahan rasa lapar sebelum makan besar. Cara ini membikin tubuh tidak langsung menerima asupan kalori tinggi dalam waktu singkat.
Selain itu, Johanes menyarankan memilih air putih alias teh hangat dibanding minuman manis. Minuman tinggi gula justru menambah kalori tanpa memberikan rasa kenyang nan cukup.
3. Terapkan prinsip piring makan sehat
Pemilihan menu saat makan berat menjadi kunci menjaga berat badan. Setengah piring sebaiknya diisi sayuran rendah kalori, baik sayuran segar maupun tumisan ringan dengan sedikit tambahan dressing.
Untuk sumber karbohidrat, master menyarankan memilih nasi putih alias nasi merah nan tidak digoreng dan dikonsumsi dalam porsi kecil. Gorengan, kerupuk, dan keripik sebaiknya dihindari lantaran mudah menambah asupan kalori.
4. Pilih protein rendah lemak agar sigap kenyang
Protein tidak perlu dibatasi secara ketat selama puasa lantaran membantu rasa kenyang lebih lama. Namun, jenis protein tetap perlu diperhatikan.
Johanes menyarankan memilih protein rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan nan tidak digoreng, pepes, alias daging bakar tanpa lemak.
"Boleh dikonsumsi selama pilihnya nan hanya daging saja tanpa ada lemaknya," kata Johanes kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/2).
5. Batasi santan dan ramuan kacang
Makanan bersantan dan ramuan kacang menjadi sumber kalori tersembunyi nan sering tidak disadari. Jika mengonsumsi makanan bersantan, Johanes menyarankan agar santannya tidak disiramkan ke nasi.
Hal nan sama bertindak untuk ramuan kacang pada sate alias pecel. Konsumsi dalam jumlah sedikit lebih kondusif dibanding menyiramkannya ke makanan.
6. Pilih buah sebagai pencuci mulut
Setelah makan besar, banyak orang tergoda menyantap kue tradisional nan tinggi gula, tepung, dan santan. Padahal, jenis makanan ini mudah memicu kelebihan kalori.
Johanes menyarankan buah segar sebagai pilihan pencuci mulut nan lebih sehat. Selain itu, minuman manis juga sebaiknya dihindari agar rehidrasi tubuh melangkah optimal tanpa tambahan kalori berlebih.
Dengan pengaturan makan nan lebih bijak, puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga momentum menjaga berat badan tetap stabil dan pola hidup lebih sehat.
(nga/asr)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·