Jakarta, CNN Indonesia --
Menjenguk orang sakit dilakukan sebagai corak empati dan simpati kepada sesama muslim dan buatan Allah Swt. Namun, ada baiknya untuk mengetahui etika menjenguk orang sakit agar tidak mengganggu kenyamanan serta kunjungan tersebut dapat berbobot ibadah.
Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan support satu sama lain, termasuk pertolongan ketika seseorang mengalami musibah berupa penyakit. Salah satu nan bisa dilakukan adalah menjenguk orang sakit.
Dalam buku Ringkasan Kitab Adab nan ditulis Fuad bin Abdul Aziz, terdapat banyak keistimewaan bagi mereka nan menjenguk orang sakit. Hal ini termaktub dalam sabda nan diriwayatkan Tsauban Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Saw berfirman nan artinya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang siapa nan menjenguk orang nan sedang sakit, dia senantiasa berada pada khurfah (memanen buah-buahan) di surga, hingga dia kembali ke rumahnya." (Diriwayatkan Muslim, Ahmad, dan At-Timidzi).
Adab menjenguk orang sakit
Lantas, apa saja etika menjenguk orang sakit nan perlu dipahami agar menjadi nilai ibadah dan juga pahala? Mengutip NU Online dan sumber lainnya, berikut rinciannya.
1. Menjenguk dengan niat nan tulus
Menjenguk orang sakit bukan sekadar formalitas belaka. Supaya mendapatkan pahala dan nilai ibadah, niatkan secara tulus untuk mendukung alias apalagi meringankan beban orang nan sedang dilanda cobaan.
Niat nan tulus saat menjenguk sejalan pula dengan sabda Rasulullah, "Sesungguhnya perbuatan itu (diterima) menurut niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Perhatikan waktu nan tepat untuk menjenguk
Waktu untuk menjenguk orang nan sakit mesti memerhatikan kebiasaan orang-orang alias lingkungan sekitar. Usahakan ketika menjenguk tidak mengganggu waktu rehat alias berbenturan dengan waktu-waktu ibadah.
Meskipun tampak sepele, pemilihan waktu nan tepat bakal membikin orang nan sakit dan kerabatnya merasa nyaman ketika dijenguk.
3. Tidak berlama-lama saat menjenguk
Tidak berlama-lama saat menjenguk orang sakit merupakan salah satu etika nan mesti diketahui sekaligus dipraktikkan. Pasalnya, jika berlama-lama, bukan tidak mungkin penderita penyakit justru merasa repot dan bisa jadi menambah rasa sakitnya.
Dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dia berkata: "Menjenguk nan paling baik adalah jangan terlalu lama."
4. Menampakkan rasa belas kasih
Adab menjenguk orang sakit lainnya adalah menampakkan rasa belas kasih kepada penderita penyakit. Tunjukkan gestur nan sopan diiringi kata-kata lembut dengan nada lembut dan bunyi nan tidak terlalu keras.
5. Mendoakan agar sigap sehat
Mendoakan agar sigap sehat merupakan etika menjenguk orang sakit nan paling utama. Dalam sabda Ummu Salamah r.a, dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw berfirman nan artinya:
"Jika kalian menjenguk orang nan sakit alias bertakziah kepada orang nan telah wafat, maka ucapkanlah kata-kata nan baik lantaran sesungguhnya para malaikat bakal mengamini apa nan kalian ucapkan."
Doa untuk kesembuhan orang sakit nan bisa dibaca adalah sebagai berikut:
لَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Latin: Allahumma rabban naasi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqaman.
Artinya: Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan lantaran Engkau adalah penyembuh. Tiada nan dapat menyembuhkan penyakit selain Engkau dengan kesembuhan nan tidak menyisakan rasa nyeri.
6. Menjaga pandangan mata dari orang nan sedang sakit
Orang nan menjenguk sudah sepatutnya menjaga pandangan mata dari apa saja nan tidak patut dilihat dari orang nan sedang sakit. Misalnya, ketika penderita penyakit sedang makan alias minum, sebaiknya jagalah pandangan agar mereka tetap merasa nyaman.
Itulah uraian mengenai etika menengok orang sakit dalam Islam. Semoga bermanfaat.
(hdr/fef)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·