slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

7 Alat Musik Tradisional Jawa Barat Dan Cara Memainkannya

Sedang Trending 8 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Jawa Barat terkenal dengan beragam keseniannya, termasuk perangkat musik. Apa saja perangkat musik tradisional Jawa Barat?

Alat musik unik Jawa Barat mempunyai karakter nan unik. Bahkan beberapa perangkat musik tradisional dari wilayah ini sudah mendunia dan terdaftar sebagai salah satu warisan budaya UNESCO dan dikenal di beragam negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya bagian dari budaya dan kesenian, perangkat musik wilayah berfaedah sebagai perangkat komunikasi dan intermezo bagi masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa perangkat musik tradisional Jawa Barat nan paling terkenal dan langkah memainkannya nan perlu Anda ketahui.

1. Angklung

Angklung adalah perangkat musik paling ikonis dari Jawa Barat dan diakui secara internasional nan terbuat dari susunan bilah-bilah bambu.

Angklung dimainkan dengan langkah menggetarkan alias menggoyangkannya sehingga menghasilkan bunyi nan begitu merdu dan khas. Untuk menciptakan harmoni nan indah, dibutuhkan sejumlah orang untuk memainkan angklung ini. Karena satu angklung mewakili satu tangga nada.

Pada 2011, perangkat musik angklung juga masuk di Guinness Book of World Record dengan catatan rekor bumi dari keselarasan perangkat musik angklung.

Prestasi bumi ini melibatkan kurang lebih lima ribu partisipan dari beragam bangsa di bumi nan memainkan angklung berbareng di Washington, Amerika Serikat.

Mereka membawakan lagu We Are The World oleh Michael Jackson. Keberhasilan tersebut digawangi oleh seorang maestro angklung berjulukan Daeng Udjo dari Sanggar Seni Saung Mang Udjo di Bandung.


2. Tarawangsa

Mengutip kitab Alat Musik Tradisional Nusantara karya Akhmalul Khuluq, tarawangsa adalah perangkat musik unik Jawa Barat nan dimainkan dengan langkah digesek.

Alat musik ini diperkirakan keberadaannya jauh lebih tua dari rebab. Hal nan membedakan tarawangsa dengan rebab adalah, jika bagian dasar rebab berbentuk hati, maka tarawangsa berbentuk persegi panjang.

Tarawangsa sering dimainkan beriringan dengan perangkat musik sejenis kecapi nan disebut jentreng.


3. Calung

Sama dengan angklung, calung juga perangkat musik tradisional Jawa Barat nan terbuat dari bambu. Berbeda dengan angklung, calung dimainkan dengan langkah memukul-mukul batang dari ruas-ruas alias tabung bambu nan tersusun.

Awalnya perangkat musik calung ini merupakan seni kalangenan (bersifat hobi), namun pada perkembangannya Calung telah menjadi seni pertunjukkan nan populer.

Dalam seni pertunjukan, jenis Calung nan sering digunakan adalah Jingjing. Calung Jingjing merupakan corak perkembangan dari Calung Rantay dan Calung Gambang nan dikembangkan secara imajinatif oleh Ekik Barkah, Parmas dkk, aktivis Departemen Kesenian UNPAD Bandung, tahun 1960.

Perkembangan Calung bukan saja pada corak waditranya, tetapi penampilannya pun telah berkembang menjadi seni pagelaran nan berkarakter tontonan alias hiburan.

Bentuk seni pagelaran Calung nan terkenal saat ini telah dilengkapi dengan vokal/lagu, dialog-dialog humor, gerak-gerak kocak dan lawakan-lawakan nan mengundang gelak tawa para penontonnya.


4. Suling

Suling merupakan perangkat musik dari Tanah Sunda nan terkenal digunakan di beragam pagelaran seni di Jawa Barat. Bentuknya menyerupai tabung berukuran mini dan panjang nan dilengkapi empat hingga enam lubang di permukaannya nan disusun secara presisi.

Cara memainkan suling adalah dengan meniup bagian ujungnya. Untuk membikin ragam nada, Anda bisa memainkannya dengan menutup dan membuka lubang pada badan suling. Saat ditiup, suling ini bakal menghasilkan melodi nan lembut dan indah.


5. Jentreng

Jentreng adalah sejenis perangkat musik kecapi dengan jumlah dawai tujuh buah. Namun, ukurannya jauh lebih mini dibandingkan kecapi. Alat musik ini terbuat dari kayu nangka.

6. Karinding

Karinding terbuat dari pelepah daun enau alias bilahan bambu kecil. Cara menghasilkan bunyinya ialah dengan memanfaatkan resonator rongga mulut untuk menghasilkan bunyi dengung.

Saat dimainkan ujung bilah bambu disentil, dijentikkan, alias dipukul-pukulkan secara berulang menggunakan jari, sehingga menimbulkan kemandang nan berpadu dengan bunyi dengungan.


7. Gembyung

Gembyung terbuat dari kulit dan kayu. Berdasarkan onomatopea (kata mengikuti bunyi), kata gembyung berasal dari bunyi pola tabuh gem (ditabuh dan ditahan) dan byung (ditabuh dan dilepas).

Gembyung merupakan salah satu seni musik tradisional nan persebarannya meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, Subang, Sumedang, Ciamis, dan Garut.

Lagu nan dibawakan menggunakan gembyung biasanya berkata Sunda buhun. Beberapa titel lagu di antaranya: Assalamualaikum, Yar Bismillah, Salawat Nabi, Salawat Badar, Raja Sirai, Siuh, Rincik Manik, dan Éngko.

Lantunan musik dan lagu dalam seni gembyung menjadi pedoman bagi para penari dengan melakukan mobilitas tari nan tidak berpola dengan iringan nan dinamis.

Itulah 7 perangkat musik tradisional Jawa Barat untuk Anda ketahui dan langkah memainkannya. Semoga bermanfaat.

(pua/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru