slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

7 Fungsi Trakea Pada Sistem Pernapasan Manusia

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Trakea merupakan salah satu organ vital nan berkedudukan besar dalam proses pernapasan manusia. Tanpa trakea, udara nan kita hirup tidak bakal bisa sampai ke paru-paru untuk dilakukan pertukaran gas.

Fungsi trakea pada sistem pernapasan ialah menjadi jalur utama masuknya oksigen. Selain itu, trakea juga mempunyai peran perlindungan terhadap organ pernapasan lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), trakea adalah saluran nan menghubungkan laring dan bronkus.

Trakea mempunyai panjang sekitar 10-12 cm dengan lebat 2 cm. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir nan terdiri atas jaringan epitelium bersilia.

Trakea dilapisi oleh sel-sel unik nan bisa menyaring partikel debu, kotoran, hingga mikroorganisme agar tidak masuk ke paru-paru.

Dengan kata lain, kegunaan trakea pada sistem pernapasan tidak hanya sebatas membawa udara, tetapi juga menjaga kesehatan paru-paru dari beragam ancaman luar.

Berikut penjelasan kegunaan trakea pada sistem pernapasan, seperti dilansir pada laman Cleveland Clinic dan sumber lainnya.

1. Jalur utama keluar masuk udara

Fungsi trakea pada sistem pernapasan nan paling mendasar adalah sebagai saluran penghubung antara laring dengan bronkus.

Udara nan kita hirup melalui hidung alias mulut bakal melewati trakea sebelum akhirnya masuk ke paru-paru. Proses ini juga bertindak sebaliknya saat tubuh mengeluarkan karbon dioksida.

2. Menjaga kestabilan saluran napas

Cincin tulang rawan pada trakea berfaedah menjaga agar saluran udara tidak mudah menyempit alias kolaps. Fleksibilitas tulang rawan ini memungkinkan trakea tetap terbuka meski ada tekanan dari luar, sehingga aliran udara tetap lancar.

3. Menyaring partikel asing

Lapisan mukosa pada trakea menghasilkan lendir alias mukus nan berfaedah sebagai perangkap partikel asing seperti debu, polusi, dan mikroorganisme.

Dengan demikian, paru-paru terlindungi dari masuknya unsur rawan nan bisa memicu infeksi.

4. Menggerakkan lendir keluar dari saluran pernapasan

Trakea mempunyai silia, ialah rambut-rambut lembut mikroskopis nan bergerak secara ritmis untuk mendorong lendir ke arah tenggorokan. Lendir tersebut kemudian dapat dikeluarkan dengan batuk alias ditelan, sehingga saluran napas tetap bersih.

5. Mendukung refleks batuk

Di antara cincin tulang rawan terdapat otot trakealis nan berkontraksi saat tubuh batuk. Kontraksi ini menghasilkan tekanan udara nan kuat untuk mengeluarkan lendir maupun barang asing dari saluran pernapasan.

Inilah kenapa batuk merupakan salah satu sistem alami tubuh dalam menjaga kesehatan trakea.

6. Menjadi bagian dari pohon trakeobronkial

Trakea adalah awal dari sistem percabangan saluran udara alias pohon trakeobronkial. Dari trakea, udara dialirkan ke bronkus, kemudian ke bronkiolus, hingga ke alveoli.

Di alveoli inilah pertukaran oksigen dan karbon dioksida berlangsung. Fungsi ini menunjukkan bahwa trakea berkedudukan sebagai gerbang utama menuju proses respirasi seluler.

7. Melindungi organ pernapasan bagian bawah

Dengan perannya dalam menyaring kotoran, mendukung batuk, dan menjaga kestabilan saluran udara, trakea bertindak sebagai garda terdepan nan melindungi paru-paru.

Fungsi trakea pada sistem pernapasan ini sangat krusial agar organ pernapasan bagian bawah tetap sehat dan bisa bekerja optimal.

Nah, itulah kegunaan trakea pada sistem pernapasan manusia nan dapat dipelajari. Semoga bermanfaat.

(gas/juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru