Jakarta, CNN Indonesia --
Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) identik dengan jenis perlombaan, seperti balap karung, panjat pinang, alias makan kerupuk.
Namun, tidak ada salahnya panitia aktivitas mencoba rekomendasi lomba 17-an anti mainstream untuk membikin Hari Kemerdekaan jadi terasa lebih berkesan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencoba buahpikiran lomba nan tidak biasa bukan hanya menambah keseruan, tapi juga memberi tantangan baru bagi peserta.
Dengan begitu, seremoni kemerdekaan bakal terasa lebih berkesan, meriah, dan meninggalkan cerita seru nan bakal dibicarakan hingga tahun depan.
Berikut ini beberapa rekomendasi lomba 17-an anti mainstream untuk rayakan Hari Kemerdekaan nan bisa dicoba.
1. Lomba membikin busana merah putih dari peralatan bekas
Lomba ini adalah menciptakan busana bertema merah putih dari bahan-bahan sederhana seperti kardus, kantong plastik, kain perca, hingga botol bekas.
Berikan waktu nan terbatas, misalnya hanya 15-20 menit sehingga peserta kudu berpikir sigap dan kreatif.
Setelah selesai, peserta memamerkan hasil karyanya di "catwalk" mini, diiringi sorakan penonton. Selain menambah hiburan, lomba ini juga memberi pesan tentang pentingnya mendaur ulang dan memanfaatkan peralatan bekas.
2. Estafet air menggunakan spons
Sekilas terlihat mudah, tetapi memindahkan air dari satu ember ke ember lain hanya dengan spons rupanya penuh kejutan. Spons nan sigap kehilangan air membikin peserta kudu berlari, memeras, lampau kembali lagi dengan ritme nan tepat.
Koordinasi antaranggota tim menjadi kunci, dan sering kali kekompakan itu baru terbentuk setelah beberapa kali mencoba. Setiap percikan air nan jatuh di tengah jalan seakan jadi intermezo tambahan bagi penonton.
3. Lomba teka-teki sejarah Indonesia
Lomba teka-teki sejarah Indonesia adalah lomba nan memadukan intermezo dengan edukasi. Sorakan penonton sering kali menambah tekanan, membikin suasana menjadi tegang sekaligus lucu.
Tiap tim mendapat kartu berisi pertanyaan tentang sejarah kemerdekaan, pahlawan nasional, hingga lagu perjuangan. Ada nan langsung menjawab mantap, ada pula nan berdebat sigap sebelum waktu habis.
Di akhir lomba, penonton pun tanpa sadar ikut belajar dan mengingat kembali sejarah bangsa.
4. Lomba tebak rasa makanan tradisional
Dengan mata tertutup rapat, peserta kudu menebak makanan tradisional hanya dari rasa dan aromanya.
Mulai dari klepon nan manis legit hingga lemper dengan aroma daun pisang nan khas, setiap suapan membawa rasa penasaran.
Setiap jawaban betul mendapat poin, sedangkan jawaban salah tidak mendapat nilai. Setelah semua makanan dicicipi, peserta dengan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
5. Lomba menyusun menara dari kerupuk
Jika jenuh dengan lomba makan kerupuk biasa, coba buat lomba Menyusun menara dari kerupuk. Sediakan kerupuk dalam jumlah dan ukuran nan sama untuk setiap peserta.
Peserta kudu menyusun kerupuk secara vertikal setinggi mungkin tanpa support lem, tusuk sate, alias penopang lain. Jika menara roboh sebelum waktu berakhir, peserta kudu menyusunnya kembali dari awal.
Pada akhir waktu nan ditentukan, tinggi tumpukan diukur, dan peserta dengan menara tertinggi nan tetap berdiri dinyatakan sebagai pemenang.
6. Lomba lari dengan sarung berpasangan
Agar lomba balap terasa lebih seru, coba ubah sedikit konsepnya menjadi lomba lari dengan sarung berpasangan.
Minta peserta memasukkan kaki mereka ke dalam satu sarung besar sehingga keduanya kudu bergerak dengan langkah nan sama.
Lomba dimulai dari garis start menuju garis finish dengan jarak nan sudah ditentukan. Jika salah satu peserta terjatuh alias keluar dari sarung, mereka wajib berakhir dan memperbaiki posisi sebelum melanjutkan lomba.
Tim pertama nan mencapai garis finish tanpa melanggar patokan menjadi pemenang.
7. Lomba menangkap belut di lumpur
Rekomendasi lomba 17-an anti mainstream berikutnya adalah menangkap belut di lumpur. Isi kolam mini dengan lumpur dan beberapa ekor belut dengan jumlah nan sama untuk setiap putaran.
Lalu, beri peserta waktu untuk masuk dan menangkap belut dengan rentang waktu tertentu.
Setiap belut nan sukses ditangkap kudu dimasukkan ke wadah nan disediakan di tepi kolam. Peserta nan sukses mengumpulkan belut terbanyak di akhir waktu menjadi pemenang.
8. Lomba karaoke
Kamu juga bisa merancang lomba karaoke, tetapi dengan aransemen nan sedikit berbeda, misalnya seperti jenis dangdut, reggae, rock, alias tempo lambat.
Agar adil, minta peserta mengambil undian berisi lagu dan aransemen nan kudu dibawakan. Selama tampil, peserta wajib menyanyikan lirik sesuai aslinya sembari mengikuti irama musik nan diberikan.
Penilaian bisa mencakup ketepatan nada, keahlian mengikuti tempo, dan kesesuaian pembawaan dengan irama lagu.
9. Lomba balap karung pakai helm
Balap karung merupakan lomba nan cocok untuk semua usia. Agar makin seru dan juga sebagai perlindungan diri, peserta bisa menggunakan helm.
Itulah sejumlah rekomendasi lomba 17-an anti mainstream nan bisa Anda coba sebagai panitia untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Semoga bermanfaat.
(han/juh)
[Gambas:Video CNN]
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·