Jakarta, CNN Indonesia --
Darah merupakan salah satu cairan terpenting dalam tubuh manusia. Melalui darah, oksigen, unsur makanan, dan hormon diedarkan ke seluruh tubuh agar setiap organ bisa bekerja dengan baik.
Namun, sama seperti bagian tubuh lainnya, darah juga bisa mengalami gangguan alias kelainan. Berikut beberapa penyakit nan berasosiasi dengan darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa penyakit tersebut apalagi bisa memengaruhi kegunaan organ lain lantaran darah berkedudukan membawa nutrisi dan oksigen sehingga krusial untuk memahami apa saja jenis penyakit nan berasosiasi dengan darah.
Simak beberapa penyakit nan berangkaian dengan darah, indikasi umum, dan langkah menjaga kesehatannya berikut ini nan dihimpun dari beragam sumber.
Jenis-jenis penyakit nan berasosiasi dengan darah
Di dalam darah terdiri dari empat komponen pembentuk darah ialah plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (keping darah).
Beberapa penyakit darah dibedakan berasas bagian darah nan terganggu. Dikutip dari IPA Terpadu Jilid 2A, berikut ini contoh dan penjelasannya:
1. Anemia
Anemia adalah penyakit darah nan paling sering dijumpai. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah alias kadar hemoglobin berada di bawah normal. Akibatnya, jaringan tubuh kekurangan oksigen sehingga penderita merasa lemas, pucat, pusing, dan mudah lelah.
Beberapa penyebab anemia bisa lantaran kekurangan unsur besi alias vitamin B12, perdarahan berkepanjangan (misalnya lantaran menstruasi berat), serta adanya penyakit kronis nan menghalang pembentukan darah.
2. Anemia aplastik
Berbeda dengan anemia biasa, anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang kandas memproduksi sel darah baru.
Artinya, baik sel darah merah, putih, maupun trombosit bisa berkurang jumlahnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh jangkitan virus, paparan bahan kimia beracun, alias gangguan sistem imun.
3. Anemia sel sabit
Anemia sel sabit disebabkan oleh kelainan genetik nan membikin corak sel darah merah menyerupai sabit.
Bentuk nan tidak normal ini menyebabkan sel darah mudah rusak dan susah mengalir di pembuluh darah. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri hebat, anemia berat, hingga gangguan organ.
4. Talasemia
Penyakit nan berasosiasi dengan darah selanjutnya ialah talasemia nan juga termasuk penyakit keturunan nan memengaruhi produksi hemoglobin.
Penderita talasemia biasanya tampak pucat, sering lelah, dan pertumbuhannya lebih lambat dibanding anak seusianya.
5. Leukemia
Leukemia dikenal sebagai kanker darah, di mana sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan.
Akibatnya, sel darah sehat menjadi berkurang. Penderita leukemia biasanya mudah mengalami infeksi, kelelahan berat, pendarahan, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
6. Limfoma
Limfoma adalah jenis kanker nan menyerang sistem limfatik, ialah bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Sel-sel limfosit tumbuh menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegunaan darah. Gejala nan sering dialami antara lain pembengkakan kelenjar, demam, hingga penurunan berat badan.
7. Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit keturunan nan membikin darah susah membeku. Orang dengan hemofilia mudah mengalami pendarahan berkepanjangan meski hanya luka kecil. Hal ini disebabkan oleh kurangnya aspek pembekuan darah.
8. Trombositopenia
Penyakit ini terjadi ketika jumlah trombosit dalam darah menurun drastis. Karena trombosit berkedudukan dalam pembekuan darah, penderita trombositopenia sering mengalami mimisan, gusi berdarah, alias mudah memar.
9. Polisitemia
Kebalikan dari anemia, polisitemia adalah kondisi di mana tubuh memproduksi terlalu banyak sel darah merah. Keadaan ini membikin darah menjadi lebih kental, sirkulasi terganggu, dan akibat pembekuan darah meningkat.
Gejala umum penyakit nan berasosiasi dengan darah
Meski jenisnya penyakitnya berbeda-beda, tetapi ada beberapa indikasi nan paling umum pada penyakit darah bisa nan dikenali sejak dini, antara lain:
- Wajah tampak pucat
- Mudah capek dan pusing
- Sering merasa sesak alias lemah
- Mimisan alias gusi berdarah tanpa sebab
- Mudah memar meski tidak terbentur keras
- Infeksi nan sering kambuh
- Berat badan turun tanpa argumen jelas
Jika gejala-gejala ini muncul secara terus-menerus, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara menjaga kesehatan sistem peredaran darah
Menjaga kesehatan sistem peredaran darah merupakan bagian krusial dari style hidup sehat. Berikut beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan darah:
- Konsumsi makanan bergizi nan kaya unsur besi, seperti sayur hijau, hati ayam, dan daging merah, serta vitamin B12 dan C.
- Rutin berolahraga lantaran aktivitas bentuk membantu melancarkan peredaran darah.
- Istirahat nan cukup dan hindari stres berlebih, lantaran stres bisa mempengaruhi tekanan darah.
- Tidak merokok dan batasi kafein untuk menjaga kegunaan jantung dan pembuluh darah.
- Lakukan pemeriksaan darah secara berkala, terutama jika mempunyai riwayat penyakit darah dalam keluarga.
Demikian beberapa penyakit nan berasosiasi dengan darah, selain mengenal kegunaan darah, krusial juga memahami penyakit pada darah agar tahu langkah mencegahnya.
(mrs/juh)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·