Jakarta, CNN Indonesia --
Maulid Nabi adalah momen nan ditunggu-tunggu dan spesial bagi seluruh umat Islam untuk merayakan dan mengenang kelahiran Rasulullah Saw.
Cara untuk mengungkapkan bentuk hormat dan cinta kepada Nabi Muhammad Saw selain dengan bermohon dan bersholawat juga bisa dengan membuat puisi tentang Maulid Nabi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihimpun dari beragam sumber, berikut beberapa contoh puisi tentang Maulid Nabi singkat dan penuh makna keteladanan, nan bisa dibacakan ketika aktivitas Maulid Nabi.
1. Rasulullah Nabiyallah
Puisi karya Any Adhista ini menceritakan tentang Rasulullah Nabiyallah alias Nabi Muhammad, ialah nabi dan rasul utusan Allah Swt nan membawa wahyu Al Quran.
Yaa Nabi Yaa Rasulullah
Cahaya hari kami, kekasih Allah
Anta syamsun anta badrun
Anta nurun fawqa nuri
Engkaulah surya nan menyinari kelamnya hati manusia
Engkaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia
Engkaulah sinar di atas cahaya
Yaa Nabiyallah, Yaa Habiballah
Betapa mulia akhlakmu
Bagai sinar kemuliaan Al Quran
Besarnya perjuanganmu menegakkan agama
Agungnya cintamu menyayangi sesama
Harum senyummu pada wajah dunia
Betapa ramah sikapmu tertanam dalam jiwa
Yaa Nabiyallah, Yaa Habiballah
Betapa bagus akhlakmu
Bagai sinar keelokan Al Quran
Rindu kami padamu sepanjang waktu
Engkaulah cermin bagi hidup kami
Engkaulah petunjuk perjalanan kami
Engkaulah mata air hati dan pikiran kami
Wahai teladan nan tak pernah padam
Yaa Nabiyallah, Yaa Habiballah
Betapa suci akhlakmu
Bagai sinar kesucian Al Quran
Hadirkanlah cintamu dalam ibadah kami
Ajarkanlah ketabahanmu dalam angan kami
Mengalirlah jihadmu dalam hati kami
Tumbuhkanlah akhlakmu dalam hidup kami
Yaa Nabi Yaa Rasulullah
Pujaan hati kami, kekasih Allah
Anta syamsun anta badrun
Anta nurun fawqa nuri
Engkaulah surya, engkaulah purnama
Engkau sinar di atas cahaya.
Tangisku di bulan Rabiul Awal
Ya Nabi Salam Alaika
Aku menangis ketika membaca cerita
Engkau berceramah di tengah siksa
Di saat kaum Quraisy menebar biadab merajalela
2. Kekasih Ilahi
Berikutnya adalah puisi Maulid Nabi karya Ika Refi K.
Rintihan hujan diselimuti angin malam
Berharap mendapat syafaat hingga bibirku terbungkam
Menahan kangen bagai ditusuk seribu duri
Karena kehampaan hidup ini
Tanpa seorang kekasih ilahi
Dia perjuangkan agamanya
Dia perjuangkan kehormatan kaum wanita
Di akhir hayatnya dia sebut umatnya
3. Kecintaanku Padamu ya Rasul
Puisi karya Mustika Rachel ini mengisahkan tentang rasa cinta pada Nabi Muhammad.
Wajahmu nan tak pernah kulihat
kegelapanmu nan hanya dapat tergambarkan lewat cerita
jasamu nan selalu terkenang
membuat rasa cintaku semakin menggebu-gebu
Ketabahanmu nan selalu memotivasiku
ketaatanmu nan buatku terkagum-kagum
dan berambisi bakal kujumpai kau di surga
bersama mereka nan mencintaimu
Wahai Nabi ku
betapa cintanya saya pada sosokmu
betapa rindunya saya bakal kelembutan nan selalu
kauterapkan
Wahai Rasulku
akuilah saya sebagai umatmu
ajaklah saya untuk dapat melihatmu di surga nanti
di tempat semua orang muslim
berkumpul seraya memanjatkan namamu
4. Nabi Muhammad Saw
Puisi ini adalah karya Aulia Rahma tentang Nabi Muhammad Saw sosok nan suci dan berani.
Kau adalah seorang manusia suci
manusia nan handal dan berani
kau panglima perang nan hebat
Kau berjuang membimbing umatmu
atas nama Islam
dan memihak negara
Kau sangat dinantikan
Kau adalah secerah cahaya
menuntun kami menuju
jalan kebenaran
5. Cahaya Harapan
Selanjutnya adalah puisi karya Virginia Agatha tentang Nabi Muhammad sebagai sinar harapan.
Di saat bumi gelap
tak ada penerangan
di kala semua orang tersesat
tak ada kebenaran
Terlalu gelap
sampai kami tersesat
akankah bumi ini
berakhir seperti ini?
Kau pun datang
membawa sebuah angan besar
membawa kami ke jalan nan benar
dan menyelamatkan kami
Engkaulah nabiku
Engkaulah rasulku
Nabi Muhammad
Terima Kasih
6. Nabi Muhammad
Berikutnya adalah puisi karya Fadel Al Husein tentang Nabi Muhammad, seorang pemimpin nan berani.
Ya Rasulullah
Engkau adalah seorang pemimpin nan berani
Engkau rela dicaci maki apalagi diludahi untuk memihak kepercayaan islam
Engkau berjuang demi menyebarkan kepercayaan islam
Akhlakmu sangat mulia
Ketika orang menghinamu
Engkau balas dengan tersenyum dan mendoakan
Engkau adalah orang nan patut dicontoh
Akhlakmu sangat sempurna
membuatmu dicintai banyak orang
7. Merintis Rindu pada Habibanaku
Puisi karya Indana Zaharo ini menceritakan tentang nabi nan disayangi.
Bertabur beribu kerinduan
Berjuta keberkahan
Disertai angan dan banyaknya pengharapan
Serta pengampunan
Diiringi alunan cinta dan angan nan mau berjumpa
Ketika menyebut namamu alam kalbuku
Ya habibanaku,
Sholawat atasmu tak hentinya selalu tercurahkan
Di setiap retorika rindu
Yang menghadirkan salam beserta kasihnya
Kelak syafaatmu nan selalu dinanti
Semoga bakal selalu hadir
Di hari akhir nanti
8. Sholawat
Puisi berikutnya ini adalah karya Aprilia Farchatun Nimah yang mengisahkan tentang sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.
Salam syahdu nan mendayu
Hati tertembal pandaran sukma
Ongsok jiwa segelanyut Nirmala
Lembayung di keningnya mega
Allahhuma mendesar di relung semesta
Wangsit menggerayang cahaya
Azali berseloka menggenta
Terenyuh tenteram menghalu jingga
9. Nabiku Muhammad Saw
Puisi karya Krisna Arya ini adalah tentang Nabi Muhammad Saw, manusia nan mulia dan penyabar.
Ya Rasul..
Engkaulah manusia nan mulia
Engkau nan membenarkan akhlak
Engkau nan memperjuangkan Islam
Akhlakmu sangat mulia
Ya Rasul..
Kau adalah orang penyabar
Dicaci maki sana sini dan kau tidak marah
Ya Rasul..
Akhlakmu sangat sempurna
Aku mau sepertimu wahai rasulku
Kaulah idolaku
Nabi Muhammad Saw..
Itulah beberapa contoh puisi tentang maulid Nabi nan bisa Anda baca ketika terdapat aktivitas Maulid Nabi.
(via/juh)
[Gambas:Video CNN]
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·