CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 13:30 WIB
Dee Hsu mengaku menyesal mengusulkan liburan family ke Jepang nan berujung Barbie Hsu meninggal dunia. (Tangkapan layar IG @elephantdee)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dee Hsu mengaku menyesal mengusulkan liburan family ke Jepang tahun lalu. Penyesalan itu disampaikan menyusul Barbie Hsu, sang kakak, nan meninggal di Jepang akibat flu mengenai pneumonia saat berumur 48 tahun.
Dee Hsu blak-blakan mengenai penyesalan dalam bagian terbaru aktivitas bincang-bincangnya, Dee Girls Talk, nan tayang pada 20 April. Ia baru kembali ke aktivitas tersebut sekitar setahun setelah Barbie Hsu meninggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenang momen-momen terakhir berbareng Barbie, seperti diberitakan Strait Times pada Rabu (22/4), Dee mengatakan bahwa perjalanan ke pemandian air panas di Jepang selama musim Tahun Baru Imlek adalah idenya.
Ia mengusulkan perjalanan tersebut lantaran itu menjadi satu-satunya waktu anak-anak mereka dapat berasosiasi dengan mereka berpiknik ke luar negeri.
Dee Hsu mempunyai tiga putri berumur 14, 18, dan 20 tahun dengan suaminya nan seorang pengusaha, Mike Hsu. Sedangkan Barbie mempunyai putra berumur sembilan tahun dan putri berumur 11 tahun dengan mantan suaminya, Wang Xiaofei.
[Gambas:Video CNN]
Barbie, kata Dee, rupanya sangat berkeinginan untuk pergi berlibur, meskipun biasanya takut kelelahan. Ibu mereka, Huang Chun-mei, disebut awalnya keberatan dengan perjalanan tersebut.
Sang ibu disebut menolak rencana liburan itu lantaran biaya nan tinggi selama periode perayaan. Namun, Huang Chun-mei akhirnya mau berangkat setelah dibujuk kedua anak perempuannya itu.
"Setiap kali memikirkan kakak, saya bertanya-tanya, 'Seandainya kami mendengarkan ibu dan tidak pergi berlibur, apakah semuanya bakal berhujung seperti ini?'" kata Dee Hsu di aktivitas Dee Girls Talk.
Ia pun mengaku hal-hal itu nan membuatnya tetap dihantui penyesalan dan rasa bersalah, meskipun sang ibu telah menyuruhnya untuk tidak melakukannya lagi.
Dee Hsu mengatakan dia enggan menghadapi bumi setelah kematian kerabat perempuannya, menghabiskan waktunya untuk tidur dan menonton drama TV. Ia mengatakan hidupnya saat itu nyaris kosong.
Hsu mengatakan dia dan ibunya mengatasi kematian Barbie dengan minum-minum dan juga mengenang Barbie, "menggunakan percakapan untuk meluapkan kesedihan kami."
(chri)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·