slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Aduan Konsumen Tembus 7.887 Pada 2025, Mayoritas Dari Transaksi Online

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerima sebanyak 7.887 aduan konsumen sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Aduan terbanyak berasal dari transaksi daring (online).  Tercatat sebanyak 7.836 kejuaraan alias 99,35 persen berangkaian dengan transaksi online, sedangkan transaksi offline hanya menyumbang 32 aduan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, dari total kejuaraan tersebut, sebanyak 7.853 laporan alias sekitar 99,56 persen telah diselesaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk periode Januari-Desember 2025, Kementerian Perdagangan telah melayani 7.887 kejuaraan nan masuk dari beragam saluran, termasuk 7.853 kejuaraan telah selesai ditangani alias sekitar 99,56 persen," ujar Budi dalam rapat kerja berbareng Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (4/2) lalu.

Berdasarkan sektornya, sebagian besar keluhan mengenai kluster peralatan elektronik, telematika, dan kendaraan bermotor dengan 1.861 aduan. Disusul sektor jasa finansial sebanyak 1.321 aduan, jasa transportasi 657 aduan, serta sektor obat dan makanan 523 aduan.

Selanjutnya, sektor jasa telekomunikasi menerima 485 aduan, jasa pariwisata 319 aduan, listrik dan gas 114 aduan, jasa kesehatan 75 aduan, serta sektor perumahan 71 aduan. Sementara itu, kejuaraan dari sektor lain-lain tercatat sebanyak 2.462 laporan.

Menurut Budi, penanganan pengaduan dilakukan melalui pemberian respons kepada konsumen lewat saluran resmi, serta penjelasan kepada pelaku upaya guna membantu para pihak menemukan solusi.

Kemendag juga terus memperkuat perlindungan konsumen melalui kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional, penguatan kelembagaan, jasa pengaduan, edukasi konsumen dan pelaku usaha, serta penguatan regulasi.

"Upaya ini dilakukan untuk menjamin hak-hak konsumen, meningkatkan kepercayaan pasar, dan menciptakan ekosistem upaya nan sehat dan berkelanjutan," pungkas Budi.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru