Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memastikan keterlibatan dalam penerapan kegunaan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sekalipun tak termasuk Tim Pengarah dan Tim Pelaksana, Kementrans tetap bertanggung jawab atas area transmigrasi dan letak eks transmigrasi nan terdampak.
Kementrans sigap menyalurkan support makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat dari beragam titik pendistribusian langsung. Kementrans juga menjalankan tindakan solutif menggunakan anggaran nan telah dialihkan untuk penanganan bencana, serta memberikan support di lokus-lokus transmigrasi, dan support tambahan kepada kementerian/lembaga lain.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyatakan, titik area transmigrasi terdampak musibah berlokasi di Aceh dan Sumatra Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya tanggung jawab moral terhadap kelangsungan hidup penduduk transmigran pascabencana di Aceh dan Sumatra Barat, Kementrans secara terbuka menerima usulan rehabilitasi dari pemerintah daerah," kata Viva Yoga.
Mayoritas pemerintah wilayah disebut meminta perbaikan prasarana di letak musibah nan mengalami kerusakan, sehingga berakibat terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Selain usulan perbaikan infrastruktur, kami juga menerima permohonan penyelenggaraan transmigrasi lokal dari Gubernur Sumatra Barat dengan calon letak penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK)," ujar Viva Yoga.
"Permohonan ini sedang kami tindaklanjuti, agar ke depannya masyarakat nan direlokasi mendapatkan letak permukiman baru nan layak dan kondusif untuk dihuni dan melanjutkan kehidupannya pasca musibah nan terjadi," tambahnya.
Saat ini, support terhadap pemulihan pascabencana nan dilakukan Kementrans termasuk pembangunan dapur umum. Kementrans telah mengirimkan 17 paket support ke letak eks transmigrasi nan ada di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara.
Lalu, pembangunan sarana air bersih. Merespons kerusakan nan terjadi memutus banyak saluran air bersih dan mengganggu kebutuhan bakal air bersih, Kementrans pun membangun sarana air bersih di beberapa titik wilayah.
"Rencana pembangunan sarana air bersih ini menggunakan sumur bor kedalaman 40 meter dengan pompa submersible", kata Viva Yoga.
Lebih jauh, Kementrans menyampaikan terima kasih atas aspirasi masyarakat Aceh untuk kebutuhan sarana air bersih di letak transmigrasi dan eks transmigrasi nan terdampak bencana.
"Sebagai tindak lanjut, kami bakal melakukan exercise anggaran untuk menentukan jumlah sumur bor nan bakal diakomodasi," kata Wamentrans.
Viva Yoga menegaskan, Kementrans bakal selalu mendukung penanganan musibah di wilayah-wilayah terdampak pada area transmigrasi.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·