Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol pada perdagangan Rabu (28/1). Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG ambruk 7,34 persen ke 8.321.
Transaksi saham mencapai Rp27,5 triliun dengan volume perdagangan tembus 59 miliar lembar saham. Sementara gelombang transaksi sebanyak 3,32 juta kali.
Sepanjang sesi pertama perdagangan, sebanyak 764 saham rontok namalain melemah, 30 tetap bisa naik, sedangkan 10 lainnya stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi tadi, IHSG ambruk lebih dari 6 persen ke level 8.300. Usai pembukaan pasar pada pukul 9.06 WIB, indeks saham merosot 6,82 persen ke level 8.367.
Berdasarkan info RTI Infokom, pada sesi perdagangan pertama, sebanyak 500 saham turun, 37 tetap bisa naik, sedangkan 71 saham belum bergerak.
Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi mengatakan ambruknya IHSG mengenai dengan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pagi ini.
"OJK, IDX, dan KSEI bakal terus melalukan obrolan dengan MSCI," kata Kautsar dalam keterangan resmi.
Menurutnya, BEI telah melakukan peningkatan keterbukaan dengan penyampaikan pengumuman info free float di website BEI.
"Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami bakal terus melakukan obrolan atas transparansi info sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan," ujarnya.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG ambrol lantaran kekhawatiran pasar meningkat seiring pengumuman keputusan MSCI semakin dekat.
"Saya pikir yg terkini mengenai MSCI itu, sebagai reaksi antisipatif penanammodal terhadap kemungkinan terburuk. Juga berkapak saham nan digadang masuk MSCI hari ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Pengamat pasar finansial Ibrahim Assuaibi menilai ada aspek selain pengumuman MSCI nan memicu IHSG terjun. Pertama, perang mata duit antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang nan memicu dolar keok. Kemudian, kemarahan Eropa terhadap AS mengenai tarif impor. Jerman Cs pun menjual persediaan dolarnya sehingga dolar AS jatuh.
"Dolar melemah dan merembet ke perihal lainnya. Jadi jika misal IHSG jatuh, kemudian rupiah menguat, itu sangat wajar. Rupiah dan IHSG bakal berlawanan," ujarnya.
Ia menilai wajar IHSG amblas hingga 6 persen, apalagi ada kemungkinan turun lebih dalam hingga 8 persen hari ini.
"Wajar jika IHSG turun 6 persen. Ada kemungkinan di nomor 7-8 persen. Tidak mungkin tidak bakal terjadi suspend untuk perdagangan hari ini," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(pta)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·