CNN Indonesia
Sabtu, 24 Mei 2025 10:31 WIB
Muhammad Ali dan Mike Tyson dikenal sebagai legenda tinju dunia. (Diolah dari AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Siapa nan bakal menang jika Muhammad Ali dan Mike Tyson duel di tinju kelas berat, hingga sekarang tetap menjadi perdebatan.
Keduanya adalah ikon tinju bumi beda era. Muhammad Ali eksis di tinju ahli pada 1960 hingga 1981. Adapun Tyson berkecimpung di tinju ahli pada 1985 hingga 2005.
Pada era jayanya, periode 1960-1970, Ali nan berjulukan original Cassius Marcellus Clay Jr adalah juara kelas berat tak terbantahkan lantaran memegang sabuk WBA, WBC, NYSAC, NABF, dan The Ring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali meraih sabuk WBA, WBC, NYSAC dan The Ring secara berbarengan dari Sonny Liston pada 25 Februari 1964. Adapun sabuk NABF diraih pada 7 Desember 1970 dari Oscar Bonavena.
Sementara Tyson tercatat sebagai juara bumi kelas berat termuda. Ia meraih gelar juara WBC pada 22 November 1986 saat tetap 20 tahun. Ia lantas jadi juara tak terbantahkan pada 1988.
Setelah meraih gelar WBC pada 1986, Tyson meraih sabuk WBA pada 7 Maret 1987, kemudian sabuk IBF pada 1 Agustus 1987, dan meraih sabuk The Ring pada 27 Juni 1987.
Selama pekerjaan profesionalnya, Ali menjalani 61 pertarungan. Dari jumlah itu Ali menang 56 kali dan kali 5 kali. Rekor kemenangan dengan knock out (KO) adalah 37 kali.
Dari seluruh duel itu, musuh terberat Ali adalah Joe Frazier, Ken Norton, dan Leon Spink. Ali pernah kalah dari ketiga petinju ini, tetapi bisa menang dalam duel kedua dan ketiga.
Sejak awal kemunculannya, Ali sudah tampil dengan style nan berbeda: unik dan menarik. Gerakan kakinya sigap dan suka bermain dengan tali ring nan dikenal dengan Shuffle Ali.
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·