Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban teror penyiraman air keras di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut kejadian itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri aktivitas podcast berjudul 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' di instansi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis malam tadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) nan mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Tahun lalu Andrie menjadi sorotan saat dia dan koleganya 'mendobrak' pintu pembahasan RUU TNI nan diduga berjalan tertutup di Hotel Fairmont, Jakarta pada Maret 2025 silam. Aksi tersebut dilakukan sebagai corak protes terhadap proses pembahasan undang-undang nan dinilai tidak transparan dan minim partisipasi publik.
Usai tindakan itu, Andrie Yunus dan sejumlah aktivis dilaporkan ke kepolisian pihak keamanan hotel dengan tudingan mengganggu aktivitas rapat. Laporan tersebut sempat menjadi polemik lantaran dianggap oleh sebagian kalangan sebagai upaya kriminalisasi terhadap tindakan protes masyarakat sipil.
Kala itu Koalisi Masyarakat Sipil meminta Polda Metro Jaya untuk menghentikan laporan RYR selaku sekuriti Hotel Fairmont mengenai tindakan penggerudukan rapat pembahasan Revisi UU TNI.
"Kami juga mengusulkan keberatan dengan angan kepolisian Polda Metro Jaya tidak memproses lebih lanjut laporan dari sekuriti alias menghentikan," kata personil Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Arif Maulana di Polda Metro Jaya, Selasa (18/3/2025).
Arif menyebut tindakan nan dilakukan Andrie Yunus dan Javier Maramba di Hotel Fairmont itu merupakan bagian dari kewenangan penduduk negara untuk mengawasi proses legislatif nan dianggap menyimpang.
Di sisi lain, RUU TNI itu akhirnya disahkan jadi UU 3/2025. Koalisi sipil kemudian mengusulkan uji umum atas UU tersebut di Mahkamah Konstitusi (MK). Kala itu, Andrie hadir memberikan keterangan dari pihak pemohon uji formal. Ia dihadirkan sebagai saksi dan menjelaskan kronologi rapat tertutup di Hotel Fairmont nan dipersoalkan para pemohon.
Namun dalam putusannya pada September 2025, MK menolak permohonan uji formil terhadap UU TNI tersebut. Majelis pengadil menyatakan dalil para pemohon tidak terbukti secara norma sehingga undang-undang tetap berlaku.
[Gambas:Instagram]
Menanggapi putusan tersebut, Andrie Yunus menyatakan kekecewaannya lantaran menurutnya putusan itu tidak menjawab kekhawatiran publik mengenai proses pembentukan undang-undang nan dianggap tertutup dan kontroversial. Ia juga menilai putusan tersebut berpotensi memperluas peran militer ke ranah sipil.
Mengutip dari beragam sumber, sebelum berasosiasi dengan KontraS pada 2022, Andrieadalah advokat publik di LBHJakarta selama kurun waktu 2019-2022.
Dalam perannya tersebut, dia kerap menjadi ahli bicara lembaga dalam beragam rumor mengenai demokrasi, reformasi sektor keamanan, serta penyelesaian kasus pelanggaran HAM.
Sebagai bagian dari kerja pembelaan KontraS, Andrie sering terlibat dalam penelitian kebijakan, kampanye publik, serta pendampingan korban kekerasan negara.
Kondisi Andrie dan kronologi teror air keras
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan akibat kejadian itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.
Dari rekaman CCTV nan diperoleh kode waktu (timecode) nan tertulis saat peristiwa it terjadi adalah sekitar pukul 23.30 WIB.
Mulanya terlihat dua laki-laki nan berboncengan satu motor memutar kembali dan melangkah perlahan. Lalu laki-laki nan dibonceng--tak memakai helm--diduga menyiram air keras ke arah korban nan melintas menggunakan sepeda motornya.
Korban langsung berakhir menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak kesakitan. Warga sekitar pun mendekati untuk mengetahui apa nan terjadi pada korban.
Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi unik mengenai kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tersebut.
Dia menerangkan Kapolri memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku penyiraman dapat segera ditangkap.
"Bapak Kapolri selaku ketua Polri telah memberikan atensi unik terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," ujarnya dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat sore.
Isir mengatakan interogator telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi mengenai kasus penyiraman itu.
Selain itu, interogator juga telah mengambil rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar letak hingga membikin laporan polisi model A sebagai dasar pengusutan perkara.
"Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan alias 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujarnya.
Ia menambahkan Kapolri turut memerintahkan jejeran dari tingkat Polres hingga Bareskrim Polri untuk turun tangan dan memberikan asistensi.
"Dilakukan backup baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh dari Bareskrim, khususnya dan kawan-kawan nan ada dari Mabes Polri," tuturnya.
(kid/wis/bac)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·