CNN Indonesia
Sabtu, 18 Apr 2026 14:50 WIB
Ilustrasi. Apa boleh tidur pakai earbud? Sebaiknya Anda cek faedah dan risikonya. (Freepik)
Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa orang menggunakan earbud atau perangkat sejenis agar tidur lebih nyenyak. Apa Anda juga demikian? Sebaiknya cek plus-minus penggunaan earbud selama tidur.
Mendengarkan bunyi instrumen lembut, white noise, alias bunyi hujan dapat membantu tidur. Kadang ada pula orang nan menggunakan earbud untuk mengeliminasi distraksi bunyi nan dapat mengganggu tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, penggunaan earbud saat tidur ini memang tetap diperdebatkan. Ada nan setuju karena membawa manfaat, tapi ada pula nan tidak karena risikonya cukup besar.
Manfaat pakai earbud saat tidur
Earbud dan perangkat sejenis lain terkenal untuk mendengarkan musik secara personal. Karena nirkabel, perangkat tidak bakal mengganggu tidur dan mudah digunakan. Ada beragam argumen orang menggunakan earbud saat tidur berikut beberapa di antaranya.
1. Meredam kebisingan
Lingkungan nan ribut seperti, keramaian jalan di dekat rumah alias pasangan mendengkur jelas mengganggu tidur. Earbud dapat mengeliminasi bunyi dari luar dan Anda pun bisa tidur nyenyak.
2. Meningkatkan relaksasi
Mendengarkan bunyi nan menenangkan dapat memberikan sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk beristirahat.
"Banyak orang mungkin mau tertidur sembari mendengarkan sesuatu nan menenangkan hanya untuk menghilangkan stres," mahir audiologi Valerie Pavlovich Ruff mengutip dari Cleveland Clinic.
3. Meredakan tinitus
Buat orang nan mengalami tinitus alias telinga berdenging, earbud dapat membantu menutupi bunyi tersebut.
4. Memperkuat rutinitas tidur
Penggunaan earbud tidak secara langsung meningkatkan kualitas tidur. Namun earbud dapat membantu membiasakan diri dengan rutinitas malam nan konsisten.
Risiko pakai earbud saat tidur
Meski ada beragam manfaat, tapi Anda tetap perlu hati-hati karena rutin pakai earbud saat tidur bisa memicu beberapa risiko.
1. Penumpukan kotoran telinga
Earbud, earphone alias perangkat sejenis lain nan digunakan semalaman dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam.
Akibatnya, kotoran telinga menumpuk dan sering memicu rasa tidak nyaman saat bergerak. Lama-kelamaan, sensitivitas pendengaran menurun lampau muncul tinitus.
2. Infeksi telinga
Ilustrasi. Sering pakai earbud saat tidur dapat berisiko terkena jangkitan telinga. (Freepik.com/jcomp)
Hati-hati, Anda bisa berisiko terkena jangkitan telinga jika pakai earbud selama tidur. Ketika pakai earbud, Anda tidak sadar ada penyebaran kuman akibat tumpukan kotoran disertai kondisi lembap telinga.
Risiko jangkitan makin tinggi jika earbud alias perangkat sejenis sering dipinjamkan ke orang lain.
3. Gangguan pendengaran
Melansir dari laman EMC Healthcare, gangguan telinga jadi keluhan nan paling sering muncul di kalangan pengguna earbud.
Batas bunyi kondusif nan dapat didengar telinga manusia adalah 85 desibel. Sementara sebagian besar earbud dan perangkat sejenis lain menghasilkan bunyi 95-108 desibel.
Paparan bunyi keras terus-menerus selama berjam-jam bakal memicu kerusakan saraf dan penurunan sensitivitas telinga.
4. Kerusakan otak
[Gambas:Video CNN]
Ketika tidur, semua personil tubuh beristirahat. Namun otak tidak merasakan kemewahan ini. Otak tidak sepenuhnya rehat ketika Anda memutar musik.
Jika dibiasakan, konduksi elektromagnetik pada perangkat dapat merusak sel-sel otak.
5. Nekrosis
Apa itu nekrosis? Nekrosis adalah kondisi cedera pada sel akibat penyumbatan suplai darah ke jaringan. Telinga pun bisa mengalami nekrosis karena penggunaan earbud nan tidak pas.
Selama tidur, sangat mungkin earbud bergeser lantaran posisi tidur nan berubah-ubah. Seiring waktu, saluran telinga bisa menyempit, darah susah mengalir, lampau terjadi penumpukan jaringan meninggal alias nekrosis.
(els)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·