Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia merupakan negara nan terletak dalam area ring of fire. Hal ini membuatnya rentan akan bencana alam seperti gempa bumi.
Lalu, sebenarnya apa itu gempa bumi dan gimana langkah mengantisipasi untuk mengurangi risikonya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa bumi merupakan musibah alam nan terjadi akibat pergeseran lempeng dalam bumi sehingga mengakibatkan getaran.
Gempa bumi bisa menjadi musibah nan cukup berat jika kekuatannya besar. Bahkan bisa saja menyebabkan musibah alam lain ialah tsunami.
Apa itu gempa bumi?
Apa itu gempa bumi? Dikutip dari buku Seri Bencana Alam di Indonesia: Gempa Bumi, gempa bumi adalah getaran alias pergerakan nan terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan daya dari bawah permukaan secara tiba-tiba nan menciptakan gelombang seismik.
Ditambahkan dari dari buku Gempa Bumi, gempa bumi bisa diartikan sebagai bergetarnya lapisan litosfer dan permukaan bumi dikarenakan karena tertentu.
Seperti tumbukan antarlempeng bumi dan akibat patahan aktif aktivitas gunung api alias reruntuhan bebatuan dalam jumlah besar.
Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gempa adalah aktivitas alias guncangan bumi alias peristiwa alam berupa getaran alias aktivitas bergelombang pada kulit bumi nan ditimbulkan oleh tenaga asal dalam.
Jenis gempa bumi
Alat pengukur gempa bumi adalah seismograf. Alat ini digunakan untuk mengukur seberapa kuat dan lemah suatu gempa bumi.
Besaran gempa tersebut didasarkan atas amplitudo gelombang tektonik dan dicatat oleh perangkat seismograf menggunakan Skala Richter.
Gempa bumi dibedakan menjadi dua jenis ialah berasas penyebab dan kedalamannya. Dikutip dari buku Seismik Vulkanologi dan sumber lainnya, berikut masing-masing penjelasannya:
1. Berdasarkan penyebabnya
- Gempa vulkanik: gempa nan disebabkan peledakan gunung api dan umumnya berupa gempa lemah nan hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
- Gempa tektonik: gempa bumi nan disebabkan oleh pergeseran lempengan plat tektonik di lapisan litosfer.
- Gempa runtuhan alias terban: gempa bumi nan disebabkan oleh runtuhnya wilayah batuan karst alias letak pertambangan.
2. Berdasarkan kedalamannya
- Gempa bumi dalam: pusat gampa (hiposentrum) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.
- Gempa bumi menengah: hiposentrum berada antara 60 km hingga 300 km di bawah permukaan bumi.
- Gempa bumi dangkal: hiposentrum kurang dari 60 km dari permukaan bumi.
Cara mengantisipasi gempa bumi
Cara mengantisipasi alias mitigasi adalah upaya nan dilakukan untuk mengurangi akibat bencana. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007.
Setiap musibah alam mempunyai langkah mitigasi alias mengantisipasi nan berbeda-beda, termasuk musibah alam gempa bumi. Langkah mitigasi musibah gempa bumi dibedakan menjadi tiga, ialah langkah sebelum gempa, langkah saat terjadi gempa, dan langkah pasca-gempa.
Berikut langkah-langkah mitigasi musibah gempa bumi nan dilansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):
1. Mitigasi sebelum terjadi gempa bumi
Kunci utama:
- Mengenali apa itu gempa bumi, penyebab, jenis, dan dampaknya.
- Pastikan struktur dan letak rumah dapat terhindar dari ancaman oleh gempa bumi.
Kenali lingkungan tempat bekerja:
- Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur gedung agar terhindar dari ancaman gempa bumi.
- Perhatikan letak pintu, lift, tangga darurat, dan tempat paling kondusif untuk berlindung.
- Belajar melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
- Belajar menggunakan perangkat pemadam kebakaran.
- Catat nomor telepon krusial untuk dihubungi ketika terjadi gempa bumi.
Persiapan rutin pada tempat bekerja dan tinggal:
- Perabotan diatur menempel pada tembok untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser ketika terjadi gempa bumi.
- Simpan bahan mudah terbakar pada tempat nan tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
- Selalu mematikan air, gas, dan listrik jika tidak sedang digunakan.
Penyebab celaka paling banyak ketika terjadi gempa bumi adalah akibat kejatuhan material, maka:
- Atur barang nan berat sebisa mungkin berada pada bagian bawah
- Cek kestabilan barang tergantung nan dapat jatuh ketika gempa bumi terjadi.
- Persiapkan alat-alat seperti kotak P3K, senter/lampu baterai, makanan dan minuman, dan lainnya.
2. Mitigasi saat terjadi gempa bumi
Jika berada di dalam bangunan:
- Lindungi badan dan kepala dari reruntuhan gedung dengan berlindung di bawah meja.
- Cari tempat nan paling kondusif dari reruntuhan dan goncangan.
- Lari ke luar gedung andaikan tetap dapat dilakukan.
Jika berada di luar gedung alias area terbuka:
- Menghindari gedung nan ada di sekitar seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll.
- Perhatikan tempat berpijak, hindari andaikan terjadi rekahan tanah.
Jika sedang mengendarai mobil:
- Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran alias kebakaran.
- Lakukan langkah mitigasi ketika berada di area terbuka.
Jika tinggal alias berada di pantai:
- Jauhi pantai untuk menghindari ancaman tsunami.
Jika Anda tinggal di wilayah pegunungan:
- Hindari wilayah nan mungkin terjadi longsoran.
3. Mitigasi setelah terjadi gempa bumi
Jika berada di dalam bangunan:
- Keluar dari gedung tersebut dengan tertib
- Jangan menggunakan tangga melangkah alias lift, gunakan tangga biasa
- Periksa apa ada nan terluka, lakukan P3K
- Telepon alias mintalah pertolongan andaikan terjadi luka parah
Periksa lingkungan sekitar:
- Periksa andaikan terjadi kebakaran
- Periksa andaikan terjadi kebocoran gas
- Periksa andaikan terjadi hubungan arus pendek listrik
- Periksa aliran dan pipa air
- Periksa andaikan ada hal-hal nan membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api, dll)
Hal-hal nan kudu dihindari setelah gempa:
- Jangan memasuki gedung nan sudah terjadi gempa.
- Jangan memasuki gedung nan sudah terkena gempa lantaran kemungkinan tetap terdapat reruntuhan.
- Jangan melangkah di wilayah sekitar gempa lantaran kemungkinan terjadi ancaman susulan tetap ada.
- Mengikuti info mengenai gempa bumi dan jangan mudah terpancing oleh rumor alias buletin nan tidak jelas sumbernya.
- Mengisi angket nan diberikan oleh lembaga mengenai untuk mengetahui seberapa besar kerusakan nan terjadi
- Jangan panik dan jangan lupa selalu bermohon untuk keamanan dan keselamatan.
Itulah pengertian tentang gempa bumi dan gimana langkah mengatasinya agar mengurangi akibat dari musibah gempa bumi nan terjadi.
(via/juh)
[Gambas:Video CNN]
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·