Jakarta, CNN Indonesia --
Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa sebelum mendaftar perguruan tinggi tertentu. Mungkin tetap banyak nan belum betul-betul memahami apa itu UKT, gimana sistem kerjanya, dan langkah menghitungnya.
UKT adalah kebijakan biaya kuliah nan diterapkan di beragam perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan biaya kuliah nan lebih terjangkau bagi mahasiswa serta meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UKT adalah kebijakan pembayaran tetap nan bertindak selama masa studi mahasiswa. Biaya ini ditentukan berasas kondisi ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan/atau pihak lain nan membiayainya, dan tidak berubah namalain flat selama kuliah.
Sebelum ada UKT, biaya kuliah ditentukan berasas program studi sehingga program nan bergengsi condong lebih mahal. UKT menstandarkan biaya tersebut agar lebih setara bagi seluruh mahasiswa.
Perbedaan UKT dan BKT
Istilah UKT dan BKT sering kali membingungkan lantaran keduanya berangkaian dengan biaya kuliah. Berikut perbedaannya:
- BKT (Biaya Kuliah Tunggal) adalah biaya penuh pendidikan mahasiswa tanpa subsidi pemerintah.
- UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah bagian dari BKT nan dibayar mahasiswa setelah dikurangi support pemerintah (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri/BOPTN).
Dengan kata lain, BKT digunakan kampus dan pemerintah sebagai dasar penetapan biaya, sedangkan UKT adalah nominal akhir nan dibayarkan mahasiswa, tergantung pada keahlian ekonomi keluarga.
Cara menghitung UKT
Menghitung UKT sebenarnya cukup sederhana jika sudah mengetahui komponennya. Rumus nan digunakan adalah:
UKT = BKT - BOPTN
- BKT (Biaya Kuliah Tunggal) adalah total biaya kuliah keseluruhan tanpa support pemerintah.
- BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) adalah subsidi dari pemerintah kepada perguruan tinggi.
Nilai BOPTN ini berbeda-beda di tiap kampus. Karena itu, dua mahasiswa dari latar belakang ekonomi nan sama bisa saja mendapatkan UKT nan berbeda tergantung besaran BOPTN di kampus tujuan.
Sebagai contoh, jika BKT suatu program studi adalah Rp10 juta dan BOPTN-nya Rp7 juta, maka UKT nan dibayarkan mahasiswa adalah Rp3 juta per semester.
Jenis-jenis UKT
Dalam pelaksanaannya, UKT dibagi menjadi dua jenis, ialah UKT Berkeadilan dan UKT Penuh. Berikut penjelasannya.
UKT Berkeadilan
Jenis ini dibagi dalam beberapa golongan berasas info penghasilan orang tua/wali mahasiswa. Setelah mahasiswa mengisi form pendaftaran, mereka bakal dimasukkan ke dalam golongan nan sesuai.
UKT Penuh
UKT jenis ini ditujukan bagi mahasiswa nan memilih untuk langsung bayar pada golongan tertinggi tanpa melalui seleksi alias verifikasi ekonomi.
Manfaat penerapan sistem UKT
Sistem UKT membawa sejumlah faedah signifikan bagi mahasiswa, antara lain:
1. Mempermudah manajemen pembayaran
Sebelumnya, mahasiswa kudu bayar komponen biaya nan berbeda-beda setiap semester. Dengan UKT, pembayaran menjadi lebih sederhana lantaran jumlah nan dibayarkan tetap.
2. Biaya studi lebih konsisten
Mahasiswa tidak perlu cemas soal kenaikan biaya kuliah di tengah masa studi. UKT nan ditetapkan di awal bakal bertindak hingga lulus.
3. Mendorong penyelesaian studi tepat waktu
Karena besaran UKT tetap setiap semester, mahasiswa terdorong menyelesaikan kuliahnya sesuai masa studi normal agar tidak bayar biaya lebih banyak.
4. Mekanisme subsidi silang
UKT mempertimbangkan penghasilan orang tua. Mahasiswa dari family berpenghasilan tinggi bayar lebih, sedangkan mahasiswa dari family kurang bisa bayar lebih sedikit. Sistem ini membantu pemerataan akses pendidikan.
Itulah pengertian apa itu Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan gimana langkah hitungnya.
(asp/fef)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·