slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Apa Penyebab Cuaca Menjadi Begitu Panas?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan masyarakat Indonesia mengeluhkan cuaca nan terasa panas meski sudah memasuki musim hujan. Fenomena tersebut membikin kita jadi bertanya-tanya, apa penyebab cuaca menjadi begitu panas?

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) penyebab cuaca menjadi begitu panas akhir-akhir ini adalah lantaran posisi mentari nan bergeser ke sisi selatan bumi, termasuk ke wilayah selatan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, Matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di selatan wilayah Indonesia," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada wartawan di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Jakarta Pusat, Senin (13/10), dikutip dari Detikcom.

Guswanto mengatakan pergeseran Matahari mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan mulai jarang. Menurutnya, perihal tersebut menyebabkan cuaca belakangan terasa panas.

"Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah nan terasa panas, tidak ada awan nan menutup sinar Matahari langsung," tuturnya.

Meski begitu, suhu udara di beragam wilayah Indonesia tetap tergolong normal, ialah antara 31 hingga 34 derajat Celsius. Meskipun terasa lebih panas, kondisi ini tetap tergolong normal.

Penyebab umum cuaca terasa panas

Cuaca panas biasanya terjadi pada musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan sinar mentari nan tinggi di siang hari.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), cuaca panas dapat disebabkan oleh gelombang panas alias heat wave. Hal itu merupakan kejadian di mana kondisi udara panas nan berkepanjangan selama lima hari alias lebih secara berturut-turut.

Dirangkum dari beragam sumber, secara umum penyebab cuaca menjadi begitu panas ini berangkaian dengan pergerakan matahari, atmosfer, dan kondisi lingkungan di bumi. Berikut penjelasannya.

1. Pergeseran posisi semu matahari

Setiap tahun, posisi semu Matahari tampak bergeser dari utara ke selatan dan sebaliknya. Pergeseran ini terjadi lantaran kemiringan sumbu rotasi bumi sebesar 23,5° terhadap bagian orbitnya.

Ketika mentari berada di posisi selatan sekitar bulan Oktober-Maret, wilayah selatan Indonesia menerima pancaran sinar mentari lebih tegak sehingga intensitas panas nan diterima permukaan bumi meningkat. Akibatnya, suhu udara terasa lebih tinggi.

2. Berkurangnya pembentukan awan hujan

Awan berfaedah sebagai pelindung alami nan dapat menghalangi sebagian radiasi Matahari agar tidak langsung sampai ke permukaan.

Ketika pembentukan awan berkurang lantaran kelembapan udara rendah alias kondisi atmosfer kering, sinar mentari menembus atmosfer lebih kuat, menyebabkan permukaan tanah sigap panas dan udara terasa lebih terik.

3. Serapan panas di permukaan bumi

Permukaan Bumi menyerap daya panas dari mentari pada siang hari dan melepaskannya kembali pada malam hari.

Daerah dengan tanah gersang, minim vegetasi, alias banyak permukaan keras seperti aspal, beton, gedung bakal lebih sigap menyerap dan menyimpan panas, menyebabkan suhu lingkungan meningkat. Fenomena ini dikenal sebagai pengaruh pulau panas perkotaan alias urban heat island.

4. Kelembapan dan angin

Kelembapan udara berkedudukan besar dalam mengatur rasa panas di permukaan. Udara kering menyebabkan panas sigap dirasakan tubuh lantaran tidak ada cukup uap air nan menyerap daya panas.

Selain itu, kurangnya angin juga memperlambat sirkulasi udara, membikin panas terperangkap di sekitar permukaan bumi.

5. Pemanasan global

Secara global, peningkatan suhu juga dipengaruhi oleh pemanasan dunia alias dunia warming, akibat penumpukan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) di atmosfer.

Gas-gas ini memerangkap panas mentari sehingga suhu rata-rata bumi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Jadi, mengenai apa penyebab cuaca menjadi begitu panas, ialah hasil kombinasi antara posisi matahari, kondisi atmosfer, kelembapan udara, dan aspek lingkungan lainnya.

Pemahaman ini krusial diketahui agar dapat mengenali hubungan antara mobilitas bumi, daya matahari, serta perubahan cuaca dan suasana di sekitar kita.

(avd/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru