Jakarta, CNN Indonesia --
Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada anak putus sekolah lantaran argumen ekonomi.
Melalui program ini, siswa dari family kurang bisa mendapatkan bantuan dana pendidikan nan bisa digunakan untuk menunjang aktivitas belajar mereka.
Namun, banyak penerima support tetap bertanya-tanya, apakah support KJP Plus bisa tarik tunai dan sejauh mana biaya tersebut dapat digunakan oleh penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, support KJP Plus dapat dicairkan sebagian dalam corak tunai. Namun, pencairan tunai ini mempunyai pemisah tertentu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbareng Bank DKI selaku mitra penyalur menetapkan bahwa penerima hanya boleh menarik duit tunai maksimal Rp100.000 per bulan.
Dana ini ditujukan untuk kebutuhan nan sifatnya mendukung aktivitas belajar, seperti biaya perjalanan ke sekolah alias duit saku harian siswa.
Sementara itu, sisa biaya support KJP Plus tidak bisa dicairkan secara tunai. Dana tersebut kudu digunakan secara nontunai melalui transaksi di merchant resmi Bank DKI, seperti toko buku, toko perangkat tulis, penyedia seragam sekolah, dan penyedia perlengkapan pendidikan lainnya.
Aturan ini diterapkan untuk memastikan biaya support betul-betul digunakan sesuai tujuan program, ialah mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di Jakarta.
Tujuan pembatasan ini sangat jelas, ialah pemerintah mau mencegah penyalahgunaan biaya support untuk hal-hal nan tidak berasosiasi dengan pendidikan.
Dengan sistem nontunai, setiap transaksi dapat dipantau secara transparan oleh pihak terkait, sehingga support tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Cara mencairkan support KJP Plus
Bagi penerima faedah nan mau mencairkan sebagian biaya tunai, tersedia dua langkah mudah untuk melakukannya, ialah melalui ATM alias teller Bank DKI.
1. Mencairkan support KJP Plus di ATM Bank DKI
- Gunakan kartu ATM KJP Plus di mesin ATM Bank DKI terdekat.
- Masukkan PIN dengan benar.
- Pilih menu "Tarik Tunai", kemudian masukkan nominal nan diinginkan (maksimal Rp100.000).
- Ambil duit dan simpan bukti transaksi.
2. Mencairkan support KJP Plus via teller Bank DKI
- Datangi bagian Bank DKI dengan membawa kitab tabungan dan kartu identitas diri.
- Sampaikan kepada petugas bahwa Anda mau mencairkan biaya KJP Plus.
- Teller bakal membantu proses pencairan sesuai ketentuan nan berlaku.
Di luar dua langkah tersebut, penerima KJP Plus disarankan untuk memanfaatkan saldo support melalui transaksi nontunai di merchant resmi.
Dengan begitu, seluruh kebutuhan pendidikan seperti buku, perangkat tulis, tas, sepatu, hingga seragam sekolah dapat terpenuhi dengan baik tanpa perlu mengeluarkan duit pribadi tambahan.
Dengan demikian, support KJP Plus bisa ditarik tunai tetapi hanya maksimal Rp100.000 per bulan untuk keperluan tertentu seperti duit saku dan biaya perjalanan.
Sisa biaya kudu digunakan secara nontunai melalui merchant resmi Bank DKI agar sesuai dengan tujuan program pendidikan nan telah ditetapkan.
(asp/fef)
[Gambas:Video CNN]
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·