Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak nan tetap bingung membedakan antara dua program support pendidikan KIP dan KJP. Lantas, apakah KIP dan KJP sama?
Kedua program ini sama-sama bermaksud membantu siswa dari family kurang bisa agar bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, meskipun tujuannya serupa, KIP dan KJP mempunyai perbedaan mendasar dalam perihal wilayah, sumber pendanaan, serta sistem pemberian bantuannya.
Berikut pembahasan mengenai KIP dan KJP, serta perbedaan dan faedah keduanya bagi peserta didik di Indonesia.
Apa itu KJP?
Dikutip dari laman kjp.jakarta.go.id, Kartu Jakarta Pintar (KJP) alias nan sekarang dikenal dengan KJP Plus adalah program strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Program ini dibiayai sepenuhnya oleh APBD DKI Jakarta dan ditujukan unik bagi penduduk Jakarta dari kalangan masyarakat tidak bisa agar bisa mengenyam pendidikan minimal hingga tamat SMA/SMK.
Manfaat utama KJP Plus antara lain:
- Memberikan akses pendidikan cuma-cuma bagi anak usia 6-21 tahun agar dapat menempuh pendidikan hingga jenjang menengah.
- Meringankan beban biaya pendidikan seperti pembelian seragam, sepatu, perangkat tulis, dan kebutuhan sekolah lainnya.
- Mencegah putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
- Mendorong siswa putus sekolah untuk kembali belajar di sekolah umum alias lembaga pendidikan nonformal.
- Meningkatkan nomor partisipasi pendidikan dasar dan menengah di wilayah Jakarta.
Penerima KJP biasanya berasal dari family dengan kondisi ekonomi lemah, misalnya orang tua nan berpenghasilan rendah, tidak bisa membeli kebutuhan sekolah, alias mempunyai daya beli rendah terhadap kebutuhan dasar pendidikan.
Dengan demikian, KJP berfaedah sebagai agunan agar siswa dari family tidak bisa di Jakarta bisa tetap melanjutkan pendidikan hingga selesai tanpa terbebani biaya.
Apa itu KIP?
Dikutip dari laman Puslapdik Kemendikdasmen, Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP), nan digagas oleh pemerintah pusat melalui Puslapdik Kemendikdasmen.
Program ini bermaksud memberikan support pendidikan berupa duit tunai kepada siswa dari family miskin, rentan miskin, alias golongan prioritas di seluruh Indonesia.
Dengan kata lain, KIP adalah identitas penerima faedah dari PIP. Melalui KIP, siswa dapat memperoleh support pendidikan untuk keperluan seperti:
- Pembelian perlengkapan sekolah (seragam, tas, buku, perangkat tulis)
- Biaya transportasi ke sekolah
- Kebutuhan belajar tambahan
- Mendukung kelangsungan pendidikan hingga tamat SMA/SMK
Penerima KIP berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga jalur pendidikan nonformal seperti Paket A, B, dan C. Program ini menyasar anak-anak dari family nan terdaftar dalam DTSEN (sebelumnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/DTKS) alias memenuhi kriteria tertentu.
Melalui KIP, diharapkan anak-anak Indonesia dari family kurang bisa tidak lagi putus sekolah dan mempunyai kesempatan nan sama untuk mengenyam pendidikan layak.
Dengan demikian untuk menjawab pertanyaan apakah KIP dan KJP sama, jawabannya adalah tidak. Namun, keduanya sama-sama bermaksud untuk membantu siswa dari family miskin agar dapat terus belajar dan berprestasi.
KIP diberikan kepada siswa di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan KJP diberikan unik kepada penduduk Jakarta agar dapat menempuh pendidikan minimal hingga SMA/SMK.
(fef/gas/fef)
[Gambas:Video CNN]
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·