slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Apakah Boleh Puasa Asyura Saja Tapi Tidak Puasa Tasua? Ini Hukumnya

Sedang Trending 9 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menyambut bulan Muharram, umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak beragama kepada Allah Swt. Selain ibadah wajib, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah.

Puasa Tasua dan Asyura merupakan dua ibadah sunnah nan dikerjakan berturut-turut di bulan Muharram. Namun, apakah boleh puasa Asyura saja tapi tidak puasa Tasua?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjalankan puasa sunnah pada hari Asyura mempunyai keistimewaan nan luar biasa. Di antaranya adalah dihapuskannya dosa setahun nan lalu. Hal ini terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:

سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab, 'Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun nan lalu'." (HR Muslim, No: 1977)

Ketentuan puasa Asyura tanpa puasa Tasua

Apakah boleh puasa Asyura saja tapi tidak puasa Tasua? Dilansir dari NU Online, berasas ajaran Syafi'I, menjalankan puasa Asyura saja tanpa puasa puasa sehari sebelum alias sesudahnya (puasa Tasua) hukumnya diperbolehkan. Hal ini berasas penjelasan di dalam kitab Al Umm

وفي الأم لا بأس أن يفرده (أي لا بأس أن يصوم العاشر وحده

Artinya: "Di dalam kitab Al-Umm, tak masalah hanya mengamalkan puasa Asyura saja."

Meskipun puasa Tasua sangat dianjurkan bagi umat Islam agar membedakan tata langkah ibadahnya dengan umat kepercayaan lain, tapi tidak menjadi sebuah masalah jika umat Nabi Muhammad Saw menjalankan ibadah puasa Asyura saja.

Selain itu, pada saat menjalankan puasa Asyura saja tanpa puasa Tasua juga bukan berfaedah pula seorang muslim otomatis sama dengan kaum Yahudi.

Hal ini lantaran rekomendasi untuk melaksanakan puasa Tasua ini hanya berkarakter penyempurnaan bagi ibadah sunnah di bulan Muharram.

Perintah puasa Tasua dan Asyura

Latar belakang rekomendasi menjalankan ibadah puasa Tasua adalah agar umat muslim berbeda dari kaum Yahudi di masa itu. Hal ini dikarenakan pada saat itu kaum Yahudi juga menjalankan ibadah puasa di tanggal 10 Muharram.

Rasulullah kemudian memerintahkan agar umat muslim juga menjalankan puasa pada tanggal 9 dan 11 Muharram alias puasa Tasua.

Perintah untuk menjalankan puasa Tasua sebelum puasa Asyura ini berasas sebuah sabda nan diriwayatkan oleh Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Abbas. Pada saat itu Rasulullah memerintahkan umatnya untuk berpuasa di hari ke-9.

عن عَبْد اللهِ بْن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Dari Abdullah Ibnu Abbas Ra berkata: "Ketika Rasulullah Saw ‎berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh para sahabat juga berpuasa, mereka ‎bertanya: 'Wahai Rasulullah, hari Asyura itu adalah hari nan diagungkan oleh orang-orang ‎Yahudi dan Nasrani'. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: 'Kalau demikian, Insya Allah tahun depan ‎kita berpuasa juga pada hari nan kesembilan'. Abdullah Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya: 'Tetapi ‎sebelum datang tahun depan nan dimaksud, Rasulullah Saw telah wafat'." (HR Muslim, Nomor Hadits 1134).

Dalil tentang perintah untuk menjalankan ibadah puasa Tasua ini juga terdapat dalam sebuah sabda nan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra.

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA (Rasulullâh bersabda): 'Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum alias sesudahnya'. (HR Ahmad)

Itulah jawaban apakah boleh puasa Asyura saja tapi tidak puasa Tasua. Jawabannya adalah diperbolehkan. Hal ini lantaran rekomendasi untuk melaksanakan puasa Tasua ini hanya berkarakter penyempurna bagi ibadah sunnah di bulan Muharram.

(ahd/juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru