Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak umat Islam nan doyan menjalankan puasa sunnah, terutama puasa Senin dan Kamis, lantaran keutamaannya nan luar biasa. Namun, tak jarang muncul pertanyaan di kalangan Muslim, apakah boleh puasa Senin Kamis tanpa sahur dan niat?
Pertanyaan ini sering muncul lantaran terkadang seseorang tertidur lelap dan tidak sempat bangun untuk sahur, apalagi lupa membaca niat di malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahur dan niat merupakan dua perihal nan kerap dikerjakan beriringan sebelum mulai berpuasa. Namun, keduanya mempunyai norma dan kedudukan nan berbeda dalam hukum Islam.
Untuk memahami lebih dalam, krusial bagi kita menelaah gimana norma puasa tanpa sahur dan tanpa niat, serta apa dampaknya terhadap keabsahan puasa. Dalam tulisan ini bakal dijelaskan secara komplit ketentuan puasa Senin Kamis.
Puasa Senin Kamis dan keutamaannya
Dikutip dari kitab Mengapa Harus Puasa Senin-Kamis? (2010), Puasa Senin Kamis adalah salah satu puasa sunnah nan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sabda disebutkan:
كان يَتَحَرَّى صيامَ الاثنينِ والخميسِ
Artinya: "Rasulullah biasa meletakkan pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Ibnu Majah, Tirmidzi, & Nasa'i)
Puasa Senin dan Kamis mempunyai keistimewaan tersendiri lantaran pada hari-hari tersebut, kebaikan perbuatan manusia diperiksa dan diangkat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْاثْنَيْنِ وَالْخَمْيْسِ فَأُحبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Amal-amal perbuatan itu diajukan pada hari Senin dan Kamis, oleh lantaran itu saya mau kebaikan perbuatanku diajukan pada saat saya sedang puasa." (HR Tirmidzi)
Dengan demikian, puasa Senin Kamis bukan hanya ibadah sunnah biasa, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW.
Apakah boleh puasa Senin Kamis tanpa sahur dan niat?
Melansir dari laman NU Online, sahur termasuk salah satu kesunahan dalam puasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk makan sahur, sebagaimana sabdanya:
"Sahurlah kalian, lantaran dalam sahur tersebut terdapat keberkahan."
Dari sabda tersebut dapat disimpulkan bahwa sahur berkarakter sunnah, bukan wajib. Artinya, jika seseorang tidak sempat makan sahur lantaran tertidur alias lupa, puasanya tetap sah. Namun, dia bakal kehilangan keistimewaan dan keberkahan nan dijanjikan oleh Rasulullah SAW.
Oleh lantaran itu, jika seseorang berpuasa Senin Kamis tanpa sahur, puasanya tetap sah dan diterima, selama niatnya sudah ada sebelum terbit fajar. Sahur hanyalah ibadah nan disunnahkan agar ibadah puasa menjadi lebih sempurna.
Berbeda dengan sahur, niat adalah syarat sah dalam berpuasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Niat merupakan tekad hati untuk melaksanakan ibadah semata lantaran Allah SWT.
Masih mengutip dari NU Online, meskipun niat adalah urusan hati, melafalkannya secara lisan (talaffudz) membantu seseorang dalam memantapkan niat tersebut. Ini menjadi corak keteguhan dalam beribadah.
Dalil mengenai pentingnya niat dalam puasa terdapat dalam sabda Nabi SAW:
"Barang siapa nan tidak beriktikad puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadis ini menjelaskan bahwa niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Tanpa niat, ibadah tidak dianggap sah. Untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat kudu dilakukan di malam hari sebelum fajar.
Melansir dari laman BAZNAS untuk puasa sunnah seperti Senin Kamis, ustadz memberikan kelonggaran bahwa niat tetap bisa dilakukan hingga sebelum zawal (waktu tergelincir matahari), asalkan belum makan alias melakukan perihal nan membatalkan puasa.
Dengan demikian, untuk menjawab sebagian dari pertanyaan apakah boleh puasa Senin Kamis tanpa sahur dan niat? maka jawabannya tanpa sahur boleh, tetapi tanpa niat puasa tidak sah.
Namun, jika seseorang lupa beriktikad di malam hari tetapi mengingatnya di pagi hari dan belum melakukan perihal nan membatalkan, maka puasanya tetap sah.
Lafaz niat puasa sunnah Senin Kamis
Berikut lafaz niat puasa sunnah Senin dan Kamis nan dianjurkan untuk dilafalkan sebelum fajar:
Niat puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa hari Senin sunnah lantaran Allah Ta'ala.
Niat puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa hari Kamis sunnah lantaran Allah Ta'ala.
Meskipun cukup diniatkan di dalam hati, melafalkannya dapat membantu meneguhkan niat agar ibadah dilakukan dengan penuh kesadaran.
Maka, pastikan setiap kali mau berpuasa, baik wajib maupun sunnah, untuk meniatkan dalam hati sejak malam hari alias sebelum fajar agar ibadah tersebut diterima dan berbobot pahala di sisi Allah SWT.
(gas/fef)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·