CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 17:45 WIB
Ilustrasi. Gula merah apakah kondusif untuk penderita diabetes. (Istockphoto/Getty Images/zulfikarilyas)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagi penderita diabetes, menjaga asupan gula harian merupakan perihal nan sangat krusial demi mengontrol kadar gula darah. Namun, banyak orang beranggapan bahwa gula merah lebih alami dan lebih kondusif dikonsumsi dibandingkan gula putih.
Lalu, apakah gula merah kondusif untuk diabetes?
Sebagian besar penderita glukosuria dianjurkan membatasi konsumsi gula putih lantaran dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Atas dasar inilah, banyak orang beranjak menggunakan gula merah sebagai pemanis alternatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dugaan tersebut kerap muncul akibat kurangnya pemahaman mengenai kandungan nutrisi serta akibat gula terhadap metabolisme tubuh. Oleh lantaran itu, krusial untuk memahami perbedaan kedua jenis gula tersebut.
Dengan info nan tepat, penderita glukosuria dapat mengambil keputusan nan lebih bijak mengenai pola makan mereka. Dikutip dari laman Healthline dan beragam sumber, berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah gula merah kondusif untuk diabetes?
Gula merah dan gula putih sebenarnya berasal dari sumber nan sama, ialah bit gula alias tanaman tebu. Proses pembuatannya pun tidak jauh berbeda.
Gula merah merupakan gula putih olahan nan ditambahkan molase sehingga menghasilkan warna nan lebih gelap serta rasa nan sedikit lebih kuat. Penambahan molase pada gula merah memang memberikan sedikit tambahan nutrisi, seperti kalsium, unsur besi, dan kalium.
Meski demikian, jumlah nutrisi tersebut dalam satu porsi gula merah tergolong sangat mini dan tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Jika dilihat dari beratnya, gula merah memang sedikit lebih rendah kalori dan karbohidrat dibandingkan gula putih, tetapi perbedaannya tidak terlalu besar.
Menurut MedicineNet, komponen utama dalam gula merah dan gula putih adalah sukrosa. Sukrosa mempunyai indeks glikemik nan tinggi sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat.
Ilustrasi. Gula merah bubuk. (Moe Rubenzahl/Wikipedia)
Artinya, baik gula merah maupun gula putih dapat memicu lonjakan gula darah nan serupa pada penderita diabetes. Kedua jenis gula ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah layaknya karbohidrat sederhana lainnya.
Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan pemisah konsumsi gula harian tidak lebih dari 50 gram per hari, alias setara dengan empat sendok makan. Batas ini bertindak untuk semua jenis gula tambahan, termasuk gula putih dan gula merah.
Dengan demikian, meskipun gula merah mengandung sedikit mineral tambahan, konsumsinya tetap kudu dibatasi. Mengonsumsi gula merah secara berlebihan tetap berisiko menyebabkan lonjakan gula darah dan memperburuk kondisi diabetes.
Dengan pengelolaan pola makan nan tepat, akibat komplikasi glukosuria dapat ditekan, dan kualitas hidup penderita glukosuria tetap terjaga.
(gas/tis)
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·