CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Zakat fitrah bermaksud untuk menyucikan diri selama Ramadan serta membantu masyarakat nan membutuhkan. Lantas, apakah bayar amal fitrah wajib? (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjelang Hari Raya Idulfitri, pertanyaan nan sering muncul di tengah masyarakat adalah apakah zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim.
Dalam Islam, amal fitrah memang mempunyai kedudukan nan sangat krusial lantaran menjadi bagian dari tanggungjawab nan kudu ditunaikan sebelum merayakan kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zakat fitrah merupakan tanggungjawab nan berkarakter fardhu ain, artinya wajib bagi setiap perseorangan Muslim. Kewajiban ini bertindak bagi laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak, selama mereka termasuk golongan nan bisa untuk menunaikannya.
Tujuan utama amal fitrah bukan sekadar memenuhi tanggungjawab ibadah. Zakat ini juga berfaedah untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan serta membantu masyarakat nan memerlukan agar dapat merasakan kebahagiaan saat Idulfitri.
Secara umum, amal fitrah dibayarkan dalam corak makanan pokok. Di Indonesia, makanan pokok nan dimaksud biasanya berupa beras. Jumlah nan kudu dikeluarkan adalah sekitar 2,5 kilogram alias setara 3,5 liter beras per orang.
Pembayaran amal fitrah dapat dilakukan oleh setiap perseorangan secara langsung. Namun dalam praktiknya, kepala family biasanya bertanggung jawab membayarkan amal untuk seluruh personil family nan menjadi tanggungannya.
Hal krusial mengenai amal fitrah
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perihal krusial nan perlu diketahui mengenai amal fitrah.
1. Syarat mampu
Zakat fitrah hanya diwajibkan bagi orang nan mempunyai kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya pada malam serta hari raya Idulfitri.
Jika seseorang tidak mempunyai kelebihan makanan pada waktu tersebut, maka dia tidak diwajibkan bayar zakat.
2. Tanggung jawab kepala keluarga
Dalam banyak keluarga, amal fitrah biasanya dibayarkan oleh kepala keluarga. Ia menanggung pembayaran untuk dirinya sendiri, pasangan, anak-anak, serta personil family lain nan menjadi tanggungannya.
3. Waktu pembayaran
Zakat fitrah mulai dapat ditunaikan sejak awal Ramadan. Namun pemisah akhirnya adalah sebelum penyelenggaraan salat Idulfitri.
Jika dibayarkan setelah salat Id, maka statusnya bukan lagi amal fitrah melainkan infak biasa.
4. Diperuntukkan bagi nan berhak
Zakat fitrah diberikan kepada golongan nan memerlukan alias nan disebut mustahik. Tujuannya agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pada hari raya.
5. Tidak wajib bagi nan betul-betul tidak mampu
Seseorang nan tidak mempunyai kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada hari raya tidak dibebani tanggungjawab amal fitrah. Bahkan dalam kondisi tersebut, dia justru berkuasa menerima zakat.
Para ustadz juga menegaskan bahwa meninggalkan amal fitrah tanpa argumen nan dibenarkan termasuk perbuatan nan berdosa.
Oleh lantaran itu, umat Islam dianjurkan untuk menunaikannya tepat waktu agar ibadah Ramadan menjadi lebih sempurna.
Selain memberikan faedah spiritual, amal fitrah juga mempunyai akibat sosial nan besar. Dengan tanggungjawab ini, kesenjangan sosial dapat sedikit berkurang lantaran mereka nan bisa membantu kerabat nan kurang mampu.
Demikian penjelasan apakah amal fitrah wajib alias tidak. Hal ini krusial bagi setiap Muslim agar tidak melewatkan salah satu ibadah nan menjadi bagian dari penyempurna puasa Ramadhan sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.
(asp/fef)
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·