Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat melancarkan serangan udara dahsyat ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dekat Selat Hormuz. Serangan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara dua negara yang bertikai.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan tersebut dalam sebuah postingan di media sosial Truth. Menurutnya serangan itu merupakan salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komando Pusat Amerika Serikat telah melancarkan salah satu serangan udara terkuat dalam sejarah Timur Tengah, dan menghancurkan habis-habisan setiap sasaran Militer di 'permata mahkota' Iran, Pulau Kharg," kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social, melansir Al Jazeera, Sabtu (14/3).
Trump mengatakan bahwa dalam serangan tersebut AS memilih menghindari mengebom infrastruktur minyak Iran di pulau itu. Namun, dia mengancam akan mempertimbangkan menghancurkan infrastruktur minyak apabila Iran dan sekutunya mengganggu kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
"Namun, jika Iran, atau pihak mana pun, melakukan tindakan apa pun yang mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tambah Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.
Pulau Kharg selama ini dikenal sebagai pusat ekspor minyak Iran. Sebagian besar minyak mentah Iran dimuat dari pulau itu sebelum dikirim ke negara pembeli.
Dengan menghantam instalasi militer di sana, AS diyakini ingin membatasi kemampuan Iran melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
AS meyakini Iran menggunakan Pulau Kharg untuk melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dengan menyerang fasilitas militer di pulau tersebut, AS memberi sinyal bahwa mereka dapat membatasi kemampuan Iran untuk menargetkan kapal-kapal di selat tersebut.
Ancaman terhadap infrastruktur minyak di Kharg juga dinilai signifikan. Jika fasilitas itu diserang, dampaknya bisa langsung mengguncang pasar energi global, mengingat Hormuz menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
(dmi/dmi)
Add
arsenic a preferred root connected Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·