Jakarta, CNN Indonesia --
Ayat Kursi mempunyai banyak keistimewaan luar biasa. Ayat ini sering dibaca oleh umat Islam dalam beragam kesempatan, baik setelah salat wajib, ketika hendak tidur, saat bepergian, maupun ketika memohon perlindungan.
Tak sekadar bacaan, Ayat Kursi menyimpan makna mendalam tentang tauhid dan keagungan Allah SWT nan patut direnungkan oleh setiap Muslim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berasal dari Surah Al-Baqarah ayat 255, Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam setelah Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.
Letaknya nan strategis dalam mushaf serta kedalaman maknanya menjadikannya dikenal sebagai "penghulu ayat-ayat Al Quran."
Keagungan Ayat Kursi apalagi disebut dalam beragam sabda sebagai pelindung paling kuat dari gangguan setan dan jin, serta pembuka keberkahan hidup.
Keutamaan Ayat Kursi
Berikut beberapa keistimewaan Ayat Kursi, dilansir dari beragam sumber.
1. Mendapatkan keberkahan hidup
Membaca Ayat Kursi dengan penuh keikhlasan diyakini bisa mendatangkan keberkahan dalam aktivitas harian, baik dalam perihal rezeki, kesehatan, maupun ketenangan hati.
2. Perlindungan dari segala bahaya
Ayat Kursi menjadi tameng pelindung dari bujukan setan, tipu daya iblis, apalagi dari ancaman marabahaya nan tak kasatmata. Karena itulah banyak ustadz menyarankan membacanya setiap sebelum tidur dan saat keluar rumah.
3. Mempermudah segala urusan
Dalam beragam riwayat disebutkan bahwa Ayat Kursi dapat membukakan pintu-pintu kemudahan bagi siapa pun nan membacanya secara rutin.
Ia bisa meringankan beban pikiran, menenteramkan hati, serta membantu mengatasi beragam kesulitan hidup.
Namun, keistimewaan Ayat Kursi tak bakal terasa jika hanya dibaca secara mekanis tanpa pemahaman dan penghayatan.
Maka krusial bagi setiap Muslim untuk memahami maknanya, meresapi kandungan tauhid dan kekuasaan Allah di dalamnya, lampau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Ayat Kursi Arab, latin, dan artinya
Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surat Al Baqarah. Berikut referensi Ayat Kursi dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
Bacaan Ayat Kursi Arab:
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa naum, la huu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, mann dzal ladzii yasyfau indahuu illa biidznih, ya lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyai im min ilmihii illaa bimaa syaa, wasia kursiyyuhus samaawaati walardh, wa laa yaudluhuu hifdzuhumaa, wa huwal aliyyul adziim.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berkuasa disembah) melainkan Dia nan Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa nan di langit dan di bumi. Tiada nan dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa nan di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari pengetahuan Allah melainkan apa nan dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Ayat Kursi dinamai demikian lantaran mengandung kata kursiyyuhu, nan dalam bahasa Arab mempunyai banyak makna. Menurut sebagian ulama, kata bangku dalam konteks ini bukan merujuk pada bangku dalam pengertian barang bentuk tempat duduk.
Makna nan lebih dalam menyatakan bahwa Al-Kursi adalah simbol dari pengetahuan Allah nan Maha Luas, alias sebagian lagi menafsirkannya sebagai lambang dari kekuasaan dan kerajaan-Nya nan meliputi segala sesuatu di langit dan di bumi.
Keistimewaan ayat ini tak hanya pada susunan kata-kata dan maknanya nan mengandung tauhid murni, tetapi juga dalam keutamaannya nan disebut langsung dalam sabda Rasulullah SAW.
Dalam sebuah riwayat nan disampaikan oleh Imam Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali, Rasulullah bersabda:
"Ayat bangku merupakan ayat nan diberkahi, tidak ada nan membukakan kesulitan, menyingkirkan musibah dan menghilangkan kesedihan lebih sigap daripada ayat kursi." (HR. Imam Abu Hamid)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa membaca Ayat Kursi bukan hanya ibadah ibadah, tetapi juga langkah untuk meraih keberkahan, ketenangan, dan perlindungan ilahi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Ayat Kursi sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian, kita tidak hanya melantunkan kalimat suci, tapi juga menyematkan keagamaan dalam hati.
Demikian referensi Ayat Kursi Arab, latin, beserta artinya.
(asp/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·