Jakarta, CNN Indonesia --
Niat puasa Kamis wajib dibaca umat Muslim sebelum menjalankan puasa sunnah ini. Puasa sunnah di hari Kamis ini wajib diawali dengan membaca niat terlebih dulu sebelum melaksanakan ibadah tersebut.
Dilansir dari laman NU Online, puasa sunnah Kamis termasuk nan dianjurkan dikerjakan karena Rasulullah SAW rutin melaksanakan puasa pada hari Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beliau menjelaskan bahwa pada hari itu kebaikan manusia diangkat dan disetorkan kepada Allah SWT. Karena itulah, Nabi SAW berupaya menjaga dirinya agar selalu dalam keadaan berpuasa saat amalnya disetorkan.
Seperti puasa pada umumnya, niat puasa Kamis dapat dilakukan sejak malam hari, ialah mulai setelah terbenam mentari hingga terbit fajar.
Namun, jika lupa alias belum beriktikad di malam hari, niat puasa sunnah ini tetap bisa dibaca setelah Subuh hingga sebelum Dzuhur, selama sejak fajar belum melakukan hal-hal nan membatalkan puasa.
Bacaan niat puasa Kamis
Berikut referensi niat puasa Kamis nan dapat dilafalkan pada malam hari alias setelah fajar.
· Niat puasa Kamis nan dibaca malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamisi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku beriktikad puasa sunah hari Kamis lantaran Allah ta'âlâ."
· Niat puasa Kamis nan dibaca setelah fajar:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil khamisi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku beriktikad puasa sunnah hari Kamis ini lantaran Allah ta'ala."
Doa berbuka puasa sunnah Kamis
Berikut angan buka nan bisa diamalkan untuk membatalkan puasa dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
· Doa buka puasa nan umum
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: Ya Allah karenaMu saya berpuasa, denganMu saya beriman, kepadaMu saya bertawakal dan dengan rezekiMu saya berbuka (puasa), dengan rahmatMu, Ya Allah nan Tuhan Maha Pengasih.
· Doa buka puasa Senin Kamis dari hadits Ibnu Umar RA
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah.
Keutamaan puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis mempunyai banyak keistimewaan bagi muslim nan mengerjakannnya dengan bersungguh-sungguh. Berikut keistimewaan puasa sunnah Senin Kamis.
1. Hari dibukanya pintu surga
Senin dan Kamis merupakan hari saat Allah swt membuka pintu surga. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw nan diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut.
"Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba nan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu bakal diampuni, selain bagi orang nan antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR. Muslim)
2. Puasa sunnah nan selalu dilakukan oleh Rasulullah
Siti 'Aisyah radhiyallu 'anha pernah menyampaikan bahwa Nabi senantiasa puasa di hari Senin dan Kamis. Hal demikian berasas hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dan Imam Ahmad, "Nabi saw selalu menjaga puasa Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
3. Hari penyetoran kebaikan manusia
Selain hari nan Nabi Muhammad saw senantiasa puasa di dalamnya, Senin dan Kamis juga merupakan hari penyetoran kebaikan manusia. Menjadi positif jika kebaikan seorang umat Islam dilaporkan dalam kondisi berpuasa.
Diceritakan, bahwa ketika Usamah bin Zaid nan saat itu tengah berpuasa pergi berbareng budaknya ke bukit Al-Qurâ. Sang budak pun bertanya, "Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?"
Merespons pertanyaan itu, Usamah menjawab, "Sesungguhnya Nabi Muhammad saw berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang perihal itu, beliau menjawab, 'Sesungguhnya ibadah para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis'"
Dalam hadits lain nan diriwayatkan Imam at-Tirmidzi, beliau bersabda, "Amal perbuatan manusia bakal disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka saya mau amalku diserahkan saat saya berpuasa."
Berkaitan dengan hadits di atas, Syekh Sulaiman al-Bujairami (w. 1806 M) menjelaskan, setiap hari ibadah manusia dicatat oleh malaikat sebanyak dua kali, ialah waktu siang dan malam. Untuk setiap minggunya, ialah hari Senin dan Kamis, kebaikan bakal disetorkan kepada Allah.
Sementara untuk setiap tahunnya, disetorkan pada malam Nisfu Sya'ban. Hal itu termaktub dalam kitabnya Hasyiyah al-Bujairami 'Alal Khotib.
Demikian referensi niat puasa Kamis nan dilengkapi dengan keutamaannya untuk diamalkan umat Muslim.
(avd/fef)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·