slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bantah Gudang Kosong, Amran Sebut Yang Teriak Kurang Beras Antek Asing

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Karawang, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantah isu gudang beras kosong di tengah kondisi pasokan nasional.

Ia apalagi menyebut pihak nan menyuarakan kekurangan beras berpotensi mendorong kebijakan impor nan dinilai tidak berpihak pada petani dalam negeri.

"Nah, jika ada nan mengatakan penyimpanan itu tidak ada isinya alias kurang, artinya apa? Kalau kita percaya dia, keputusan kita apa? (Kalau) kurang. Berarti impor, kan? Kalau mau impor, berfaedah pro pada petani negara lain," ujar Amran di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan narasi kekurangan beras dinilai bisa menggiring opini publik agar pemerintah mengambil langkah impor. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut justru menguntungkan produsen beras dari luar negeri dan bukan petani domestik.

"Pro petani negara lain berfaedah antek asing. Jadi kudu dikonstruksi. Apa maunya? Apakah tidak sayang petani kita lagi berbahagia sekarang?" kata dia.

Amran menegaskan kondisi stok beras nasional saat ini justru dalam posisi tinggi, ialah menyentuh 5 juta ton. Ia menyebut kejadian nan terjadi di lapangan bukan kekurangan pasokan, melainkan pasar nan condong jenuh.

[Gambas:Youtube]

"Kalau kita lihat, itu menandakan bahwa pasar jenuh. Bahwa horeca (hotel, restoran, catering) dan rumah tangga itu 12 juta-12,5 juta ton, itu tertinggi selama kita ada pengukuran," ujarnya.

Menurutnya, tingginya stok di tingkat rumah tangga dan sektor horeka membikin pengedaran beras dari pemerintah tidak terserap optimal, meskipun nilai telah ditekan.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika penyerapan support pangan tetap relatif lebih tinggi. Saat ini, keterisian stok di masyarakat membikin kebutuhan tambahan beras menurun.

"Rumah-rumah penuh dengan beras. Jadi itu menandakan seandainya ini terserap habis, berfaedah kosong di lapangan. Itu logikanya," kata Amran.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru