slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Batas Wilayah Thailand Dan Kamboja, Sejarah, Dan Letaknya

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand dan Kamboja adalah negara tetangga dengan garis perbatasan nan memisahkan keduanya. Pelajari pemisah wilayah Thailand dan Kamboja.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 karya Ratna Sukmayani, dkk., Thailand secara astronomis berada di antara 5° LU hingga 21° LU, dengan luas wilayah kurang lebih 514.000 km².

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 90 persen wilayah Thailand merupakan daratan nan membentang dari pegunungan di bagian utara hingga Tanah Genting Kra di selatan.

Posisi strategis Thailand membuatnya berbatasan dengan beberapa negara dan perairan krusial di Asia Tenggara, yaitu:

  • Utara: Laos dan Myanmar
  • Timur: Laos dan Kamboja
  • Selatan: Malaysia dan Teluk Siam
  • Barat: Myanmar dan Laut Andaman

Sementara Kamboja secara astronomis terletak pada 10°LU-14°LU dan 102°BT-108°BT, dan secara geografis menempati semenanjung Indochina nan membuatnya berbatasan langsung dengan negara tetangganya.

  • Utara: Thailand dan Laos
  • Timur: Vietnam
  • Selatan: Teluk Siam
  • Barat: Thailand

Luas wilayahnya sekitar 181.035 km², dengan bentang alam nan didominasi dataran rendah dan sebagian pegunungan di utara serta barat.

Indochina Prancis merupakan nama kolektif untuk wilayah-wilayah kolonial Prancis di Asia Tenggara, sejak kolonialisme pada 1887 hingga kemerdekaan dan Perang Vietnam berikutnya pada pertengahan 1900-an.

Selama era kolonial, Indochina Prancis mencakup Cochin-China, Annam, Kamboja, Tonkin, Kwangchowan, dan Laos.

Sengketa wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja

Thailand dan Kamboja mempunyai letak geografis nan saling berdekatan dan berbagi garis perbatasan darat maupun laut. Posisi ini berpotensi menjadi titik bentrok nan mengganggu stabilitas regional, terutama di area perbatasan.

Salah satu sengketa perbatasan nan paling terkenal adalah mengenai wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear. Kuil nan terletak di perbatasan Provinsi Preah Vihear (Kamboja) dan Provinsi Sisaket (Thailand) ini menjadi objek perselisihan sejak awal abad ke-20.

Dilansir dari buku Sengketa Wilayah Perbatasan Thailand-Kamboja karya Awani Irewati, posisi Kuil Preah Vihear berada di Desa Svay Chrum, Komune Kan Tout, Kabupaten Choam Khsant, Provinsi Preah Vihear bagian utara Kamboja.

Lokasinya sekitar 140 km dari Angkor Wat dan 320 km dari Phnom Penh.

Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) pada 1962 menetapkan bahwa kuil ini berada di wilayah Kamboja, penentuan pemisah wilayah di sekitarnya tidak diatur secara rinci.

Inilah nan memicu sengketa lanjutan, terutama mengenai sebidang tanah seluas ±1,8 mil persegi (sekitar 4,6 km²) di puncak wilayah berjurang dekat kuil.

Perbatasan kedua negara di area ini juga belum sepenuhnya didemarkasi. Dari total 76 titik batas, sebagian tetap belum disepakati lantaran hambatan lapangan, termasuk adanya ranjau darat sisa bentrok masa lalu.

Pada 1904 Prancis memetakan perbatasan Kamboja-Thailand dengan mengikuti aliran sungai alami dan perbukitan. Namun garis perbatasan itu dianggap bermasalah.

Dalam pertemuan Komisi Perbatasan Bersama (JBC) Thailand-Kamboja keenam nan diselenggarakan di Phnom Penh pada 15 Juni 2025, Lam Chea, Menteri Kamboja nan bertanggung jawab atas Urusan Perbatasan, menyatakan bahwa Kamboja hanya bakal mengakui peta berskala 1:200.000.

Hal tersebut merujuk pada Perjanjian Prancis-Siam tahun 1904 dan 1907. Ia dengan tegas menolak peta berskala 1:50.000 milik Thailand, nan dibuat secara sepihak.

Namun Thailand menggunakan peta skala 1:50.000, nan berfaedah 1 sentimeter pada peta mewakili 500 meter di lapangan. Skala ini memberikan info topografi nan sangat detail, termasuk perbukitan, sungai, dan jalan kecil, sehingga ideal untuk penentuan pemisah wilayah nan akurat.

Di sisi lain, Kamboja bersikeras menggunakan peta skala 1:200.000, di mana 1 sentimeter sama dengan 2 kilometer dalam kenyataan. Peta buatan Prancis ini empat kali lebih perincian daripada peta Thailand, tetapi mencakup wilayah nan jauh lebih luas.

Penggunaan dua sistem pemetaan nan tidak kompatibel ialah skala 1:50.000 dan 1:200.000 untuk menentukan pemisah dua negara ini, mempunyai akibat sangat besar.

Di beberapa wilayah, peta Thailand dan Kamboja menempatkan pemisah wilayah hanya beberapa kilometer, sehingga mengakibatkan klaim nan tumpang tindih dan terciptanya area sengketa hingga sekarang.

Demikian penjelasan mengenai pemisah wilayah Thailand dan Kamboja, sejarah, letak, dan sengketa wilayah perbatasan keduanya. Semoga bermanfaat.

(han/juh)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru