slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Belajar Dari Kasus Ratna Listy, Ini Penyebab Ban Mobil Tiba-tiba Pecah

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Selebritas Ratna Listy mengalami pecah ban mobil saat melaju di Tol Cipali dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (6/12).

Ratna sempat memperlihatkan kondisi ban belakang mobilnya nan pecah. Terlihat ban roda bagian kiri belakang itu sobek melingkar mengikuti ring pelek dan berasap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung, kejadian ini tak menyebabkan kecelakaan lampau lintas dengan fatalitas serius. Semua penumpang di dalam mobil juga dilaporkan selamat.

Berkaca dari kasus ini pengemudi alias pemilik mobil perlu memahami penyebab pecah ban untuk menghindari perihal tak diinginkan. Pecah ban bukan hanya membikin panik, tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan serius jika terjadi pada kecepatan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut penyebab ban mobil pecah, mengutip situs resmi Suzuki Indonesia:

Tekanan udara tak sesuai standar

Salah satu penyebab paling umum ban mobil mudah pecah adalah tekanan udara tidak sesuai standar. Banyak pengemudi tidak rutin mengecek tekanan ban, padahal tekanan nan terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama berbahaya.

Tekanan angin terlalu rendah

Ban dengan tekanan kurang bakal mengalami gesekan lebih besar di permukaan jalan. Hal ini membikin ban sigap panas, tembok ban melemah, dan akhirnya dapat pecah tiba-tiba.

Selain itu, ban nan kurang angin membikin kendaraan terasa berat dan royal bahan bakar.

Tekanan angin terlalu tinggi

Sebaliknya, tekanan terlalu tinggi membikin permukaan ban menjadi lebih keras. Akibatnya, area ban nan menapak di jalan menjadi lebih mini sehingga ban lebih rentan terhadap barang tajam.

Dinding ban juga bekerja lebih keras dan bisa pecah saat menghantam lubang besar alias polisi tidur.

Sebaiknya pemilik mobil perlu rutin mengecek tekanan angin ban minimal seminggu sekali alias sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan mengikuti rekomendasi pabrikan nan tertera pada pintu pengemudi alias kitab manual kendaraan.

Kondisi ban

Meski permukaan ban tetap tampak bagus, ban mempunyai pemisah usia pakai. Rata-rata, usia ban ideal adalah 3-5 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi jalan.

Ketika usia ban sudah melewati batas, material karet condong mengeras dan retak, membuatnya lebih rentan pecah.

Selain usia, keausan ban juga sangat memengaruhi daya tahannya. Ban nan sudah tipis tidak bisa lagi menahan tumbukan kuat dari jalan berlubang, kerikil tajam, alias gundukan aspal.

Beberapa tanda ban mobil sudah aus antara lain:

- Pola tapak menipis hingga melewati parameter TWI
- Munculnya retakan lembut pada tembok alias permukaan ban
- Permukaan ban terasa keras dan licin
- Ban terasa bergetar saat mobil berjalan
- Jika Anda menemukan tanda-tanda ini, segera tukar ban sebelum akibat pecah ban semakin besar.

Beban berlebih

Memuat peralatan terlalu banyak alias mengangkut penumpang melampaui kapabilitas kendaraan dapat memberikan tekanan ekstra pada ban mobil.

Ban nan terbebani secara berlebih bakal bekerja lebih keras dan mengalami peningkatan panas secara signifikan. Kondisi ini sangat berisiko membikin ban meledak di tengah perjalanan.

Setiap ban mempunyai pemisah beban maksimum nan ditunjukkan oleh kode Load Index pada tembok ban. Jika Anda sering membawa muatan berat, pilih ban dengan Load Index lebih tinggi sehingga ban lebih kuat menghadapi tekanan.

Pastikan Anda tidak mengabaikan pemisah muatan kendaraan nan tertera di kitab manual. Selain membikin ban sigap rusak, kelebihan beban juga memengaruhi performa rem dan suspensi.

Menghantam lubang

Kondisi jalan nan tidak rata, berlubang, alias penuh kerikil tajam juga menjadi penyebab umum ban mobil pecah. Ketika ban menghantam lubang dalam pada kecepatan tinggi, struktur tembok ban dapat robek alias benang kawat di dalamnya bisa putus.

Begitu struktur ban rusak, ban mungkin tidak pecah seketika, tetapi bakal melemah dan akhirnya pecah saat digunakan pada perjalanan berikutnya. Inilah argumen kenapa Anda perlu lebih waspada saat melewati wilayah dengan jalan rusak.

Jika Anda tidak sengaja menghantam lubang besar dan terdengar bunyi sangat keras, sebaiknya hentikan kendaraan dan periksa kondisi ban. Apabila terasa ada benjolan pada sisi ban, itu tanda ban sudah tidak layak digunakan.

Ban terlalu panas

Ban mobil bekerja dengan menghasilkan panas akibat gesekan dengan permukaan jalan. Namun, jika panas terlalu tinggi, komponen karet dapat melemah dan menyebabkan ban pecah.

Panas berlebih bisa disebabkan oleh beragam aspek seperti tekanan angin rendah, kecepatan tinggi nan berkepanjangan, cuaca ekstrem, alias kualitas ban nan tidak baik.

Ketika Anda melakukan perjalanan jauh, sebaiknya beristirahat setiap 2-3 jam untuk memberi waktu ban mendingin. Jika mobil terasa beraroma karet terbakar, hentikan perjalanan dan periksa kondisi ban.

Kerusakan pelek

Pelek nan penyok, retak, alias tidak presisi dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada ban. Akibatnya, bagian tertentu dari ban bekerja lebih keras dan mudah mengalami sobekan alias pecah.

Pelek nan tidak seimbang juga membikin mobil bergetar, perlahan merusak struktur ban dari dalam. Saat Anda melakukan balancing dan spooring, teknisi biasanya dapat mendeteksi masalah pada pelek.

Jika pelek sudah tidak layak pakai, sebaiknya segera diganti untuk mencegah kerusakan ban nan lebih parah.

(ryh/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru