CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 10:00 WIB
Ilustrasi. Salah satu pertanyaan nan sering muncul menjelang bulan suci ini adalah berapa jam puasa di Indonesia setiap harinya. (iStockphoto/Fredography)
Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa Ramadan merupakan bulan nan sangat spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Ibadah ini dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, serta segala perihal nan membatalkan puasa sejak terbit fajar (waktu Subuh alias imsak) hingga mentari terbenam (waktu Magrib).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pertanyaan nan sering muncul menjelang bulan suci ini adalah berapa jam puasa di Indonesia setiap harinya?
Sebenarnya, seberapa lamanya waktu puasa Ramadhan di setiap wilayah ditentukan oleh beberapa aspek penting. Salah satunya adalah perbedaan area waktu dan letak geografis suatu negara.
Negara-negara nan berada di sekitar garis khatulistiwa seperti Indonesia, pada umumnya mempunyai lama siang dan malam nan nyaris sama sepanjang tahun, sehingga waktu puasanya relatif konsisten.
Berbeda halnya dengan negara nan letaknya dekat kutub, mengalami perubahan lama siang dan malam secara drastis lantaran dipengaruhi aspek musim.
Lalu, berapa jam puasa di Indonesia?
Dirangkum dari laman Bimas Islam Kemenag RI, waktu jam puasa di Indonesia berada pada kisaran 13 hingga 14 jam setiap harinya.
Meskipun Indonesia mempunyai wilayah nan sangat luas dengan tiga area waktu berbeda, perbedaan lama puasa antarwilayah tidak terlalu signifikan. Letak geografis Indonesia nan berada di sekitar garis Khatulistiwa membikin perbedaan waktu terbit dan terbenamnya mentari relatif stabil sepanjang tahun.
Indonesia terbagi ke dalam tiga area waktu, ialah Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
Perbedaan area waktu puasa Ramadan di wilayah Indonesia
Ilustrasi. Tak sedikit orang nan bertanya-tanya, berapa jam puasa di Indonesia setiap harinya. (iStockphoto/Drazen Zigic)
Meski lama puasanya relatif sama, waktu imsak dan berbuka puasa di masing-masing wilayah tentu berbeda.
1. Wilayah Indonesia Barat (WIB)
Wilayah Indonesia Barat meliputi Aceh, Sumatra, DKI Jakarta, Jawa, dan sekitarnya. Di wilayah ini, lama puasa Ramadan 1447 H berkisar antara 13 hingga 14 jam.Pada umumnya, waktu imsak berada pada rentang pukul 04.30 hingga 05.30 WIB, sedangkan waktu Maghrib alias berbuka puasa berkisar antara pukul 18.00 hingga 19.00 WIB.
Misalnya, di Kota Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026, waktu imsak jatuh pada pukul 04.31 WIB, sedangkan waktu Maghrib berada pada pukul 18.18 WIB. Dengan demikian, lama puasa di wilayah ini mencapai kurang lebih 13 jam 47 menit.
2. Wilayah Indonesia Tengah (WITA)
Wilayah Indonesia Tengah mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta Kepulauan Nusa Tenggara. Di wilayah ini, waktu imsak dan berbuka puasa sedikit berbeda dibandingkan wilayah barat lantaran perbedaan area waktu dan posisi matahari.
Sebagai contoh, di Kota Denpasar, Bali, pada 19 Februari 2026, waktu imsak tercatat pada pukul 04.55 WITA, sedangkan waktu Maghrib jatuh pada pukul 18.47 WITA.
Melihat dari rentang waktu tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu buka puasa di Wilayah Indonesia Tengah lebih lambat jika dibandingkan dengan Indonesia bagian barat.
3. Wilayah Indonesia Timur (WIT)
Wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua dikenal sebagai wilayah nan lebih awal dalam memulai dan mengakhiri waktu puasa jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan area waktu serta letak geografis wilayah timur.
Contohnya, di Kota Jayapura, Papua, pada Kamis, 19 Februari 2026, waktu imsak jatuh pada pukul 04.20 WIT, sementara waktu Maghrib berada pada pukul 18.00 WIT.
Meskipun mempengaruhi waktu imsak dan berbuka puasa, tetapi perbedaan area waktu dan letak geografis tidak menyebabkan perbedaan lama nan signifikan. Dengan demikian, waktu puasa Ramadan di Indonesia berjalan sekitar 13 hingga 14 jam setiap harinya.
(gas/asr)
[Gambas:Video CNN]
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·