slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Berapa Umur Bumi Saat Ini? Begini Cara Ilmuwan Bisa Tahu

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tahukah Anda berapa sebenarnya umur bumi? Konon, bumi sudah berumur jutaan apalagi miliaran tahun. Namun, gimana langkah intelektual bisa tahu perihal itu?

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dan satu-satunya planet di tata surya nan diketahui mempunyai kehidupan. Bumi juga dikenal sebagai planet biru lantaran sebagian besar permukaannya ditutupi oleh air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sejarah, sebelum bumi ditinggali oleh manusia, sebelumnya ada masa dinosaurus nan mencapai ratusan juta tahun. Jauh dari itu, ada pula era kelahiran bumi. Lalu sebenarnya berapa usia bumi tersebut?


Berapa usia bumi saat ini?

Merujuk situs American Museum of Natural History (AMNH), sebelum tahun 1800-an hanya beberapa intelektual saja nan memikirkan berapa sebenarnya umur bumi. Mereka pun kesulitan untuk menemukan jawabannya lantaran keterbatasan teknologi.

Orang-orang kebanyakan pun mengandalkan jawaban usia bumi dari kitab-kitab agama, seperti Injil. Oleh lantaran itu, kebanyakan orang beranggapan usia bumi hanyalah 6.000 tahun saja.

Pendapat tersebut kemudian disangkal lantaran dari nan kita ketahui sekarang, bumi sudah sangat tua. Hal tersebut lantaran bumi mempunyai banyak jenis nan sudah berevolusi dan mempunyai perubahan nan sangat signifikan dari awal lahir hingga sekarang.

Sebelum adanya manusia, terdapat masa ketika hewan menguasai bumi, sebelumnya ada dinosaurus, kemudian hewan-hewan laut, hingga jauh sebelum itu ada masa bumi dilahirkan melalui Big Bang.

Oleh lantaran itu, intelektual beranggapan bahwa usia bumi sekarang ini adalah 4,5 miliar tahun. Jawaban tersebut didapatkan berasas penanggalan radiometrik.

Penanggalan radiometrik adalah metode mengukur usia batuan berasas peluruhan unsur radioaktif di dalamnya. Lewat metode ini, ditemukan batuan tertua nan di Acasta Gneiss, Kanada berumur 4,03 miliar tahun.

Selain itu ditemukan pula batuan di beberapa wilayah lain nan berumur miliaran tahun. Seperti di Greenland ada batu Supracrustal Isua nan berumur 3,8 miliar tahun. Lalu di Australia ditemukan kristal zirkonium nan berumur 4,3 miliar tahun, nan menjadikannya sebagai bahan tertua nan pernah ditemukan di Bumi sejauh ini.

Dari info tersebut, intelektual beranggapan bumi mempunyai umur nan lebih tua alias setidaknya sama dengan batuan tersebut.

Selanjutnya, intelektual juga memprediksi usia bumi nan dihitung dari meteorit nan jatuh ke bumi. Meteorit adalah sisa-sisa dari pembentukan tata surya. Penanggalan radiometrik meteorit menunjukkan umur sekitar 4,56 miliar tahun, nan dianggap mendekati usia bumi dan tata surya.

Terakhir, intelektual mempelajari usia bumi berasas pembentukan tata surya. Ilmuwan menggunakan model fisika dan kimia tentang gimana planet terbentuk dari awan gas dan debu, nan juga mendukung perkiraan umur sekitar 4,5 miliar tahun.

Dari kombinasi metode-metode tersebut, intelektual meyakini bahwa umur bumi adalah sekitar 4,5 miliar tahun.

Meski sudah sangat tua, rupanya bumi diprediksi bakal terus hidup dan menaungi makhluk-makhluk nan ada di dalamnya, termasuk manusia.

Hal tersebut lantaran intelektual beranggapan bumi sebagai planet bentuk kemungkinan bakal "punah" dalam 5 miliar tahun lagi.

Namun, perihal tersebut bukan berfaedah sebagai manusia kita bisa hidup seenaknya. Karena kehidupan di bumi sendiri mungkin bakal menghadapi ancaman besar tergantung oleh banyak faktor, baik dari dalam alias luar bumi.

Demikian penjelasan dari umur bumi nan sekarang telah mencapai 4,5 miliar tahun. Semoga bermanfaat.

(sac/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru