Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan alokasi anggaran pencegahan dalam lima tahun terakhir hanya berkisar Rp17-19 miliar per tahun.
"Yang menjadi tantangan dan hambatan kami adalah dari segi anggaran. Kenapa demikian? lantaran dalam 5 tahun terakhir anggaran pencegahan BNPB ini relatif sangat terbatas. Kami laporkan setiap tahun untuk anggaran pencegahan alias mitigasi musibah berkisar Rp17-19 miliar per tahun," kata Suharyanto dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, anggaran senilai itu sangat kecil. Namun, BNPB terus berupaya untuk meningkatkan keahlian penanggulangan musibah dalam aspek pencegahan alias mitigasi dengan tidak hanya mengandalkan APBN.
BNPB di antaranya berupaya untuk mendapat alokasi pinjaman luar negeri.
"Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa nan sudah disetujui pinjaman luar negeri ini pun untuk meningkatkan keahlian BNPB dalam pra musibah alias pencegahan," katanya.
Di samping itu, BNPB juga berupaya memanfaatkan biaya siap pakai. Dana siap adalah anggaran nan diberikan kepada BNPB untuk digunakan saat musibah telah terjadi dan wilayah masuk status siaga alias tanggap darurat.
"Tentu saja setelah terjadi musibah selain kami melakukan upaya pemulihan, pengembalian kondisi awal ini juga. Kami beberapa kali juga sudah berupaya untuk meningkatkan ketahanan wilayah pasca musibah untuk menghadapi musibah di tahun berikutnya," katanya.
(yoa/dal)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·