slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bolehkah Menggabung Puasa Qadha Ramadhan Dengan Puasa Senin Kamis?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Puasa merupakan salah satu ibadah nan mempunyai banyak keistimewaan di sisi Allah SWT, baik nan berkarakter wajib seperti puasa Ramadan maupun puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis.

Kemudian, muncul pertanyaan nan sering ditanyakan umat Muslim, khususnya para wanita nan mempunyai utang puasa Ramadan, ialah apakah boleh menggabung puasa qadha Ramadhan dengan puasa Senin Kamis?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan ini muncul lantaran sering kali seseorang mau mendapatkan keistimewaan dari dua jenis puasa sekaligus.

Dalam praktiknya, tidak sedikit umat Islam nan mau menjalankan puasa sunnah tetapi di sisi lain tetap mempunyai tanggungan puasa wajib. Oleh lantaran itu, perlu dipahami gimana norma dan pandangan para ustadz mengenai perihal ini.

Simak pandangan ulama, dasar hukum, serta niat nan sebaiknya dilakukan saat mau menjalankan kedua jenis puasa tersebut secara bersamaan.


Penjelasan tentang puasa qadha Ramadhan

Puasa qadha adalah puasa nan dilakukan untuk mengganti puasa wajib di bulan Ramadan nan tertinggal.

Dilansir dari kitab Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari (2017) karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, puasa qadha wajib dilakukan bagi mereka nan tidak sempat berpuasa lantaran argumen nan dibenarkan syariat, seperti sakit, bepergian, haid, nifas, alias keadaan lain nan membuatnya tidak bisa berpuasa.

Dikutip dalam Buku Pintar Agama Islam (1997) karya Muhammad Syukron Maksum, Abu Aunillah Al-Baijury menjelaskan orang nan wajib mengqadha puasanya antara lain:

  • Musafir nan tidak berpuasa
  • Orang sakit keras
  • Wanita menstruasi dan nifas
  • Orang nan sengaja muntah
  • Mereka nan makan alias minum dengan sengaja saat berpuasa

Berikut niat puasa qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghodin an qadha'I fardhi syahri romadhoona lillahi taala
Artinya: Aku beriktikad untuk meng-qadha puasa Bulan Ramadan besok hari lantaran Allah Ta'ala.

Keutamaan puasa Senin dan Kamis

Dalam Islam, puasa Senin dan Kamis termasuk puasa sunnah nan dianjurkan untuk dikerjakan. Rasulullah SAW sendiri sangat jarang meninggalkan ibadah ini. Kebiasaan ini didasarkan pada sabda berikut.

كان يَتَحَرَّى صيامَ الاثنينِ والخميسِ

Artinya: "Rasulullah biasa meletakkan pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Ibnu Majah, Tirmidzi, & Nasa'i)

Puasa Senin dan Kamis mempunyai keistimewaan tersendiri lantaran pada hari-hari tersebut, kebaikan perbuatan manusia diperiksa dan diangkat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْاثْنَيْنِ وَالْخَمْيْسِ فَأُحبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Amal-amal perbuatan itu diajukan pada hari Senin dan Kamis, oleh lantaran itu saya mau kebaikan perbuatanku diajukan pada saat saya sedang puasa." (HR Tirmidzi)

Untuk niat puasa Senin dan Kamis dilakukan secara terpisah, seperti berikut:

Niat Puasa Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa hari Senin sunnah lantaran Allah Ta'ala.


Niat Puasa Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa hari Kamis sunnah lantaran Allah Ta'ala.


Hukum menggabung puasa qadha Ramadhan dengan puasa Senin Kamis

Melansir dari kitab Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah karya H. Ahmad Zacky, S.Ag, M.A, dalam Kitab Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adilatuhu, Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa jika dua niat ibadah nan digabung sama-sama sunnah, maka keduanya sah.

Namun, jika salah satunya merupakan ibadah wajib dan nan lain sunnah, maka niat nan sah adalah niat ibadah wajib. Artinya, puasa qadha Ramadan tetap sah, sementara puasa sunnahnya tidak dihitung.

Akan tetapi, ustadz ajaran Syafi'i mempunyai pandangan nan sedikit berbeda. Abu Makhramah dalam Kitab Bughyah al-Mustarsyidin beranggapan bahwa menggabungkan niat bisa mengurangi pahala ibadah.

Sementara itu, Ibnu Hajar al-Haitamiy dan Syekh Ar-Ramli dalam Kitab I'anatut Thalibin menjelaskan bahwa niat puasa sunnah dapat digabung dengan puasa qadha tanpa mengurangi pahala keduanya.

Dari beragam penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa norma apakah boleh menggabung puasa qadha Ramadhan dengan puasa Senin Kamis adalah terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Namun, secara umum, kebanyakan ustadz memperbolehkan penggabungan niat dengan syarat niat utamanya adalah untuk puasa qadha.

Meski begitu, jika muslim mempunyai banyak waktu dan mau pahala nan sempurna sebaiknya memisahkan kedua puasa ini dan mendahulukan qadha puasa. Sebab puasa qadha Ramadhan hukumnya wajib dan lebih utama daripada melakukan puasa sunnah.

(gas/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru