CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Jamu dan obat sama-sama berguna dalam menyembuhkan penyakit. Namun, bolehkah minum jamu setelah minum obat? (istockphoto/Doucefleur)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jamu dan obat sama-sama berguna dalam menyembuhkan penyakit. Namun, bolehkah minum jamu setelah minum obat?
Meminum obat krusial untuk dilakukan lantaran bisa membantu tubuh melawan penyakit, meredakan gejala, dan mencegah kondisi tubuh menjadi lebih parah. Obat juga berfaedah untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil agar tidak menimbulkan komplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain obat, orang-orang juga sering meminum jamu lantaran dianggap sebagai pengobatan alami nan berasal dari bahan herbal, seperti kunyit, jahe, dan temulawak.
Jamu dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh, mengurangi pegal, melancarkan pencernaan, alias menjaga kesehatan.
Karena sama-sama berkhasiat, tak jarang orang nan meminum obat langsung meminum jamu dengan dugaan penyakit mereka bakal sembuh dengan melakukan demikian. Namun, apakah perihal ini kondusif untuk dilakukan?
Pengaruh obat dan jamu
Bolehkah minum jamu setelah minum obat? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, krusial untuk memahami pengaruh obat dengan beragam jenis mineral alias makanan.
Melansir Access Pharma dan National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism, beberapa makanan alias minuman sebaiknya tidak dikonsumsi setelah alias berbarengan dengan konsumsi obat.
Hal tersebut lantaran pencampuran keduanya bisa memengaruhi langkah kerja obat dalam tubuh.
Beberapa perihal nan sebaiknya tidak diminum setelah meminum obat di antaranya adalah:
1. Alkohol
Alkohol sangat rawan jika diminum berbareng obat. Kombinasi ini bisa menyebabkan mengantuk berat, pusing, mual, gangguan pernapasan, hingga perdarahan dalam.
Pada beberapa kasus, alkohol juga membikin obat menjadi kurang efektif alias justru lebih berbisa bagi tubuh. Sebaiknya hindari alkohol selama masa pengobatan.
2. Minuman berkafein
Kopi, teh, soda, dan minuman daya bisa mengganggu penyerapan obat. Kafein juga dapat meningkatkan pengaruh samping seperti jantung berdebar, gelisah, alias iritasi lambung, terutama jika diminum berbareng obat tertentu.
3. Jus buah sitrus tertentu
Jus buah sitrus seperti grapefruit dan sejenisnya dapat meningkatkan kadar obat dalam darah sehingga pengaruh samping menjadi lebih kuat.
Interaksi ini bisa berjalan beberapa hari, jadi sebaiknya dihindari jika sedang minum obat tertentu.
4. Susu alias minuman tinggi kalsium
Susu dapat menghalang penyerapan beberapa obat, terutama antibiotik dan obat osteoporosis. Akibatnya, obat tidak bekerja secara optimal.
Secara singkat, meminum hal-hal tersebut setelah meminum obat bisa mengakibatkan:
- Terganggunya penyerapan obat
- Adanya hubungan rawan dalam tubuh
- Meningkatkan akibat pengaruh samping
- Mengubah langkah kerja obat, dan sebagainya
Oleh lantaran itu, demi keamanan dan kesehatan tubuh, orang-orang memilih meminum obat dengan air putih dan menghindari mengonsumsi hal-hal tersebut setelah meminum obat.
Lantas, gimana dengan jamu?
Melansir dari beragam sumber, sebaiknya terdapat jarak antara meminum obat dan meminum jamu agar komplikasi pada tubuh tidak terjadi. Jeda nan dilakukan pun sekitar satu hingga dua jam setelah meminum obat.
Hal tersebut lantaran ada beberapa kandungan dalam jamu nan dikhawatirkan bisa memengaruhi langkah kerja obat, seperti:
- Jahe
- Kunyit
- Sereh
- Temulawak
- Ginseng
- Bawang putih
- Lidah buaya
- Mint
- Daun kelor
Interaksi antara herbal, tanaman obat, serta minuman tertentu dengan obat medis dapat memengaruhi langkah kerja obat di dalam tubuh.
Beberapa bahan alami bisa memperkuat pengaruh obat, sementara nan lain justru menurunkan efektivitasnya alias meningkatkan akibat pengaruh samping.
Karena itu, krusial untuk memberi jarak waktu nan cukup antara konsumsi herbal alias minuman tertentu dengan waktu minum obat, sesuai dengan rekomendasi nan telah dijelaskan sebelumnya.
Meski demikian, pedoman ini berkarakter umum. Setiap orang mempunyai kondisi kesehatan, riwayat penyakit, dan jenis pengobatan nan berbeda.
Oleh karena itu, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan master alias apoteker agar mendapatkan saran nan paling tepat dan kondusif sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan kamu.
Demikian jawaban dari pertanyaan bolehkah minum jamu setelah minum obat? Semoga bermanfaat.
(sac/fef)
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·