slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bolehkah Minum Jamu Setelah Minum Obat? Ketahui Efeknya

Sedang Trending 3 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 25 Feb 2026 02:00 WIB

Jamu dan obat sama-sama berguna dalam menyembuhkan penyakit. Namun, bolehkah minum jamu setelah minum obat? Ilustrasi. Jamu dan obat sama-sama berguna dalam menyembuhkan penyakit. Namun, bolehkah minum jamu setelah minum obat? (istockphoto/Doucefleur)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Jamu dan obat sama-sama berguna dalam menyembuhkan penyakit. Namun, bolehkah minum jamu setelah minum obat?

Meminum obat krusial untuk dilakukan lantaran bisa membantu tubuh melawan penyakit, meredakan gejala, dan mencegah kondisi tubuh menjadi lebih parah. Obat juga berfaedah untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil agar tidak menimbulkan komplikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain obat, orang-orang juga sering meminum jamu lantaran dianggap sebagai pengobatan alami nan berasal dari bahan herbal, seperti kunyit, jahe, dan temulawak.

Jamu dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh, mengurangi pegal, melancarkan pencernaan, alias menjaga kesehatan.

Karena sama-sama berkhasiat, tak jarang orang nan meminum obat langsung meminum jamu dengan dugaan penyakit mereka bakal sembuh dengan melakukan demikian. Namun, apakah perihal ini kondusif untuk dilakukan?

Pengaruh obat dan jamu

Bolehkah minum jamu setelah minum obat? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, krusial untuk memahami pengaruh obat dengan beragam jenis mineral alias makanan.

Melansir Access Pharma dan National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism, beberapa makanan alias minuman sebaiknya tidak dikonsumsi setelah alias berbarengan dengan konsumsi obat.

Hal tersebut lantaran pencampuran keduanya bisa memengaruhi langkah kerja obat dalam tubuh.

Beberapa perihal nan sebaiknya tidak diminum setelah meminum obat di antaranya adalah:

1. Alkohol

Alkohol sangat rawan jika diminum berbareng obat. Kombinasi ini bisa menyebabkan mengantuk berat, pusing, mual, gangguan pernapasan, hingga perdarahan dalam.

Pada beberapa kasus, alkohol juga membikin obat menjadi kurang efektif alias justru lebih berbisa bagi tubuh. Sebaiknya hindari alkohol selama masa pengobatan.


2. Minuman berkafein

Kopi, teh, soda, dan minuman daya bisa mengganggu penyerapan obat. Kafein juga dapat meningkatkan pengaruh samping seperti jantung berdebar, gelisah, alias iritasi lambung, terutama jika diminum berbareng obat tertentu.


3. Jus buah sitrus tertentu

Jus buah sitrus seperti grapefruit dan sejenisnya dapat meningkatkan kadar obat dalam darah sehingga pengaruh samping menjadi lebih kuat.

Interaksi ini bisa berjalan beberapa hari, jadi sebaiknya dihindari jika sedang minum obat tertentu.


4. Susu alias minuman tinggi kalsium

Susu dapat menghalang penyerapan beberapa obat, terutama antibiotik dan obat osteoporosis. Akibatnya, obat tidak bekerja secara optimal.

Secara singkat, meminum hal-hal tersebut setelah meminum obat bisa mengakibatkan:

  • Terganggunya penyerapan obat
  • Adanya hubungan rawan dalam tubuh
  • Meningkatkan akibat pengaruh samping
  • Mengubah langkah kerja obat, dan sebagainya

Oleh lantaran itu, demi keamanan dan kesehatan tubuh, orang-orang memilih meminum obat dengan air putih dan menghindari mengonsumsi hal-hal tersebut setelah meminum obat.


Lantas, gimana dengan jamu?

Melansir dari beragam sumber, sebaiknya terdapat jarak antara meminum obat dan meminum jamu agar komplikasi pada tubuh tidak terjadi. Jeda nan dilakukan pun sekitar satu hingga dua jam setelah meminum obat.

Hal tersebut lantaran ada beberapa kandungan dalam jamu nan dikhawatirkan bisa memengaruhi langkah kerja obat, seperti:

  • Jahe
  • Kunyit
  • Sereh
  • Temulawak
  • Ginseng
  • Bawang putih
  • Lidah buaya
  • Mint
  • Daun kelor

Interaksi antara herbal, tanaman obat, serta minuman tertentu dengan obat medis dapat memengaruhi langkah kerja obat di dalam tubuh.

Beberapa bahan alami bisa memperkuat pengaruh obat, sementara nan lain justru menurunkan efektivitasnya alias meningkatkan akibat pengaruh samping.

Karena itu, krusial untuk memberi jarak waktu nan cukup antara konsumsi herbal alias minuman tertentu dengan waktu minum obat, sesuai dengan rekomendasi nan telah dijelaskan sebelumnya.

Meski demikian, pedoman ini berkarakter umum. Setiap orang mempunyai kondisi kesehatan, riwayat penyakit, dan jenis pengobatan nan berbeda.

Oleh karena itu, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan master alias apoteker agar mendapatkan saran nan paling tepat dan kondusif sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan kamu.

Demikian jawaban dari pertanyaan bolehkah minum jamu setelah minum obat? Semoga bermanfaat.

(sac/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru