slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bos Buruh Ungkap Ada 10 Perusahaan Bersiap Phk Masal 3 Bulan Lagi

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan terdapat 10 perusahaan nan memberikan sinyal bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Meski begitu, Said menjelaskan perusahaan-perusahaan tersebut telah mulai membujuk pekerjanya untuk berbincang soal potensi pengurangan tenaga kerja dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Adapun kondisi ini dilakukan sebagai respons adanya bentrok di Timur Tengah.

"Jadi, berasas laporan dari personil KSPI di tiket pabrik ya, kita kan punya personil di pabrik, bahwa mereka sudah mulai diajak ngomong lah, belum melakukan PHK baru diajak ngomong, jika perang tetap berlanjut, maka tiga bulan ke depan ini pasti ada potensi PHK," kata Said pada Selasa (14/4), dikutip Detikfinance.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menerangkan 10 perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 9.000 orang secara keseluruhan nan tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, serta sebagian di Banten dan Jawa Tengah.

"Ada 10 perusahaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian mini di Banten dan Jawa Tengah, tapi memang baru laporan. Nah, itu melibatkan hampir, nyaris kurang lebih nan 10 perusahaan ini saja ya, kan kita nggak tahu di luar ini. Itu nyaris kurang lebih mendekati 9 ribuan orang," terangnya.

Said juga mengatakan potensi PHK paling besar terjadi di sektor industri padat karya, seperti tekstil dan garmen. Hal ini lantaran industri tersebut sangat berjuntai pada bahan baku impor, seperti kapas dari Australia, Brasil, dan Amerika Serikat, nan sekarang terancam terganggu pasokannya serta mengalami kenaikan harga.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, industri otomotif dan elektronik juga terdampak imbas kenaikan nilai BBM industri nan tidak disubsidi ikut mendorong perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi tenaga kerja, terutama tenaga kerja kontrak.

Kemudian, Industri berbasis petrokimia, seperti plastik juga terdampak lantaran bahan bakunya berbasis impor dan dibayar dalam dolar Amerika Serikat (AS).

"Kan elektronik banyak juga nan bahan dasarnya plastik. Misal contoh frame, frame-nya itu kan molding, molding-nya itu kan dari plastik. Rata-rata jika bahan bakunya nan ada plastik, kemungkinan potensi efisiensi penekanan labor cost buruk, itu pasti bakal ada efisiensi dalam corak pengurangan karyawan," tandasnya.

(fln/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru