CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 23:00 WIB
Meski mengakui kecewa, bos Netflix sadar mereka punya untung lain dari pembatalan akuisisi Warner Bros. Discovery. (Getty Images via AFP/JC Olivera)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bos Netflix mengakui bahwa kekalahan mereka dalam proses akuisisi Warner Bros. Discovery merupakan perihal nan mengecewakan. Namun mereka juga mendapatkan hikmah khusus, selain daripada duit tukar rugi dari Paramount senilai Rp47 triliun.
Ted Sarandos, salah satu CEO Netflix, mengatakan perusahaan tersebut "membangun kekuatan M&A" melalui pengalaman itu dan menguji "kedisiplinan investasi" untuk mempunyai tekad untuk meninggalkan tawaran akuisisi WB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manfaat terpenting dari seluruh proses ini... adalah kami menguji disiplin investasi kami dan ketika biaya kesepakatan ini meningkat melampaui nilai bersih bagi upaya kami dan pemegang saham kami, kami bersedia mengesampingkan emosi dan ego dan mundur," kata Sarandos.
"Dan melakukannya di level ini, saya pikir bakal mempersiapkan tim kami untuk memahami bahwa itulah angan mereka setiap hari," katanya dalam wawancara pendapatan kuartal pertama Netflix tahun 2026, seperti diberitakan Variety pada Kamis (16/4).
"Kami berjumpa banyak orang dahsyat di WBD selama proses ini. Jadi, jika ada emosi dalam semua ini, itu adalah kekecewaan lantaran tidak dapat bekerja sama dengan orang-orang tersebut. Dan kami betul-betul menantikan perihal itu."
Pada 26 Februari 2026, Netflix membatalkan kesepakatan tunai senilai US$83 miliar untuk membeli aset WB. Keputusan itu datang setelah Paramount Skydance milik David Ellison meningkatkan tawaran pengambilalihan paksa untuk seluruh aset WBD menjadi US$31 per saham.
Dengan keputusan ngotot itu, Paramount keluar sebagai pemenang pengambilalihan Warner Bros Discovery nan sebelumnya bersaing dengan Netflix. Bukan hanya beli WBD dengan duit nan banyak, Paramount juga mesti bayar Netflix US$2,8 miliar lantaran menikung proses tersebut.
"Sekarang kami bergerak maju, dan kami bergerak maju dengan US$2,8 miliar di kantong nan tidak kami miliki beberapa minggu nan lalu," kata CFO Spence Neumann pada konvensi penanammodal pada 4 Maret.
Sarandos menyebut Netflix telah menjadi "pembangun dan bukan pembeli," dan "tentu ada pertanyaan internal dan eksternal tentang keahlian kami untuk melakukan kesepakatan sebesar ini."
"Namun, nan kami pelajari adalah bahwa tim kami lebih dari bisa untuk tugas tersebut. Kami telah belajar banyak tentang eksekusi kesepakatan, tentang integrasi awal. Kami sangat bangga dengan tim nan telah melakukan semua pekerjaan itu," kata Sarandos.
Netflix pada Januari 2026 setuju bayar tunai penuh (all-cash) studio WBD dan upaya HBO Max US$27,75 per saham. Kesepakatan itu membawa nilai perusahaan (enterprise value) US$82,7 miliar alias setara Rp1.402 triliun (US$1=Rp16.954).
Paramount kemudian mengusulkan tawaran lebih tinggi ialah US$31 per saham, dengan total mencapai US$111 miliar alias setara Rp1.708 triliun untuk mengambil alih seluruh perusahaan, termasuk saluran televisi kabelnya.
Netflix kemudian menyatakan mengakuisisi WBD adalah sesuatu nan baik jika diikuti dengan nilai nan sesuai. Mengakuisisi perusahaan tersebut dipastikan bukan perihal nan kudu dilakukan Netflix.
(end)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·