Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) meninjau langsung wilayah terdampak musibah di Sumatra Barat untuk memvalidasi info lapangan. Langkah ini bermaksud memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat melangkah sesuai dengan kondisi riil.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, memimpin kunjungan kerja ke sejumlah titik terdampak. Wilayah nan dikunjungi meliputi Kabupaten Tanah Datar, Agam, Pasaman, Kota Padang Panjang, hingga Padang Pariaman.
"Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pendataan pascabencana betul-betul mencerminkan kondisi di lapangan. Data ini bakal menjadi dasar dalam menentukan langkah pemulihan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran tim BPS diterima langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, berbareng jejeran pemerintah daerah. Sonny didampingi oleh Deputi Bidang Statistik Sosial. M. Nashrul Wajdi, serta jejeran BPS provinsi, kabupaten dan kota se-Sumatra Barat.
Tanah Datar dipilih lantaran merupakan salah satu wilayah dengan akibat kerusakan nan cukup masif. Eka pun mengapresiasi keterlibatan BPS dalam menyusun info nan bakal diajukan ke pemerintah pusat.
"Saat ini kami sedang melakukan uji publik terhadap hasil pendataan R3P (Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana) sebelum ditetapkan dan disampaikan ke pemerintah pusat," ucap dia.
Proses pengumpulan info di lapangan melibatkan mahasiswa Politeknik Statistika STIS dan pegawai internal BPS. Tim bergerak melakukan pendataan langsung ke rumah penduduk serta letak pengungsian untuk mencatat kerusakan.
Petugas di lapangan juga melakukan pengarsipan foto dan pencatatan titik koordinat alias geotagging. Data nan terkumpul kemudian dipadankan dengan info milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Di letak berbeda, BPS juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang Panjang. Wakil Wali Kota Allex Saputra menyatakan support penuh terhadap proses verifikasi info untuk mempercepat pemulihan.
"Kami menyambut baik kunjungan ini dan mendukung penuh pendataan nan dilakukan BPS. Kami berambisi info ini dapat menjadi dasar nan kuat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang Panjang," katanya.
Di samping konsentrasi pada pendataan, Sonny turut menghadiri peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Agam. Sebanyak 117 unit kediaman diresmikan sebagai bagian dari upaya mendukung masyarakat nan kehilangan tempat tinggal.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis.
Percepatan pembangunan Huntara menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengungsian, serta mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana. Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan 612 unit huntara dan 1.744 unit kediaman tetap (huntap) di tiga kecamatan dan lima lokasi.
(rir)
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·